Hariankripto – Bulan Juli sudah berlalu. Satu bulan ini, Bitcoin relatif lebih defensive, sementara Ethereum memiliki potensi catch-up rally, tetapi juga memiliki volatilitas yang lebih tinggi. Dengan kata lain, Juli belum memberikan sinyal “bull market penuh”. Namun, ia juga belum memberikan bukti kuat bahwa pasar telah memasuki fase bearish struktural.
Bitcoin Lebih Kuat , Tetapi Belum Bebas Dari Risiko
Untuk Bitcoin, skenario dasar tim HK adalah konsolidasi dengan kecenderungan bullish moderat, selama harga mampu mempertahankan area support utama dan arus dana institusional kembali menguat.
Tim HK melihat $62.000– $72.000 sebagai rentang utama yang perlu diperhatikan pada Agustus. Jika Bitcoin berhasil menembus dan bertahan di atas area resistance secara meyakinkan, momentum dapat berkembang menuju $75.000 – $82.000.
Namun, jika tekanan makro meningkat, ETF kembali mengalami arus keluar besar, atau imbal hasil obligasi AS melonjak, Bitcoin dapat kembali menguji area $55.000 – $62.000. Risiko terbesar bagi Bitcoin saat ini bukan semata-mata persoalan teknologi Bitcoin. Risiko terbesar adalah likuiditas global.
Ethereum: Lebih berisiko, tetapi berpotensi memberikan kejutan lebih besar
Ethereum menurut tim HK justru menjadi aset yang lebih menarik untuk diamati pada Agustus. Karena setelah mengalami periode underperformance, ETH memiliki ruang untuk melakukan catch-up rally apabila sentimen pasar membaik. Jika Bitcoin bergerak naik secara stabil, sebagian modal biasanya mulai mencari aset dengan beta lebih tinggi—dan Ethereum menjadi salah satu kandidat utama.
Skenario dasar tim HK menempatkan ETH di sekitar $1.800– $2.300, dengan peluang menuju $2.300– $3.000 apabila arus dana institusional meningkat dan aktivitas ekosistem Ethereum kembali menjadi katalis utama.
Bagaimana dengan Sejarah Agustus?
Data historis menunjukkan bahwa Agustus bukanlah bulan yang secara konsisten ramah terhadap Bitcoin. Analisis Bespoke Investment Group yang dikutip MarketWatch menyebutkan bahwa median kinerja Bitcoin pada Agustus secara historis sekitar -7,5%, dengan probabilitas bulan positif hanya sekitar 30%. September bahkan secara historis juga cenderung lemah.
Data historis bulanan juga dapat ditelusuri melalui basis data kinerja CoinGlass untuk Bitcoin dan Ethereum. Namun, angka rata-rata historis harus diperlakukan sebagai informasi statistik, bukan ramalan harga. Â Bitcoin tahun 2015 bukan Bitcoin tahun 2020. Dan Bitcoin tahun 2020 bukan Bitcoin tahun 2026.
Agustus 2017, misalnya, pasar masih berada dalam fase awal adopsi massal. Tahun 2020, dunia sedang menghadapi pandemi dan stimulus moneter yang luar biasa besar. Pada 2021, pasar berada dalam fase euforia DeFi dan NFT. Pada 2022, pasar menghadapi kenaikan suku bunga dan krisis likuiditas. Setelah hadirnya ETF spot, struktur pasar berubah semakin signifikan.
Faktor -faktor Penentu Yang Mempengaruhi Harga Bitcoin dan Ethereum
Dulu, harga Bitcoin terutama dipengaruhi oleh spekulasi investor ritel, berita regulasi, halving, perkembangan teknologi, sentimen komunitas, hingga aktivitas bursa kripto. Sekarang, daftar tersebut telah berkembang setidaknya oleh lima hal berikut ini.
1. Kebijakan Federal Reserve dan likuiditas global
Ini mungkin faktor paling penting untuk Agustus 2026.
Keputusan The Fed pada akhir Juli mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, sementara inflasi masih menjadi perhatian. Pasar juga menghadapi ketidakpastian lebih tinggi mengenai arah kebijakan berikutnya. Kalender resmi Federal Reserve menunjukkan bahwa tidak ada rapat FOMC reguler pada Agustus, tetapi pasar akan mencermati data ekonomi dan komunikasi bank sentral menjelang pertemuan September. Artinya, Agustus dapat menjadi bulan “menunggu dan membaca data”.
