Hariankripto – Open USD atau OUSD melalui Open Standard telah mengumumkan sejumlah perushaan besar telah bergabung ke dalam aliansi rencana stablecoin baru berbasis dolar AS, termasuk beberapa perusahaan besar di Korea Selatan Namun, kabar ini mulai memicu kebingungan. Sejumlah perusahaan Korea Selatan yang masuk dalam daftar anggota aliansi OUSD menyatakan bahwa mereka belum membuat komitmen resmi.
Daftar Anggota OUSD Mulai Menuai Pertanyaan
Chosun Biz melaporkan bahwa beberapa perusahaan Korea Selatan merasa bingung setelah nama mereka muncul dalam daftar anggota aliansi Open USD. Nama tersebut mencakup Samsung Electronics, Dunamu, KakaoBank, Hyundai Card, KB Kookmin Card, dan Samsung Card.
Samsung Electronics menyatakan bahwa perusahaan belum melakukan diskusi resmi dengan penerbit OUSD. Selain itu, Samsung juga belum mengetahui peran yang perlu mereka jalankan dalam konsorsium tersebut.
Several Korean Companies Say They Have Not Formally Joined Open USD Alliance, Express Confusion Over Inclusion
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) July 3, 2026
According to Chosun Biz, several Korean companies listed as Open USD (OUSD) alliance members, including Samsung Electronics, Dunamu, KakaoBank, Hyundai Card, KB Kookmin… pic.twitter.com/hdkJA6Kd9Z
Sementara itu, Dunamu dan Kbank mengatakan bahwa Open Standard hanya menanyakan minat awal mereka. Mereka belum menyepakati kerja sama resmi. Karena itu, beberapa perusahaan merasa heran ketika media Korea menyebut mereka sebagai anggota konsorsium. Open Standard memang mengumumkan aliansi besar, tetapi beberapa perusahaan Korea belum mengonfirmasi komitmen formal.
Model OUSD Menantang Dominasi USDT dan USDC
Open Standard mengumumkan Open USD pada 30 Juni 2026. Reuters melaporkan bahwa konsorsium ini melibatkan lebih dari 140 perusahaan dan menargetkan peluncuran OUSD pada tahun 2026. Nama besar seperti Visa, Mastercard, dan Coinbase ikut muncul dalam pengumuman tersebut.
OUSD ingin menawarkan model stablecoin yang lebih terbuka untuk perusahaan. Saat ini, pasar stablecoin dolar masih banyak bergantung pada USDT dari Tether dan USDC dari Circle. Karena itu, OUSD mencoba masuk dengan pendekatan berbeda.
Dalam model biasa, pengguna menyetor 1 dolar AS, lalu penerbit mencetak 1 stablecoin. Pada OUSD, perusahaan peserta menyetor 1 dolar AS ke rekening cadangan Open Standard. Setelah itu, Open Standard mencetak 1 OUSD untuk perusahaan tersebut.
Jika perusahaan mengembalikan 1 OUSD, Open Standard mengirim kembali 1 dolar AS ke rekening bank perusahaan. Dengan model ini, perusahaan peserta dapat mencetak dan menebus OUSD tanpa biaya dan tanpa batas volume.
Selain itu, Open Standard menawarkan skema pendapatan yang berbeda. Tether dan Circle biasanya memperoleh pendapatan dari pengelolaan cadangan. Namun, Open Standard berencana membagikan hasil pengelolaan cadangan kepada mitra jaringan setelah memotong biaya operasional kecil.























