Hariankripto – Coinbase memperluas perannya di sektor kecerdasan buatan melalui peluncuran AiFi atau Agentic Finance. Konsep ini menghadirkan lapisan pembayaran khusus untuk AI agent yang dapat menemukan layanan, melakukan pembayaran, dan menggunakan layanan secara mandiri.
Coinbase menggunakan USDC sebagai aset pembayaran utama dalam ekosistem tersebut. Dengan pendekatan ini, AI agent tidak perlu bergantung pada kartu kredit atau proses pembayaran yang membutuhkan campur tangan manusia.
AiFi memanfaatkan protokol x402 sebagai fondasi transaksi. Protokol terbuka tersebut memungkinkan mesin mengirim pembayaran langsung ke mesin lain melalui jaringan blockchain. Selain itu, x402 menawarkan biaya transaksi kecil dan tidak mengharuskan pengguna membuat akun.
🔥 LATEST: Coinbase is building an AI-native payment layer where agents can autonomously discover, pay for and use services with USDC. pic.twitter.com/4MJKk2LnQv
— Cointelegraph (@Cointelegraph) August 15, 2026
Coinbase melihat perkembangan ini sebagai bagian dari perubahan ekonomi yang semakin mengandalkan AI agent. Perusahaan ingin membangun infrastruktur yang menghubungkan pengguna, bisnis, dan pengembang dalam satu ekosistem pembayaran berbasis kripto.
Coinbase Bangun Ekonomi AI Agent dengan USDC
Coinbase membagi ekonomi berbasis AI agent ke dalam tiga kelompok utama. Kelompok pertama mencakup orang yang menggunakan AI agent untuk menjalankan berbagai tugas. Kelompok kedua terdiri dari bisnis yang menjual layanan kepada AI agent.
Sementara itu, kelompok ketiga mencakup pengembang yang membangun aplikasi dan layanan untuk AI agent. Coinbase menilai AiFi dapat menghubungkan ketiga kelompok tersebut melalui sistem pembayaran yang sama.
Melalui akun X, Coinbase menjelaskan bahwa ekonomi agentic memiliki tiga sisi, yaitu pengguna agent, bisnis yang menjual layanan, dan pengembang yang membangun teknologi untuk agent. Menurut perusahaan, AiFi menyediakan infrastruktur bagi seluruh kelompok tersebut.
USDC memainkan peran penting dalam sistem ini. AI agent dapat mengirim stablecoin tersebut secara langsung ketika membutuhkan layanan tertentu. Dengan demikian, proses transaksi dapat berjalan tanpa formulir pembayaran tradisional. Selain itu, pembayaran berbasis blockchain menghilangkan beberapa hambatan yang muncul pada sistem kartu kredit. Coinbase menyoroti bahwa model ini tidak memiliki risiko chargeback seperti pembayaran kartu.
Perusahaan juga menawarkan potensi imbal hasil bagi saldo USDC yang belum terpakai. Coinbase menyebut saldo tersebut dapat memperoleh reward sekitar 3,35 persen. Bagi perusahaan, AiFi menawarkan fungsi yang lebih luas dari sekadar pembayaran. Bisnis dapat mengelola dana, melakukan rekonsiliasi akun, dan menarik aset melalui akun yang sama.
Karena itu, Coinbase tidak hanya membangun jalur transaksi bagi AI agent. Perusahaan juga mencoba menciptakan sistem keuangan yang dapat mendukung aktivitas ekonomi otomatis dari awal hingga akhir.
Protokol x402 Permudah Pembayaran Antar Mesin
Protokol x402 menjadi komponen utama dalam strategi AiFi Coinbase. Teknologi ini memungkinkan AI agent membayar layanan secara langsung ketika membutuhkan data, komputasi, API, atau layanan digital lainnya.
Sistem tersebut menggunakan pembayaran on-chain sehingga transaksi dapat berlangsung secara transparan. Pada saat yang sama, biaya yang rendah membuat x402 cocok untuk pembayaran dalam nominal kecil.
