Hariankripto – Lebih dari 200 pemimpin bank komunitas Amerika Serikat baru saja mengirim surat terbuka ke Senat AS. Isinya mengejutkan yaitu mereka mengungkap bahaya tersembunyi di balik kebijakan stablecoin yang berpotensi mengancam simpanan senilai 6,6 triliun dolar AS.
Para bankir memperingatkan bahwa perusahaan kripto diam-diam memanfaatkan celah hukum untuk menarik simpanan masyarakat keluar dari bank tradisional. Angka $6,6 triliun (sekitar Rp 107.000 triliun) bukan main-main dengan jumlah ini setara dengan separuh GDP Amerika Serikat.
Apa sebenarnya yang terjadi di balik layar? Mengapa para bankir merasa perlu bersuara langsung ke Senator? Berikut fakta lengkapnya.
Celah Berbahaya dalam GENIUS ACT yang Dapat Perusahaan Kripto Eksploitasi
American Bankers Association’s Community Bankers Council merupakan perwakilan bank-bank komunitas di seluruh 50 negara bagian AS. Mereka mengirim surat resmi kepada para Senator untuk membongkar praktik curang perusahaan kripto.
Tahun lalu, Presiden Donald Trump mengesahkan GENIUS ACT untuk mengatur industri stablecoin. Undang-undang ini secara tegas melarang perusahaan stablecoin membayar bunga langsung kepada pelanggan.
Namun, para bankir menemukan kenyataan pahit di lapangan. Menurut mereka, beberapa perusahaan kripto menemukan cara licik untuk mengakali aturan tersebut. Mereka memberikan imbalan tidak langsung melalui mitra dan afiliasi. Skema ini secara teknis tidak melanggar hukum, tetapi efeknya sama saja dengan menarik nasabah untuk memindahkan tabungan mereka.
“Perusahaan-perusahaan ini memanfaatkan celah dalam aturan untuk melewati GENIUS ACT,” tulis surat tersebut.
Para regulator mengakui pergeseran besar tidak akan terjadi dalam semalam. Namun, kekhawatiran terus bertumbuh seiring makin banyaknya perusahaan kripto yang meniru taktik serupa.
Dampak Domino $6,6 Triliun yang Mengancam Ekonomi Lokal Amerika
ABA Council bukan sekadar tempat menyimpan uang. Mereka memainkan peran krusial dalam menggerakkan roda ekonomi lokal.
Setiap hari, bank-bank ini menggunakan simpanan nasabah untuk memberikan pinjaman kepada keluarga yang ingin membeli rumah, petani yang butuh modal tanam, dan pengusaha kecil yang ingin mengembangkan bisnis. Bayangkan jika simpanan senilai $6,6 triliun itu tiba-tiba menghilang.
Surat terbuka tersebut menjelaskan skenario mengerikan yang bisa terjadi:
- Bank kehilangan dana untuk dipinjamkan
- Petani gagal mendapat kredit musim tanam
- Usaha kecil tidak bisa berkembang karena modal macet
- Keluarga muda kesulitan mengajukan KPR
- Pertumbuhan ekonomi kota-kota kecil melambat drastis
“Bank komunitas adalah tulang punggung ekonomi lokal. Membiarkan imbalan seperti bunga atau reward pada stablecoin bisa mendorong nasabah memindahkan tabungan dari bank, yang akan membahayakan pinjaman yang menggerakkan pertumbuhan di seluruh kota di Amerika,” tegas surat tersebut.
ABA Council bahkan menyertakan data analisis detail per negara bagian. Data tersebut menunjukkan potensi arus keluar simpanan dan kerugian pinjaman lokal yang bisa menghantam setiap wilayah.
Desakan Tegas kepada Kongres: Tutup Celah $6,6 Triliun Sebelum Terlambat
Para bankir tidak hanya mengeluh. Mereka membawa solusi konkret ke meja Senator. ABA’s Community Bankers Council mendesak Kongres untuk mengambil langkah tegas dalam legislasi struktur pasar mendatang. Mereka meminta satu hal yang jelas yaitu larangan bunga harus berlaku menyeluruh.
Artinya, bukan hanya penerbit stablecoin yang dilarang memberikan bunga. Afiliasi, mitra, dan pihak ketiga yang bekerja sama dengan mereka juga harus tunduk pada aturan yang sama.
🏦$6.6 TRILLION IN BANK DEPOSITS AT RISK
— Coin Bureau (@coinbureau) January 7, 2026
🇺🇸U.S. bankers warn that yield-bearing stablecoins could draw up to $6.6T out of traditional bank deposits, potentially threatening local lending.
Regulators say any big shift would not happen overnight, but concerns are growing. pic.twitter.com/zoKdoVXfrm
Tanpa klarifikasi ini, surat tersebut memperingatkan bahwa simpanan nasabah senilai $6,6 triliun bisa berisiko kabur ke platform kripto. Dampaknya bisa mengancam ketersediaan kredit secara nasional.
“Aturan yang setengah-setengah bisa membahayakan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan komunitas lokal,” tegas para bankir.
‘Bola panas’ kini berada di tangan Kongres AS. Keputusan mereka dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan nasib triliunan dolar simpanan masyarakat Amerika Serikat dan masa depan ribuan bank komunitas yang selama ini melayani rakyat AS.























