Hariankripto – Adopsi Bitcoin di Swiss kembali berkembang setelah BancaStato membuka layanan perdagangan aset kripto bagi nasabahnya. Bank kantonal tersebut menggandeng Sygnum dan Avaloq untuk menghadirkan akses kripto melalui aplikasi web serta mobile banking.
Nasabah BancaStato kini dapat membeli, menyimpan, dan menjual Bitcoin, Ether, Litecoin, serta Solana dalam satu aplikasi. Mereka tidak perlu memindahkan dana ke bursa kripto eksternal atau membuka akun pada platform perdagangan terpisah.
BancaStato melayani wilayah Ticino di bagian selatan Swiss. Pemerintah Kanton Ticino mendirikan bank tersebut pada 1915 untuk mendukung perekonomian daerah dan menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat setempat.
BancaStato Membawa Empat Aset Kripto ke Aplikasi Bank
BancaStato menawarkan Bitcoin, Ether, Litecoin, dan Solana pada tahap awal peluncuran. Nasabah dapat memasukkan order berdasarkan jumlah aset atau nilai transaksi dalam dolar Amerika Serikat.
Selanjutnya, aplikasi BancaStato menampilkan aset digital bersama saham, obligasi, dana investasi, dan kepemilikan tradisional lainnya. Pendekatan tersebut membantu nasabah memantau seluruh portofolio melalui satu antarmuka.
JUST IN:🇨ðŸ‡$29B Swiss bank BancaStato launches crypto trading, offering BTC, ETH, LTC, and SOL.
— Coin Bureau (@coinbureau) July 23, 2026
Customers holding $15.2 BILLION in deposits can now buy, hold, and sell crypto directly inside its banking app. pic.twitter.com/A1SYju4Xj6
Bank juga mempertahankan proses transaksi dalam ekosistem perbankannya. Karena itu, nasabah tidak perlu menghubungkan dompet eksternal atau mengirim dana menuju platform lain sebelum membeli kripto.
Langkah tersebut membuat akses aset digital terasa serupa dengan perdagangan instrumen investasi konvensional. Namun, BancaStato tetap meminta nasabah memahami volatilitas, risiko likuiditas, dan potensi perubahan nilai yang tajam sebelum melakukan transaksi.
Peluncuran ini menunjukkan perubahan strategi bank tradisional di Swiss. Sebelumnya, investor sering memakai bursa kripto untuk memperoleh Bitcoin dan aset digital lain. Kini, bank mulai membawa layanan tersebut langsung ke saluran perbankan yang sudah nasabah kenal.
Sygnum dan Avaloq Menopang Infrastruktur Perdagangan
BancaStato memakai platform business-to-business milik Sygnum untuk menjalankan perdagangan dan kustodian aset kripto. Sementara itu, Avaloq menyediakan sistem inti perbankan yang menghubungkan layanan tersebut dengan aplikasi BancaStato.
Integrasi itu menghubungkan API Sygnum langsung dengan sistem Avaloq. Dengan demikian, BancaStato tidak perlu membangun sistem manajemen order secara terpisah.
Model tersebut mengurangi kerumitan operasional sekaligus membantu bank meningkatkan kapasitas layanan. Selain itu, BancaStato dapat menyesuaikan fungsi perdagangan dengan kebijakan risiko dan kebutuhan internal.
Sygnum menangani eksekusi transaksi serta menjaga aset digital milik nasabah melalui infrastruktur kustodian institusional. Perusahaan tersebut memakai lapisan kontrol perangkat keras, perangkat lunak, tata kelola internal, dan audit eksternal untuk melindungi aset.
Sygnum juga menempatkan aset nasabah di luar neraca perusahaan sesuai ketentuan hukum. Struktur itu memberikan perlindungan tambahan apabila penyedia kustodian menghadapi masalah keuangan atau kebangkrutan.
Pada saat yang sama, sistem Avaloq membantu BancaStato menyatukan portofolio tradisional dan digital. Nasabah pun dapat melihat kedua jenis aset melalui saluran perbankan yang sama.
Langkah BancaStato Memperluas Adopsi Kripto Swiss
BancaStato menjadi bank pertama dalam lingkungan Software-as-a-Service Avaloq yang menawarkan pembelian, penyimpanan, dan penjualan kripto melalui koneksi API langsung dengan Sygnum.
Fritz Jost selaku Chief B2B Officer Sygnum menilai peluncuran tersebut sebagai langkah penting bagi perkembangan infrastruktur aset digital yang teregulasi. Menurutnya, bank semakin membutuhkan layanan berbasis API yang dapat terhubung langsung dengan sistem perbankan inti.
Curzio De Gottardi dari BancaStato juga menyatakan bahwa integrasi aset tradisional dan aset digital memperkuat kesiapan layanan bank untuk menghadapi perubahan kebutuhan investor. BancaStato memilih Sygnum karena perusahaan tersebut memiliki keahlian perbankan kripto dan infrastruktur kustodian yang kuat.
Selain itu, Christian Haux dari Avaloq menilai proyek tersebut menunjukkan kemampuan bank dalam merespons kebutuhan investor tanpa memisahkan berbagai layanan keuangan ke dalam banyak platform.
Kerja sama ini juga memperkuat posisi Swiss sebagai pusat layanan aset digital teregulasi. Sygnum telah menyediakan infrastruktur kripto bagi lebih dari 25 bank dan lembaga keuangan internasional.
Meski begitu, kemudahan akses tidak menghilangkan risiko investasi. Harga Bitcoin, Ether, Litecoin, dan Solana dapat bergerak tajam dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, nasabah tetap perlu menyesuaikan keputusan dengan kemampuan finansial dan tingkat toleransi risiko.
Pada akhirnya, langkah BancaStato memperlihatkan bahwa bank tradisional mulai menganggap kripto sebagai bagian dari layanan investasi modern. Integrasi Sygnum dan Avaloq juga menunjukkan bahwa institusi keuangan dapat menawarkan aset digital tanpa mengubah seluruh sistem perbankan yang sudah berjalan.

























