Hariankripto – Strategy, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah merilis informasi investor mengenai enam sekuritas yang terhubung dengan Bitcoin. Perusahaan ini menjadi salah satu pemegang cadangan Bitcoin terbesar di dunia dengan strategi investasi yang berfokus pada aset digital tersebut.
Melalui laporan investor terbaru, Strategy menjelaskan struktur, risiko, arus kas, serta perlindungan dari setiap produk sekuritasnya. Langkah ini bertujuan memberikan gambaran lebih jelas kepada investor mengenai hubungan antara produk keuangan Strategy dan pergerakan harga Bitcoin.
$MSTR | Amplified Bitcoin Equity and Digital Credit Platform
— Strategy (@Strategy) August 19, 2026
Strategy’s common equity provides residual exposure to Net Reserves alongside the value and optionality of Strategy’s capital-markets, Digital Credit, and software platforms. https://t.co/oZDG0Jzl8I
Di sisi lain, keputusan Strategy juga memunculkan perdebatan di komunitas kripto. Sebagian investor melihat strategi tersebut sebagai peluang untuk mendapatkan eksposur Bitcoin melalui pasar saham, sementara pihak lain menilai struktur keuangan perusahaan semakin kompleks.
Strategy Perkenalkan Enam Sekuritas dengan Eksposur Bitcoin
Strategy menjelaskan enam instrumen utama yang berkaitan dengan ekosistem keuangannya. Produk tersebut mencakup saham biasa MSTR serta lima saham preferen yaitu STRC, STRF, STRK, STRD, dan STRE.
Setiap sekuritas memiliki karakteristik berbeda dalam memberikan akses terhadap nilai aset perusahaan. Saham MSTR memberikan eksposur langsung terhadap kinerja bisnis Strategy, nilai cadangan Bitcoin, serta potensi pertumbuhan dari platform modal digital dan perangkat lunaknya.
Sementara itu, saham preferen menawarkan struktur yang berbeda melalui mekanisme pembayaran dan perlindungan tertentu. Strategy menggunakan kerangka Digital Credit Capital Framework untuk memperkuat likuiditas dan menjaga fleksibilitas keuangan perusahaan.
Selain itu, perusahaan tetap menghadapi risiko besar karena harga sekuritasnya sangat berkaitan dengan volatilitas Bitcoin. Ketika harga Bitcoin bergerak turun, nilai saham Strategy juga dapat mengalami tekanan.
LATEST: 📊 Michael Saylor says MSTR shareholders should be "prepared to have difficult years," noting he owns 19M+ shares himself and also feels their pain when the stock price is low. pic.twitter.com/PSkdWu1eQV
— CoinMarketCap (@CoinMarketCap) August 19, 2026
Michael Saylor, pendiri Strategy, mengakui bahwa investor MSTR harus siap menghadapi periode sulit. Ia menyebut pemegang saham perlu memiliki pandangan jangka panjang sekitar tujuh hingga sepuluh tahun karena strategi Bitcoin perusahaan membutuhkan waktu untuk berkembang.
Michael Saylor Pertahankan Strategi Bitcoin Jangka Panjang
Michael Saylor tetap percaya bahwa pendekatan Strategy terhadap Bitcoin memiliki potensi besar meskipun pasar mengalami tekanan. Ia bahkan menyampaikan bahwa dirinya juga merasakan dampak ketika harga saham MSTR mengalami penurunan karena ia masih memiliki lebih dari 19 juta saham perusahaan tersebut.
Dalam beberapa periode terakhir, saham MSTR sempat mengalami penurunan sekitar 85% dari harga tertinggi sebelumnya. Kondisi tersebut membuat sebagian investor mempertanyakan risiko dari strategi akumulasi Bitcoin yang dilakukan Strategy.
Namun, pendukung Strategy melihat peningkatan jumlah Bitcoin per saham sebagai indikator positif. Data perusahaan menunjukkan jumlah Bitcoin per saham terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada 2020, Strategy memiliki sekitar 0,000566 BTC per saham. Angka tersebut meningkat menjadi 0,001967 BTC per saham pada 2026 berdasarkan data tahun berjalan. Kenaikan ini menunjukkan perusahaan terus meningkatkan eksposur Bitcoin bagi pemegang sahamnya.
Selain itu, Adam Livingston yang dikenal sebagai “The Bitcoin Wizard” melalui akun X menyampaikan tantangan kepada pihak yang meragukan MSTR. Ia menilai kinerja MSTR masih berpotensi mengungguli Bitcoin jika harga Bitcoin kembali mencapai level tertentu.
Lots of Bitcoiners talking trash about $MSTR lately.
— Adam Livingston (@AdamBLiv) August 19, 2026
Wanna do a friendly little bet that MSTR has a higher % return than Bitcoin from now until we hit $80k BTC?
Surely you'll take the bet considering how well you understand what is happening with Strategy!
Let me know if you…
Meski demikian, tidak semua investor memiliki pandangan yang sama. Kekhawatiran mengenai potensi dilusi saham tetap menjadi perhatian karena Strategy menjual saham untuk membangun cadangan kas.
Strategy Siapkan Cadangan Kas dan Hadapi Tantangan Pasar
Strategy saat ini memiliki lebih dari 840.000 Bitcoin dalam cadangannya. Namun, perusahaan mengambil langkah berbeda dengan mengumpulkan sekitar 4,8 miliar dolar AS dalam bentuk cadangan kas.
Michael Saylor on $MSTR buybacks: https://t.co/d6TVoUe3vh pic.twitter.com/HiT8yg3KPO
— Natalie Brunell ⚡️ (@natbrunell) August 19, 2026
Langkah tersebut membuat Strategy menghentikan sementara pembelian Bitcoin tambahan. Keputusan ini memicu kekhawatiran sebagian pemegang saham karena penerbitan saham baru dapat mengurangi nilai kepemilikan investor lama.
Meski begitu, Michael Saylor menjelaskan bahwa pembelian kembali saham masih menjadi opsi apabila harga MSTR turun jauh di bawah nilai aset bersih perusahaan. Untuk saat ini, Strategy lebih fokus memperkuat saham preferen STRC dan mengembangkan layanan kredit digital.
Di sisi lain, beberapa analis tetap melihat peluang kenaikan harga MSTR. Analis Mark Palmer memperkirakan saham Strategy dapat mencapai 570 dolar AS apabila Bitcoin berhasil naik menuju 95.000 dolar AS.























