Hariankripto – Skandal Terra-Luna kembali mencuat ke permukaan! Kali ini, salah satu perusahaan trading terbesar di Wall Street menjadi pusat perhatian. Jane Street, firma trading raksasa, menghadapi gugatan hukum terkait keruntuhan ekosistem Terra Luna pada 2022. Perusahaan ini dituduh menggunakan informasi orang dalam untuk meraup keuntungan saat pasar kripto kolaps.
Todd Snyder, likuidator yang ditunjuk pengadilan untuk menangani Terraform Labs, mengajukan gugatan di pengadilan federal New York. Gugatan tersebut menuduh Jane Street memiliki akses ke informasi non-publik dan menggunakannya untuk front-run perdagangan kunci selama kolapsnya TerraUSD (UST). Tindakan ini memberikan keuntungan tidak adil bagi Jane Street, sementara investor biasa dan kreditor menderita kerugian besar.
Jane Street Dituduh Manipulasi Pasar Saat Terra Collapse
Tuduhan utama berfokus pada peristiwa 7 Mei 2022. Gugatan menyebutkan bahwa Terraform diam-diam menarik 150 juta UST dari Curve 3pool. Dalam hitungan menit, wallet yang diduga terkait dengan Jane Street langsung menarik 85 juta UST tambahan dari pool likuiditas yang sama.
Snyder berpendapat bahwa informasi ini tidak bersifat publik pada saat itu. Dia menyatakan Jane Street bertindak dengan pengetahuan sebelumnya tentang langkah Terraform. Gugatan menggambarkan aktivitas ini sebagai upaya “memanipulasi pasar” yang menyebabkan kejatuhan paling dramatis dalam sejarah kripto.
The Office of the Terraform Labs Plan Administrator has filed a lawsuit against Jane Street, alleging insider trading, market manipulation, and deceptive trading practices that contributed to the May 2022 collapse of Terraform Labs.
— Terra 🌍 Powered by LUNA 🌕 (@terra_money) February 24, 2026
The complaint details how Jane Street…
Jane Street membantah semua tuduhan. Firma trading ini menyatakan bahwa keruntuhan Terra karena kesalahan manajemen dan penipuan oleh kepemimpinan Terraform sendiri, bukan karena insider trading.
Komunikasi internal juga menjadi sorotan. Gugatan mengklaim bahwa mantan karyawan Terraform yang kemudian bergabung dengan Jane Street tetap menjaga kontak dengan orang dalam Terraform. Gugatan menyebutkan diskusi internal sensitif mungkin dibagikan melalui saluran komunikasi pribadi.
Jump Trading, perusahaan trading besar lainnya, juga disebut dalam kasus ini. Snyder sebelumnya telah menggugat Jump, menuduh firma tersebut memiliki perjanjian rahasia untuk membantu mendukung UST sebelum keruntuhannya.
Keruntuhan Terra Menghanguskan 40 Miliar Dolar dari Pasar Crypto
Terraform Labs, yang Do Kwon dirikan runtuh pada Mei 2022 setelah UST kehilangan patokan dolarnya. Kejatuhan ini menghapus lebih dari 40 miliar dolar dalam nilai pasar dan memicu kerugian luas di seluruh industri cryptocurrency.
Keruntuhan Terra-Luna mengguncang seluruh ekosistem crypto. Ribuan investor kehilangan tabungan mereka dalam waktu singkat. UST yang merupakan stablecoin tiba-tiba runtuh, menciptakan efek domino yang merusak kepercayaan pasar kripto kala itu.
Terraform akhirnya mengajukan kebangkrutan setelah keruntuhan tersebut. Do Kwon pun ditangkap dan kemudian dijatuhi hukuman penjara di Amerika Serikat. Kasus ini menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah cryptocurrency.
Todd Snyder kini bekerja untuk memulihkan dana bagi kreditor dan investor yang mengalami kerugian. Gugatan terhadap Jane Street adalah bagian dari upaya tersebut. Likuidator berharap dapat mengambil kembali keuntungan yang diduga diperoleh secara tidak adil selama masa krisis.
Eksposur Bitcoin Jane Street Melonjak 473 Persen, Menuai Kontroversi
Jane Street tiba-tiba meningkatkan eksposur Bitcoin secara drastis. Firma trading ini melaporkan peningkatan kepemilikan saham MicroStrategy (MSTR) sebesar 473 persen dalam satu kuartal. Jane Street kini memegang lebih dari 951.000 saham dengan nilai sekitar 124 juta dolar.
Timing peningkatan ini menarik perhatian komunitas crypto. MicroStrategy adalah perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar, sehingga sahamnya sering digunakan sebagai proxy untuk eksposur Bitcoin.
Beberapa komentator online sebelumnya menuduh institusi besar mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin di sekitar jam trading tertentu. Peningkatan tajam kepemilikan Jane Street menambah spekulasi tentang strategi trading institusional di pasar kripto.
Kasus Jane Street menunjukkan bahwa regulasi dan pengawasan di pasar cryptocurrency masih menjadi isu penting. Gugatan ini dapat membuka preseden baru tentang bagaimana firma trading besar harus beroperasi di ekosistem kripto.
Komunitas kripto menunggu hasil gugatan ini dengan cermat. Jika Jane Street terbukti bersalah, ini akan menjadi peringatan keras bagi institusi Wall Street lainnya yang beroperasi di pasar kripto. Transparansi dan keadilan pasar menjadi pertaruhan utama dalam kasus ini.
Kesimpulan
Jane Street menghadapi gugatan serius terkait keruntuhan Terra-Luna senilai 40 miliar dolar. Firma trading Wall Street ini dituduh menggunakan informasi insider untuk front-run perdagangan saat UST kolaps pada Mei 2022.
Gugatan oleh likuidator Terraform Labs menuduh Jane Street menarik 85 juta UST dari Curve pool tepat setelah Terraform menarik 150 juta UST. Jane Street membantah semua tuduhan, sementara eksposur Bitcoin mereka yang melonjak 473 persen menambah kontroversi.

