Karakteristik ini penting karena AI agent dapat melakukan banyak transaksi dalam waktu singkat. Metode pembayaran tradisional sering kali tidak dirancang untuk pola aktivitas semacam itu.
Selain itu, AI agent tidak selalu memiliki identitas manusia yang cocok dengan sistem keuangan konvensional. Kripto menawarkan pendekatan berbeda karena aset digital dapat berpindah melalui alamat blockchain tanpa meminta identitas manusia pada setiap transaksi.
Pegiat kripto Doxie menyoroti aspek tersebut dalam tanggapannya terhadap AiFi. Menurutnya, AI membutuhkan kripto untuk menjalankan sebagian besar aktivitas keuangan karena aset kripto tidak bergantung pada keberadaan entitas manusia. Coinbase juga memperkenalkan CDP x402 SDK untuk membantu pengembang menggunakan teknologi tersebut. Perusahaan menyebut pengembang dapat menambahkan kemampuan pembayaran AI agent ke API atau MCP hanya dengan sekitar tiga baris kode.
Pendekatan tersebut menurunkan hambatan teknis bagi pengembang yang belum memahami x402 secara mendalam. Dengan begitu, lebih banyak layanan dapat menerima pembayaran dari AI agent.
Kemudahan integrasi juga dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem. Semakin banyak layanan yang mendukung x402, semakin luas pilihan yang dapat AI agent temukan dan gunakan secara mandiri.
AiFi Dorong Coinbase ke Persimpangan Kripto dan AI
Coinbase melihat pembayaran hanya sebagai salah satu bagian dari ekonomi berbasis AI. Setelah memiliki kemampuan membayar, AI agent juga membutuhkan pasar untuk menemukan layanan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Karena itu, perusahaan melihat x402 sebagai standar pembayaran terbuka yang dapat mendukung transaksi antar agent. AI agent dapat membeli layanan dari agent lain tanpa menunggu persetujuan manusia pada setiap transaksi.
Selanjutnya, kebutuhan modal juga menjadi bagian penting dalam perkembangan tersebut. Coinbase ingin mengambil posisi ketika AI agent membutuhkan akses terhadap aset digital untuk menjalankan tugas ekonomi.
Perusahaan menyebut keseluruhan konsep tersebut sebagai AI Finance atau AiFi. Istilah ini menggambarkan infrastruktur keuangan yang mendukung aktivitas ekonomi AI agent melalui aset digital dan blockchain.
Pertumbuhan transaksi x402 hingga pertengahan Agustus 2026 juga menunjukkan meningkatnya minat terhadap pembayaran antar mesin. Tren tersebut memberi Coinbase alasan untuk memperluas investasi pada sektor ini.
Selling to humans is so 2025.@CoinbaseBiz lets you accept USDC payments from AI agents with native x402 support, and no separate payment flow to build.
— Coinbase 🛡️ (@coinbase) August 15, 2026
– No chargeback risk
– 3.35% rewards on idle USDC
– Manage, reconcile, and cash out in one account https://t.co/jdiDiHXDwt
Namun, perkembangan AiFi juga membawa tantangan baru. AI agent membutuhkan aturan yang jelas untuk menentukan batas pengeluaran, keamanan dompet, serta izin ketika mengakses dana.
Di sisi lain, kemampuan melakukan transaksi otomatis dapat membuka model bisnis baru. Layanan digital dapat menagih AI agent berdasarkan penggunaan tanpa harus membuat sistem langganan tradisional.
Sebagai contoh, agent dapat membayar data, komputasi, analisis, atau akses API setiap kali membutuhkan layanan tersebut. Model ini dapat menciptakan ekonomi mikro yang berjalan dengan frekuensi transaksi sangat tinggi.
Coinbase mencoba mengambil posisi strategis dalam perubahan tersebut. Perusahaan tidak hanya menawarkan aset kripto, tetapi juga membangun infrastruktur pembayaran bagi ekonomi yang semakin mengandalkan mesin.






















