Hariankripto – Kali ini kabar tidak mengenakkan dari dunia kripto Indonesia dengan kabar viral menjelang akhir tahun 2025. Seorang pengguna Indodax mengklaim kehilangan dana senilai Rp 166 juta dari akunnya tanpa menerima notifikasi apapun. Kasus ini langsung memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan platform exchange kripto terbesar di Indonesia.
CEO Indodax William Sutanto akhirnya angkat bicara. Dalam keterangan resminya di Jakarta pada Selasa (30/12/2025), ia menyampaikan permohonan maaf kepada publik sekaligus memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Kronologi Kasus yang Viral
Semua bermula pada 25 Desember 2025. Pengguna Indodax mengunggah video yang menunjukkan bahwa saldo kripto di akunnya telah lenyap.
Total kerugian yang diklaim mencapai Rp 166 juta. Aset yang hilang bukan main-main termasuk Bitcoin, Ethereum, Solana, dan beberapa koin lainnya. Semua raib begitu saja.
Customer Claim Loss of IDR 166 Million on Indodax, Here the Chronology
— cryptoalpha.web (@cryptoalphaindo) December 25, 2025
In his video upload, he stated that he lost IDR 166 million in his Indodax account, with proof attached Some of the coin that were lost were Bitcoin, Ethereum, Solana, etc
Then he explained that at the time… pic.twitter.com/wDCvlXAXB8
Yang membuat kasus ini semakin mencurigakan adalah satu fakta penting. Pengguna tersebut mengaku tidak pernah menerima notifikasi atau verifikasi apapun saat penarikan terjadi. Tidak ada email. Tidak ada SMS, lalu dana tiba-tiba sudah berpindah tanpa jejak konfirmasi.
Video tersebut langsung viral dan memantik diskusi panas di media sosial. Banyak pengguna kripto lain yang mulai khawatir dengan keamanan akun mereka sendiri.
Indodax Bantah Sistemnya Dibobol
Menanggapi kehebohan ini, CEO Indodax William Sutanto tidak tinggal diam. Sutanto memberikan klarifikasi atas insiden tersebut.
“Kami memohon maaf atas kekhawatiran yang timbul di ruang publik akibat beredarnya informasi ini. Kami memahami perhatian masyarakat dan kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan secara bertanggung jawab dan transparan,” ujar William.
Berdasarkan hasil penelusuran internal, Indodax memang menemukan adanya indikasi akses ilegal ke akun pengguna. Namun William menegaskan satu hal yang krusial bahwa akses tersebut tidak berasal dari sistem Indodax.
Lalu dari mana asalnya?
Bukan Sistem Indodax, Tapi Faktor Eksternal
William menjelaskan bahwa akses ilegal tersebut diduga terjadi akibat faktor eksternal yang menargetkan perangkat atau kredensial pribadi pengguna. Ada tiga kemungkinan utama yang disebutkan.
Pertama adalah phishing. Ini adalah teknik penipuan di mana pelaku membuat situs atau email palsu yang menyerupai Indodax. Korban yang tidak waspada bisa saja memasukkan username dan password mereka di situs palsu tersebut tanpa sadar.
Kedua adalah malware. Perangkat lunak berbahaya ini bisa menginfeksi smartphone atau komputer pengguna. Malware canggih mampu merekam setiap ketikan keyboard, termasuk saat pengguna mengetik password atau kode 2FA.
Ketiga adalah social engineering. Pelaku menggunakan manipulasi psikologis untuk mengelabui korban agar memberikan informasi sensitif secara sukarela. Modusnya bisa bermacam-macam, mulai dari mengaku sebagai customer service hingga menawarkan hadiah palsu.
Komitmen Indodax Tangani Kasus Ini
Meski menyatakan bahwa kebobolan bukan dari sistemnya, Indodax tidak lepas tangan begitu saja. William menegaskan bahwa Indodax tetap berkomitmen mendampingi pengguna yang terdampak.
Ada beberapa langkah konkret yang akan dilakukan Indodax. Perusahaan akan menghubungi para pengguna terkait satu per satu untuk melakukan penelusuran lebih lanjut. Setiap kasus akan ditelusuri sesuai kronologi masing-masing untuk menemukan akar masalahnya.
Selain itu, Indodax juga membuka ruang komunikasi bagi pengguna lain yang ingin membahas kondisi akun mereka secara lebih detail. Ini menunjukkan bahwa pintu dialog tetap terbuka bagi siapapun yang merasa khawatir.
“Ke depannya, kami akan terus memperkuat edukasi keamanan bagi pengguna serta memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara menyeluruh sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan dan kenyamanan seluruh member,” tutup William.
Tips Menjaga Keamanan Akun Kripto Anda
Terlepas dari siapa yang benar dalam kasus ini, satu hal yang pasti adalah keamanan akun kripto adalah tanggung jawab bersama. Indodax sendiri memberikan beberapa tips penting yang wajib diikuti setiap pengguna.
1. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA). Fitur ini menambah lapisan keamanan ekstra. Meski password bocor, pelaku tetap butuh kode 2FA untuk masuk ke akun Anda.
2. Jangan pernah bagikan data sensitif. Password, kode 2FA, PIN, dan informasi pribadi lainnya tidak boleh dibagikan kepada siapapun. Bahkan customer service resmi sekalipun tidak akan pernah meminta data tersebut.
3. Gunakan password yang kuat. Hindari password yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau nama. Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol untuk keamanan maksimal.
4. Waspada terhadap link mencurigakan. Jangan sembarangan klik tautan yang dikirim via email, SMS, atau chat. Selalu akses Indodax melalui aplikasi resmi atau ketik alamat website langsung di browser.
5. Pastikan perangkat bebas malware. Install antivirus terpercaya dan rutin update sistem operasi smartphone atau komputer Anda. Hindari mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi.
Pelajaran Penting dari Kasus Ini
Kasus hilangnya dana Rp 166 juta ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengguna kripto di Indonesia. Dunia aset digital memang menjanjikan keuntungan besar, tapi risikonya juga tidak main-main.
Pelaku kejahatan siber terus mengembangkan teknik baru untuk mencuri aset kripto. Mereka menargetkan titik terlemah dalam rantai keamanan dan seringkali itu adalah manusia itu sendiri, bukan sistemnya.
Maka dari itu, edukasi keamanan digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Sebelum memikirkan profit, pastikan dulu aset Anda aman.
Bagi Indodax sendiri, kasus ini adalah ujian kredibilitas. Bagaimana mereka menangani setiap korban dan seberapa transparan proses investigasinya akan menentukan kepercayaan publik ke depan.
Kesimpulan
Kasus kehilangan dana kripto senilai Rp 166 juta di Indodax telah memicu kekhawatiran luas di kalangan pengguna. Meski Indodax membantah sistemnya dibobol dan menuding faktor eksternal seperti phishing, malware, atau social engineering sebagai penyebab, publik masih menunggu penjelasan lebih lengkap.
CEO Indodax William Sutanto menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen mendampingi member terdampak. Perusahaan akan melakukan penelusuran kasus per kasus untuk menemukan akar masalahnya.
Terlepas dari hasil investigasi nantinya, kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna kripto untuk memperkuat keamanan akun mereka. Aktifkan 2FA, gunakan password kuat, dan selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan digital.























