Hariankripto.id – Bitcoin yang baru saja tembus rekor baru 124.400 dollar langsung terjun bebas ke bawah 120.000 dollar. Ethereum, XRP dan koin lainnya ikut babak belur akibat data inflasi Amerika yang bikin panik!
Hari ini pasar kripto mengalami guncangan hebat. Bitcoin yang tadi pagi masih merayakan rekor tertinggi baru di $124.400 , mendadak anjlok ke bawah level $119.000 . Tidak hanya Bitcoin, seluruh koin kripto ikut merah semua.
Yang bikin situasi makin parah, dalam waktu kurang dari 4 jam saja, posisi trading senilai $643 juta dipaksa tutup alias likuidasi. Angka ini fantastis dan jadi salah satu likuidasi terbesar tahun ini.
Data Inflasi Amerika Jadi Biang Kerok
Penyebab utama kehancuran pasar kripto kali ini adalah data inflasi produsen Amerika atau PPI (Producer Price Index) bulan Juli 2025 yang keluar lebih tinggi dari perkiraan.
Data PPI tahunan mencapai 3,3%, padahal para ahli ekonomi memperkirakan hanya 3,0%. Yang lebih parah lagi, PPI bulanan naik 0,9% – ini yang tertinggi dalam 2 tahun terakhir sejak Juni 2022.
Data inflasi yang tinggi ini bikin investor khawatir karena bisa menunda rencana pemotongan suku bunga bank sentral Amerika di bulan September. Padahal selama ini pasar kripto sudah menantikan pemotongan suku bunga tersebut.
Bahkan Presiden Donald Trump sudah menekan Jerome Powell selaku ketua bank sentral Amerika untuk segera turunkan suku bunga. Tapi dengan data inflasi yang masih tinggi begini, kemungkinan pemotongan suku bunga jadi tidak pasti.
Kerugian Trader Mencapai 1 Miliar Dollar
Menurut data dari CoinGlass, total kerugian trader dalam 24 jam terakhir mencapai 1,04 miliar dollar dan menimpa 218.017 trader. Dari jumlah tersebut, $643 juta hilang hanya dalam 4 jam saja.
Yang paling parah, $574.46 juta berasal dari posisi beli atau long yang dipaksa tutup. Artinya, banyak trader yang yakin harga akan naik malah kena hajar telak.
Ethereum jadi yang paling banyak kena dampak dengan kerugian $215,88 Juta dalam waktu 4 jam. Bitcoin menyusul dengan kerugian $127,02 juta dollar, kemudian XRP dan koin lainnya.

Kerugian terbesar dalam sekali trading terjadi di bursa Bybit, dimana satu trader kehilangan 10 juta dollar dari posisi beli Bitcoin. Ini menunjukkan betapa ganasnya pergerakan harga hari ini.
Tanda-Tanda Sudah Terlihat Sebelumnya
Sebetulnya para analis sudah memperingatkan kemungkinan koreksi besar ini. Kenaikan harga yang terlalu cepat dan tingkat keserakahan yang tinggi di pasar kripto menciptakan kondisi yang rawan untuk jual massal.
Data ekonomi makro seperti inflasi memang selalu punya dampak besar terhadap aset berisiko tinggi seperti kripto. Ketika harapan pemotongan suku bunga terancam, investor biasanya kabur dari investasi berisiko.
Untuk ke depannya, pasar kripto kemungkinan masih akan bergejolak sampai ada kepastian tentang kebijakan suku bunga Amerika. Tapi dalam jangka panjang, adopsi dan minat institusi terhadap aset digital masih tetap kuat.
Bagi investor, momen seperti ini bisa jadi kesempatan untuk beli di harga murah bagi mereka yang punya strategi jangka panjang. Yang penting selalu pakai manajemen risiko yang baik dan jangan pakai utang berlebihan untuk trading kripto.

























