Hariankripto – Bitcoin kembali menjadi perhatian pasar setelah harga aset kripto terbesar tersebut menembus area 72.000 dolar AS. Kenaikan ini terjadi setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat (U.S. Treasury) mengumumkan rencana peningkatan pembelian kembali obligasi.
🚨PETER SCHIFF CALLS BITCOIN’S $72K RALLY A FAKEOUT!
— Crypto Banter (@crypto_banter) August 20, 2026
Longtime Bitcoin critic @PeterSchiff says the move above $72K is not a breakout but a fakeout triggered by the surprise U.S. Treasury long-end buyback announcement.
He argues Bitcoin investors who expected easy money to lift… pic.twitter.com/0tFDGmdOMk
🚨PETER SCHIFF CALLS BITCOIN’S $72K RALLY A FAKEOUT!
— Crypto Banter (@crypto_banter) August 20, 2026
Longtime Bitcoin critic @PeterSchiff says the move above $72K is not a breakout but a fakeout triggered by the surprise U.S. Treasury long-end buyback announcement.
He argues Bitcoin investors who expected easy money to lift… pic.twitter.com/0tFDGmdOMk
Namun, tidak semua pihak melihat penguatan Bitcoin sebagai sinyal positif. Ekonom Peter Schiff justru menilai kenaikan tersebut hanya sebuah jebakan pasar dan meminta investor menjual Bitcoin untuk membeli emas.
Bitcoin Naik ke Level Tertinggi dalam 11 Minggu
Pada 19 Agustus, U.S. Treasury mengumumkan peningkatan jumlah pembelian kembali obligasi menjadi minimal 4 miliar dolar AS untuk setiap operasi mulai 9 September. Kebijakan tersebut meningkatkan likuiditas pasar dan mendorong minat investor terhadap aset berisiko.
Akibat sentimen tersebut, Bitcoin mencatat kenaikan signifikan hingga mencapai level sekitar 72.000 dolar AS. Harga tersebut menjadi level tertinggi Bitcoin dalam 11 minggu terakhir.
Selain itu, pasar melihat kebijakan tersebut sebagai tanda bahwa likuiditas global mulai kembali meningkat. Kondisi ini biasanya memberikan dorongan bagi aset seperti Bitcoin yang memiliki sensitivitas terhadap aliran modal.
Peter Schiff Anggap Kenaikan Bitcoin Hanya Sementara
Meskipun Bitcoin menunjukkan penguatan, Peter Schiff memiliki pandangan berbeda. Melalui akun X, ia menyebut kenaikan Bitcoin di atas 72.000 dolar AS hanya sebuah fakeout atau pergerakan palsu, bukan tanda dimulainya tren kenaikan baru.
Schiff mengatakan pengumuman pembelian kembali obligasi dari Treasury memang mengejutkan pasar. Namun, ia menilai investor Bitcoin hanya mendapatkan sebagian manfaat dari kondisi tersebut.
Bitcoin's rally above $72K is a fakeout, not a breakout. The Treasury buyback announcement caught markets by surprise. Bitcoin investors have long believed a return to easy money would be the catalyst for gold and Bitcoin to soar. They are only half right. Sell Bitcoin, buy gold.
— Peter Schiff (@PeterSchiff) August 20, 2026
Menurutnya, investor selama ini berharap kebijakan uang longgar dapat mendorong kenaikan Bitcoin dan emas secara bersamaan. Akan tetapi, Schiff menganggap hanya emas yang akan mendapatkan keuntungan lebih besar dari situasi tersebut.
Karena itu, ia menyarankan investor untuk menjual Bitcoin dan mengalihkan dana mereka ke emas. Pandangan tersebut kembali memperlihatkan keyakinannya bahwa emas masih menjadi aset lindung nilai terbaik dibandingkan aset kripto.
Komunitas Kripto Balik Mengkritik Pernyataan Schiff
Pernyataan Peter Schiff kembali mendapatkan respons dari komunitas kripto. Banyak pengguna X mengingatkan bahwa Schiff sudah lama memberikan pandangan negatif terhadap Bitcoin.
Analis makro dengan akun @InTheAssembly menyebut Schiff terus memberikan rekomendasi membeli emas sejak harga Bitcoin masih berada di bawah 1.000 dolar AS. Ia menilai pandangan Schiff tidak berubah meskipun Bitcoin terus mencatat pertumbuhan besar.
Selain itu, pengguna bernama TedPillows hanya memberikan emoji dinosaurus sebagai respons terhadap pernyataan Schiff. Reaksi tersebut menggambarkan sindiran terhadap pandangan lama Schiff mengenai Bitcoin.
Bitcoin Tetap Menguat di Tengah Kritik
Terlepas dari komentar Peter Schiff, Bitcoin tetap menunjukkan performa positif. Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berada di sekitar 72.000 dolar AS dengan kenaikan mencapai 5,6 persen dalam 24 jam terakhir.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar masih memberikan respons positif terhadap peningkatan likuiditas dan sentimen ekonomi global.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat. Pergerakan likuiditas, suku bunga, dan kondisi ekonomi dapat memengaruhi arah Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan.























