Hariankripto – PT Uang Digital yang menaungi Akademi Crypto mengganti nama pemiliknya tidak lama setelah dugaan kontroversi pernyataan “gym goblok” menyebar luas. Langkah ini langsung mengundang berbagai pembicaraan dan spekulasi oleh komunitas kripto di Indonesia.
Sebelumnya, kepemilikan PT UANG DIGITAL (Akademi Crypto) tercatat oleh Timothy Ronald bersama Kalimasada. Struktur kepemilikan ini menunjukkan bahwa Timothy masih memegang kendali penuh atas bisnis edukasi kripto yang ia rintis.
Kondisi berubah setelah dugaan kontroversi pernyataan “gym goblok” yang viral di live streaming youtube Muhammad Jannah A.K.A bigmoskyy. Berdasarkan cuitan di X dari username @profesor_saham, struktur kepemilikan PT UANG DIGITAL tiba-tiba mengalami perubahan signifikan. Nama Melia** dan Jafr** kini tercatat sebagai pemilik baru, menggantikan nama Timothy Ronald dan Kalimasada.
Perubahan ini terjadi dalam waktu singkat dan tanpa ada penjelasan resmi kepada publik. Kecepatan pergantian ini membuat banyak orang bertanya-tanya tentang alasan sebenarnya.
Pergantian kepemilikan yang terjadi begitu cepat langsung memicu berbagai spekulasi. Komunitas dan pengamat industri kripto ramai mendiskusikan kemungkinan motif di balik langkah tersebut.
Beberapa dugaan yang berkembang di publik meliputi:
Sampai saat ini, baik Timothy Ronald maupun pihak PT UANG DIGITAL belum memberikan klarifikasi resmi. Publik masih menantikan penjelasan lebih lanjut mengenai perubahan kepemilikan ini.
Timothy Ronald tidak lahir sebagai orang kaya. Ia memulai perjalanan bisnisnya dengan menjual sedotan stainless untuk mengumpulkan modal investasi. Usaha pertamanya memang gagal, tapi kegagalan itu justru membakar semangatnya untuk bangkit.
Setelah mempelajari Facebook Ads, Timothy menemukan formula suksesnya. Ia membeli sedotan seharga Rp3.000 dan menjualnya Rp28.000 per buah. Strategi ini langsung meledak di pasaran dan mengantarkannya meraih omzet Rp1 miliar pertama.
Timothy tidak berhenti di situ. Ia mengembangkan modalnya melalui Livestock Money, Akademi Crypto, dan investasi besar di Bitcoin sejak 2016. Portofolionya semakin gemuk dengan kepemilikan saham BBRI, ARTO, bagian di Holywings Group, serta klub basket Bumi Borneo. Total asetnya kini diperkirakan mencapai triliunan rupiah di usia yang masih sangat muda.
Menariknya, Timothy juga mengemban misi sosial. Ia bertekad membangun 1.000 sekolah di Indonesia dan sudah mewujudkan lima di antaranya.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.