Hariankripto.id – Sal Gilbertie, CEO Teucrium, membagikan pandangannya tentang masa depan Ripple dan katalis sebenarnya di balik lonjakan harga XRP berikutnya.
Gilbertie menegaskan bahwa Ripple bukan sekadar perusahaan kripto biasa, melainkan sedang membangun pondasi untuk menjadi kekuatan finansial global. Pernyataannya yang paling menarik perhatian adalah terkait masa depan XRP tidak bergantung pada aplikasi baru atau tools developer, melainkan pada lahirnya Ripple Bank yang telah mendapat dukungan regulasi dari Amerika Serikat.
Ripple akan Menyaingi JP Morgan
Menurut Gilbertie, strategi jangka panjang Ripple sebenarnya sudah terlihat jelas. Gilbertie meyakini Ripple sedang dalam jalur untuk menjadi rival baru JP Morgan begitu berhasil mendapatkan lisensi perbankannya.
Dengan kapitalisasi yang kuat, kepemimpinan yang disiplin, dan pergerakan dari mantan karyawan Ripple yang tetap aktif di ekosistem XRP, Gilbertie mengatakan Ripple beroperasi seperti “sebuah mesin” yang sangat terorganisir.
“Ripple berada di pusat alam semesta dalam lanskap aset digital yang terus berkembang,” ungkap Gilbertie.
Gilberte menilai tim Ripple sangat kreatif, terkoordinasi dengan baik, dan konsisten memperluas ekosistem XRP bahkan ketika yang lainnya mengambil jalur berbeda.
Menurut Gilberte, hal paling krusial adalah bahwa Ripple Bank yang telah mendapat persetujuan regulasi dari Amerika Serikat dapat membukan gelombang pertumbuhan besar berikutnya bagi XRP.
Mengapa Ripple Tidak Perlu Menjual XRP
Gilbertie juga menjawab kekhawatiran seputar kepemilikan XRP oleh Ripple. Menurutnya, Ripple memiliki sedikit motivasi untuk menjual secara agresif, terutama karena posisi keuangannya semakin kuat dan nilai tokennya terus meningkat.
Dengan lisensi perbankan dan klien institusional, XRP menjadi semakin berguna sebagai aset likuiditas dan treasury. Seperti yang dijelaskan Gilbertie:
“Mengapa mereka ingin menjual XRP? Mereka sangat kuat secara kapitalisasi.”
Dalam pandangannya, Ripple memegang XRP dengan cara yang sama seperti bank tradisional memegang cadangan modal mereka. Ini bukan aset untuk dilikuidasi, tetapi fondasi operasional perusahaan.
Penurunan Harga XRP Normal, Bukan Kolaps
Meski volatilitas baru-baru ini mengirim XRP di bawah level psikologis penting, Gilbertie mengatakan kepanikan pasar terlalu dibesar-besarkan. Aset kripto telah melonjak ratusan persen dalam setahun terakhir, jadi koreksi 30–50% adalah hal yang “wajar” menurutnya.
Ia membandingkan penurunan harga baru-baru ini dengan diskon Black Friday awal yang keras, dramatis, dan terlalu hype. Lebih pentingnya lagi, Gilberte mencatat bahwa volatilitas dalam aset utama seperti Bitcoin menurun dengan cepat, karena administrasi AS yang ramah kripto dan masuknya institusi melalui ETF.
Seiring lebih banyak uang mengalir ke kripto dan lebih banyak pasokan terkunci oleh holder jangka panjang, pasar akan stabil, dan XRP menurutnya adalah bagian dari siklus maturasi ini.
Apakah Produk Obligasi atau Treasury Berbasis XRP Akan Muncul?
Ketika ditanya apakah obligasi municipal berbasis XRP bisa muncul di masa depan, Gilbertie tidak menolak ide tersebut. Ia mengatakan produk keuangan berbasis kripto akan datang seiring industri terintegrasi dengan keuangan tradisional.
Tokenized treasuries, obligasi berbasis blockchain, dan aset digital beragunan semuanya adalah bagian dari transisi ini—dan peran XRP akan tumbuh seiring ekosistem berkembang. Ini bukan lagi pertanyaan apakah, tetapi kapan.
Pemicu Sebenarnya Ripple: Kejelasan Regulasi dan Lisensi Perbankan
Sementara developer terus membangun di berbagai ledger, Gilbertie menekankan bahwa katalis terbesar XRP bukan “killer app”. Sebaliknya, itu akan menjadi:
1. Kejelasan regulasi di Amerika Serikat
2. Lisensi perbankan Ripple yang telah lama komunitas XRP tunggu
Kedua perkembangan ini bukan sekedar ‘hype’ belaka , melainkan akan menentukan fase adopsi XRP berikutnya. Ketika sisi perbankan global aktif, Gilbertie percaya pasar bisa bereaksi dengan sangat besar terhadap koin XRP.
Kesimpulan
Visi Sal Gilbertie tentang Ripple sebagai pesaing JP Morgan masa depan bukan sekadar spekulasi bullish. Ini berdasarkan pada pengamatan strategis tentang kapitalisasi Ripple, jaringan ekosistem, dan pendekatan metodis Ripple terhadap ekspansi.
Dengan lisensi perbankan dan kejelasan regulasi dari Amerika Serikat, XRP bisa memasuki era baru dan bukan sebagai kripto spekulatif saja, tetapi sebagai instrumen keuangan global yang institutsi dan perbankan gunakan di seluruh dunia.
Bagi holder XRP, pesan Gilbertie jelas, yaitu  bersabarlah. Pondasi sedang dibangun, dan ketika Ripple Bank menjadi kenyataan, pasar akan merespons.
























