Hariankripto.id – Perdebatan sengit mengenai nilai fundamental Bitcoin kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, argumen datang dari dua kubu yang berseberangan: Elon Musk yang merupakan miliarder menyebut Bitcoin (BTC) sebagai “mata uang sejati yang memiliki energi.”
Sedangkan Peter Schiff yang merupakan kritikus emas dan aset digital melabeli Bitcoin (BTC) sebagai “aset palsu.” Kontroversi ini terjadi di tengah ancaman likuidasi miliaran dolar posisi short jika harga Bitcoin terus merangkak naik.
Elon Musk Sebut Kekuatan Bitcoin Berakar pada Energi
Elon Musk semakin memperkaya diskusi berkelanjutan tentang nilai intrinsik Bitcoin. Dalam wawancara terbaru bersama pengusaha Nikhil Kamath, Musk menyatakan bahwa Bitcoin (BTC) dibangun di atas energi dan, karenanya, “tidak bisa dipalsukan.”
Musk menggarisbawahi bahwa energi adalah “mata uang sejati.” Ia berpendapat bahwa Bitcoin mencerminkan konsep ini dengan sempurna.
“Pemerintah dapat mencetak uang, tetapi mereka tidak bisa mencetak energi,” kata Musk.
Musk menambahkan bahwa energi sulit untuk manusia ciptakan dan bahkan lebih sulit lagi untuk menggunakannya secara efisien. Keterbatasan dan kesulitan ini, menurutnya, menciptakan penghalang alami yang secara inheren memperkuat fondasi Bitcoin.
Lebih jauh, Musk memprediksi bahwa sistem nilai di masa depan mungkin akan lebih condong pada energi daripada struktur finansial tradisional. Pernyataan ini konsisten dengan komentar sebelumnya di mana ia menyetujui sebuah postingan yang mengemukakan bahwa kenaikan harga Bitcoin terjadi karena energi tidak dapat direplikasi dengan mudah layaknya uang fiat.
Peter Schiff Sebut Bitcoin Adalah ‘Aset Palsu’ dan Skema Ponzi
Peter Schiff punya pandangan berbeda. Ia kembali melancarkan kritik tajam. Kritiknya tertuju pada Bitcoin dan strategi akumulasi BTC oleh Michael Saylor. Schiff berargumen, harga BTC turun bukan karena aset berisiko. Namun, ia percaya Bitcoin adalah “aset palsu.”
Schiff membandingkan kinerja Bitcoin dengan indeks teknologi Nasdaq, menunjukkan perbedaan yang, menurutnya, menandakan pergeseran investor menuju apa yang ia sebut sebagai “aset riil.” Ia juga menyoroti rencana MicroStrategy di bawah kepemimpinan Michael Saylor. Schiff mengklaim bahwa MicroStrategy tidak dapat membayar dividen saham preferen tanpa menjual lebih banyak saham atau Bitcoin itu sendiri. Schiff menggambarkan struktur ini sebagai skema Ponzi, yang menurutnya mengekspos fundamental Bitcoin yang lemah.
Meskipun demikian, Michael Saylor sendiri baru-baru ini mengisyaratkan akan adanya pembelian Bitcoin tambahan, mengindikasikan kepercayaan MicroStrategy yang tak tergoyahkan terhadap aset digital ini dalam jangka panjang.
Potensi Lonjakan Harga Bitcoin dan Ancaman Likuidasi Posisi Short
Di tengah perdebatan filosofis ini, data pasar terbaru menunjukkan adanya ketegangan yang signifikan. Analisis dari Whale Insider mengungkapkan bahwa lebih dari 7.8 miliar dalam posisi short akan menghadapi likuidasi jika Bitcoin berhasil mencapai level harga $100.000.
JUST IN: $7.8 billion worth of short positions to be liquidated if $BTC rallies to $100,000. pic.twitter.com/0L4giaXqQ8
— Whale Insider (@WhaleInsider) November 30, 2025
Data dari CoinGlass lebih lanjut menunjukkan bahwa total leverage likuidasi short akan meningkat secara drastis begitu harga Bitcoin melampaui $91.000. Fenomena ini berarti banyak trader yang memegang posisi short akan terpaksa menutup posisi mereka dengan membeli kembali Bitcoin, yang secara otomatis akan mendorong harga lebih tinggi lagi dan memicu “short squeeze” atau reli cepat.Â

Bursa-bursa kripto terkemuka seperti Binance, OKX, dan Bybit juga mencatat banyak posisi short yang berkumpul di dekat level resistance kunci. Analisis pasar tambahan mengidentifikasi beberapa faktor. Faktor-faktor ini bisa mendorong harga Bitcoin hingga $100.000 atau lebih. Hal Ini sejalan dengan tekanan di pasar derivatif. Situasi ini mengindikasikan banyak trader masih bertaruh.
Analis berharap harga BTC akan jatuh dari posisi saat ini. Tindakan mereka bertolak belakang dengan “pembeli besar” atau whales. Para whales terus mengakumulasi BTC. Distribusi posisi yang tidak seimbang inilah penyebabnya. Perubahan harga cepat dan signifikan menjadi lebih mungkin. Ini jika Bitcoin berhasil menembus level resistansinya.
Saat ini Harga Bitcoin (BTC) berkisar di $86.354 turun 5,1% selama 24 jam sejak artikel ini rilis.























