Hariankripto – Bitcoin menghadapi tekanan baru dari sisi penambangan. Miner Cycle Stress Composite untuk penambangan Bitcoin turun ke level terendah pada tahun 2026. Indikator ini masuk zona undervalued berdasarkan data on-chain.
CryptoQuant mencatat indikator ini menggabungkan Puell Multiple dan ukuran inverse miner capitulation. Puell Multiple membandingkan pendapatan miner saat ini dengan data historis. Sementara itu, komponen capitulation mengukur tekanan operasional jaringan mining.
gaah_im menjelaskan bahwa miner termasuk pelaku siklus paling sensitif di pasar Bitcoin. Miner menerima pendapatan dalam BTC tetapi membayar biaya dalam fiat. Ketika harga melemah, margin langsung menyusut.
Penurunan Hashprice Menekan Profitabilitas Miner
Hashprice menjadi faktor utama dalam menentukan pendapatan miner. Hashprice mengukur estimasi pendapatan dari setiap unit hashrate. Saat nilai ini turun, pendapatan miner ikut turun secara langsung.
Kondisi ini semakin berat setelah halving Bitcoin. Reward blok turun dan biaya transaksi menjadi sumber pendapatan yang lebih dominan. Banyak miner dengan perangkat lama mulai kehilangan profitabilitas.
CoinShares melaporkan bahwa 15 persen hingga 20 persen jaringan mining global berada dalam kondisi tidak menguntungkan pada periode hashprice rendah. Mesin lama membutuhkan biaya listrik sangat murah agar tetap bertahan.
Tekanan ini menciptakan seleksi alami di industri mining. Miner efisien tetap bertahan. Miner dengan biaya tinggi mulai menjual Bitcoin atau menghentikan operasi.
Sinyal Siklus dan Risiko Pergerakan Harga Bitcoin
BitcoinNewsCom mencatat bahwa kondisi saat ini mirip dengan fase kapitulasi pada siklus sebelumnya. Pola serupa muncul pada 2015, 2018, 2020, 2022, dan 2024.
Pada fase tersebut, pasar sering mendekati titik bawah siklus. Namun kondisi ini tidak selalu menghasilkan kenaikan langsung. Tekanan jual dari miner tetap dapat memicu volatilitas jangka pendek.
Investor perlu memantau permintaan dari ETF, holder jangka panjang, dan pembeli institusional. Jika permintaan mampu menyerap suplai miner, pasar dapat stabil lebih cepat.
Selain itu, hashprice dan tingkat kesulitan jaringan tetap menjadi variabel utama. Selama dua faktor ini belum pulih, tekanan miner akan terus memengaruhi arah pasar Bitcoin.






