2. Arus dana ETF
Ini adalah perubahan struktural terbesar dalam pasar Bitcoin modern. Sekarang, seorang investor institusional tidak harus membeli Bitcoin secara langsung di bursa kripto. Ia dapat memperoleh eksposur melalui produk investasi yang teregulasi. Akibatnya, arus masuk dan keluar ETF menjadi salah satu indikator penting untuk membaca permintaan institusional. Jika ETF mencatat arus masuk kuat secara konsisten, Bitcoin mendapatkan sumber permintaan baru.
Sebaliknya, jika terjadi arus keluar besar, tekanan jual dapat meningkat. Juli menunjukkan bahwa permintaan institusional masih ada, tetapi belum konsisten. Inilah salah satu indikator yang paling penting untuk dipantau sepanjang Agustus.
3. Ethereum memasuki fase kompetisi institusional baru
Ethereum memiliki cerita yang berbeda dari Bitcoin. Bitcoin semakin dipandang sebagai digital store of value, sedangkan Ethereum harus membuktikan dirinya sebagai infrastruktur ekonomi digital.
Pertumbuhan DeFi, tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets), stablecoin, Layer-2, dan staking akan menentukan apakah ETH mampu menghasilkan permintaan yang lebih fundamental.
Penelitian terbaru mengenai ekosistem Ethereum juga menunjukkan bahwa perkembangan Layer-2 dan peningkatan kapasitas jaringan telah mengubah struktur biaya dan aktivitas jaringan secara signifikan. Namun, tantangan Ethereum adalah memastikan bahwa peningkatan efisiensi tersebut juga menghasilkan nilai ekonomi yang kembali kepada token ETH.
4. Regulasi
Pasar kripto semakin dipengaruhi oleh regulator. Regulasi yang semakin jelas dapat meningkatkan legitimasi dan membuka jalan bagi masuknya institusi. Namun, regulasi yang terlalu ketat dapat mengurangi likuiditas dan membatasi inovasi.
Karena itu, trader Indonesia sebaiknya tidak hanya membaca berita Bitcoin. Perhatikan juga perkembangan regulasi di Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara Asia utama.
5. Sentimen dan pasar derivatif
Satu faktor yang sering dilupakan trader pemula adalah leverage. Harga Bitcoin dapat bergerak naik bukan hanya karena pembelian spot, tetapi juga karena posisi long yang menggunakan leverage.
Sebaliknya, ketika harga turun dan posisi leverage mulai terlikuidasi, penurunan dapat berubah menjadi cascade liquidation.
Karena itu, untuk Agustus, trader sebaiknya mengamati: Open interest, funding rate, liquidations, volume spot dan ETF flows. Kelima indikator tersebut sering memberikan gambaran yang lebih lengkap daripada sekadar melihat candlestick.
Jadi, Bitcoin atau Ethereum?
Jika tujuan Anda adalah menjaga risiko relatif lebih rendah dalam pasar kripto, tim HK masih melihat Bitcoin sebagai pilihan utama.
Jika tim HK harus memberikan satu kesimpulan utama bagi trader Indonesia, maka kesimpulan tim HK adalah: Agustus 2026 berpotensi menjadi bulan konsolidasi dengan peluang bullish yang selektif, tetapi belum cukup kuat untuk disebut sebagai awal reli besar yang pasti.
Pada Agustus 2026, tim HK akan mengamati lima hal secara berurutan: arus ETF, kebijakan The Fed dan data inflasi, imbal hasil obligasi AS, kekuatan dolar AS, serta struktur leverage pasar kripto.
Jika kelima faktor tersebut bergerak searah positif, Bitcoin berpotensi memimpin kenaikan dan Ethereum berpotensi mengejar dengan beta yang lebih tinggi. Namun jika likuiditas global mengetat dan arus ETF berbalik negatif, sejarah Agustus yang kurang bersahabat dapat kembali menemukan relevansinya. Ketika artikel ini rilis harga Bitcoin berada di $63.053 sedangkan harga Ethereum berada di $1.854
Bagi trader Indonesia, Agustus mungkin bukan tentang pertanyaan “Bitcoin akan naik atau turun?” Pertanyaan yang lebih tepat adalah: “Apakah kita sedang berada di awal gelombang baru, atau hanya melihat reli sementara sebelum koreksi berikutnya?” Jawabannya ada di berbagai faktor yang mempengaruhi arus uang global.
























