Hariankripto – Dua tokoh besar industri kripto menyampaikan pandangan mereka di Forum Ekonomi Dunia 2026 di Davos, Swiss. CEO Circle Jeremy Allaire dan Pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ) sama-sama meyakini bahwa stablecoin akan memainkan peran sentral dalam ekonomi digital masa depan terutama sebagai sistem pembayaran untuk AI agent.
Kedua pemimpin industri ini melihat keselarasan antara teknologi blockchain dan kecerdasan buatan sebagai peluang besar yang akan mengubah cara transaksi ekonomi dilakukan secara global.
Jeremy Allaire Prediksi Miliaran AI Agent Butuh Sistem Keuangan Berbasis Stablecoin
Jeremy Allaire menjelaskan bahwa generasi baru jaringan blockchain sedang merancang khusus untuk agentic compute. agentic compute merupakan komputasi yang AI agent jalankan secara mandiri. Circle saat ini membangun infrastruktur di jaringan ARK yang fokus pada kebutuhan ini.
Allaire memprediksi dalam tiga hingga lima tahun ke depan, dunia akan menyaksikan miliaran AI agent melakukan aktivitas ekonomi secara terus-menerus. Agent-agent ini membutuhkan sistem ekonomi, sistem keuangan, dan sistem pembayaran untuk beroperasi.
Menurutnya, tidak ada alternatif lain selain stablecoin yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut saat ini. Stablecoin menjadi satu-satunya teknologi yang dapat mengikuti kecepatan perubahan teknologi AI. Allaire menegaskan bahwa banyak pihak lain juga berkontribusi pada standar teknis untuk mendukung peningkatan sistem ekonomi digital ini.
CZ Sebut Kripto Jadi Mata Uang Native untuk AI Agent
Pendiri Binance CZ menyampaikan pandangan serupa di forum yang sama. Ia mengidentifikasi tiga area pertumbuhan besar di industri kripto: tokenisasi, pembayaran, dan AI.
CZ menjelaskan bahwa mata uang native untuk AI agent adalah kripto. AI agent tidak akan menggunakan kartu bank atau menggesek kartu kredit, mereka akan menggunakan blockchain kripto sebagai antarmuka teknologi paling natural.
Ia mengakui bahwa saat ini AI belum benar-benar menjadi “agent” dalam arti sebenarnya. AI belum membeli tiket atau membayar restoran untuk pengguna. Namun ketika AI mulai melakukan tugas-tugas tersebut, pembayaran akan dilakukan dalam kripto.
CZ juga menyoroti perkembangan menarik di sektor pembayaran. Keselarasan antara metode pembayaran tradisional dan kripto mulai terjadi dengan pengguna menggesek kartu, kripto terpotong dari akun mereka, dan merchant menerima dolar AS atau euro.
Tokenisasi Aset Negara Mulai Dilirik Pemerintah Global
Selain AI, CZ mengungkapkan bahwa tokenisasi menjadi fokus besar lainnya. CZ mengaku sedang berdiskusi dengan sekitar selusin pemerintah tentang tokenisasi aset negara. Pendekatan ini memungkinkan pemerintah merealisasikan keuntungan finansial lebih awal dan menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan industri terkait.
CZ mengakui bahwa pembayaran kripto belum sepenuhnya berhasil selama ini. Industri sudah mencoba, tetapi belum ada yang benar-benar membayar menggunakan kripto dalam kehidupan sehari-hari. Namun situasi ini mulai berubah dengan hadirnya jembatan antara sistem pembayaran tradisional dan kripto.
Kedua pemimpin industri sepakat bahwa stablecoin dan exchange tetap menjadi dua bisnis terbukti di ruang kripto saat ini. Keduanya melihat infrastruktur ini sebagai fondasi untuk pertumbuhan sektor AI dan pembayaran di masa depan.
Kesimpulan
Forum Ekonomi Dunia Davos 2026 menjadi panggung bagi dua tokoh kripto terkemuka untuk menyampaikan visi mereka. Jeremy Allaire dan CZ sepakat bahwa stablecoin akan menjadi tulang punggung ekonomi AI agent.
Dengan prediksi miliaran AI agent beroperasi dalam beberapa tahun ke depan, industri kripto mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung transformasi besar ini. Konvergensi antara AI, blockchain, dan sistem pembayaran tradisional membuka peluang baru yang belum pernah ada sebelumnya.























