Hariankripto – Trader Polymarket kini memberi peluang 54% bahwa Ethereum ($ETH) akan kehilangan posisi sebagai cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2026. Angka ini meningkat signifikan dari 17% pada awal Januari. Prediksi ini bukan soal Bitcoin mengungguli Ethereum, melainkan Tether ($USDT) yang bisa menyalip $ETH saat kapitalisasi ETH melemah.
Apa Artinya “Flipped”?
Kontrak Polymarket bertajuk “Ethereum flipped in 2026?” akan bernilai “Yes” jika $ETH keluar dari posisi dua besar di CoinGecko sebelum 31 Desember 2026, bahkan jika hanya sementara. Saat ini, $ETH berada di harga sekitar $2.000 dengan kapitalisasi $250 miliar, sedangkan $USDT sekitar $184 miliar. Selisih $66 miliar ini menjadi yang terkecil sejak Tether masuk lima besar. Trader menyoroti bahwa jika $ETH turun ke $1.500, pergeseran posisi bisa terjadi, mengingat harga ETH sudah turun dari hampir $5.000 di Agustus 2025.
Alasan Pasar Memihak “Yes”
Pertumbuhan Tether versus Kelemahan ETH: Kapitalisasi $USDT meningkat sekitar 622% dalam lima tahun terakhir, sementara $ETH hanya naik 12%. Stablecoin ini terus tumbuh saat adopsi meningkat, terlepas dari pasar bullish atau bearish, sedangkan Ethereum memerlukan modal dan minat risiko untuk mendorong harga naik.
Outflow ETF yang merupakan ETF spot Ethereum AS mencatat outflow $800 juta tahun ini, menurunkan total AUM menjadi $11,31 miliar. Aliran keluar ini mengurangi tekanan beli institusional saat $ETH membutuhkannya.
Tekanan Makro: Kebijakan tarif AS, konflik Iran, dan sikap hawkish Federal Reserve memberi tekanan pada aset berisiko. Ethereum, dengan beta lebih tinggi dibanding Bitcoin, cenderung terkena dampak lebih besar.
Argumen Pihak “No” dan Wawasan Trader
Pihak yang menilai “No” menekankan bahwa selisih $66 miliar masih besar, sehingga ketika terjadi crash besar pada ETH atau lonjakan penerbitan USDT untuk menutup gap. Ekosistem developer Ethereum tetap terbesar, dan upgrade seperti Glamsterdam dan Hegota bisa meningkatkan minat jika sukses.
Beberapa trader mempertanyakan apakah stablecoin harus dihitung dalam peringkat kapitalisasi. Namun Polymarket tetap menggunakan peringkat CoinGecko, tanpa memandang jenis aset. Volume perdagangan kontrak ini mencapai sekitar $411.000, cukup untuk menunjukkan minat signifikan, meski masih jauh dari volume pasar utama Polymarket. Kontrak ini memberikan sinyal arah pasar, bukan prediksi pasti.
Dengan sembilan bulan tersisa hingga kontrak berakhir pada 1 Januari 2027, banyak hal bisa berubah. Namun diskusi ini menunjukkan bahwa posisi Ethereum di pasar tidak lagi pasti menurut prediksi dan ancaman datang dari arah tak terduga yaitu dari stablecoin terbesar dunia, Tether.























