Hariankripto – Elon Musk kembali memancing reaksi pasar kripto. Pada 30 Maret, ia mengunggah video anime bertema Bitcoin hasil buatan Grok. Dalam hitungan jam, video itu meraih 11 juta penayangan dan langsung memicu berbagai spekulasi di komunitas kripto. Banyak pengguna X, termasuk pegiat kripto menganggap unggahan itu sebagai sinyal bullish untuk Bitcoin, meski Musk sendiri tidak menulis komentar apa pun soal harga atau ajakan membeli.
Situasi ini membuat pengguna X bertanya-tanya. Apakah Musk memang sedang memberi kode soal Bitcoin, atau ia hanya sedang memamerkan kemampuan AI Grok?
Elon Musk Sebenarnya Tidak Membahas Harga Bitcoin
Semua bermula dari balasan seorang pengguna terhadap unggahan Musk sebelumnya. Pengguna itu mengirim gambar statis karakter anime dengan kostum bertema Bitcoin lalu meminta Musk untuk membuatnya bergerak. Musk menanggapi permintaan itu dengan video singkat hasil generasi Grok, lalu menambahkan kalimat sederhana, Here you go.
Here you go https://t.co/TqtVljakd0
— Elon Musk (@elonmusk) March 30, 2026
Dari isi unggahan itu, Musk sebenarnya tidak membahas Bitcoin secara langsung. Ia tidak memberi target harga, tidak menyebut tren pasar, dan tidak mengajak orang membeli aset kripto. Ia hanya menunjukkan hasil kemampuan Grok dalam membuat video AI dengan cara yang khas, singkat, dan penuh ambiguitas.
Namun, komunitas kripto langsung mengisi ruang kosong tersebut dengan berbagai tafsir. Sebagian pengguna menulis bahwa bull run telah dimulai. Sebagian lain bertanya apakah Musk kembali optimistis terhadap Bitcoin. Bahkan ada trader yang memanfaatkan momentum itu untuk mempromosikan token berbasis Solana bernama ANIME, yang sempat menyentuh kapitalisasi pasar $3,4 juta sebelum turun ke sekitar $2,2 juta .
Pengguna X Heboh, Tetapi Harga Bitcoin Tetap Tenang
Meski unggahan itu viral, harga Bitcoin nyaris tidak bergerak. Saat video tersebut beredar, Bitcoin berada di sekitar $67.428, naik sekitar 1,06 persen dalam 24 jam terakhir. Tidak ada lonjakan tajam dan tidak ada penurunan besar setelah unggahan muncul.
Respons harga yang tenang ini justru menarik. Pada masa lalu, unggahan Musk sering menggerakkan harga di pasar kripto dengan cepat. Tahun 2021, cuitan musk tentang Dogecoin ikut mendorong kenaikan harga aset tersebut. Lalu di tahun 2018, unggahannya tentang membeli Bitcoin sampai membuat akunnya sempat terkunci karena dianggap diretas.
Kali ini, pegiat ataupun trader kripto tampaknya membaca konteks dengan lebih cepat. Pelaku pasar melihat bahwa unggahan itu lebih mirip demonstrasi fitur Grok daripada dukungan langsung terhadap Bitcoin. Karena itu, harga tidak bereaksi secara berlebihan seperti sebelumnya.
Bitcoin Bukan Koin Favorit Musk untuk Bermain Citra
Jika melihat rekam jejaknya, Musk lebih sering membangun citra publik yang dekat dengan Dogecoin daripada Bitcoin. Musk sudah lama memakai persona Dogefather untuk memperkuat hubungan simbolis dengan DOGE. Pada Maret lalu, ia bahkan mengunggah video AI bergaya The Godfather sambil memegang Shiba Inu. Unggahan itu juga menarik jutaan penonton.
Sebaliknya, hubungan Musk dengan Bitcoin terlihat lebih praktis daripada emosional. Tesla pernah membeli Bitcoin senilai 1,5 miliar dolar pada Februari 2021. Perusahaan itu sempat menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran selama 49 hari, lalu menghentikannya karena isu konsumsi energi. Setelah itu, Tesla menjual sekitar 75 persen kepemilikannya pada 2022.
Meski demikian, Tesla masih memegang 11.509 BTC yang nilainya mendekati 800 juta dolar. SpaceX juga masih memiliki 8.285 BTC dengan nilai sekitar 584 juta dolar. Sampai tahun 2026 ini, belum ada laporan bahwa dua perusahaan tersebut menjual kepemilikan Bitcoin mereka. Fakta ini menunjukkan bahwa Bitcoin tetap penting bagi Musk di level neraca perusahaan, walau Dogecoin lebih sering ia gunakan untuk membangun karakter publik.
X Money Bisa Jadi Petunjuk yang Lebih Penting
Di balik ramainya meme dan spekulasi, ada hal lain yang sebenarnya lebih menarik. Platform pembayaran X Money milik Musk dijadwalkan mulai membuka akses publik awal pada April 2026. Produk ini akan menyediakan transfer antar pengguna, setoran bank, kartu debit berbasis Visa, cashback, dan imbal hasil 6 persen atas saldo melalui Cross River Bank. X Money juga sudah mengantongi lisensi di 41 negara bagian Amerika Serikat.
Pada tahap awal, X Money masih fokus pada fiat. Platform ini belum menyediakan wallet kripto dan belum mengonfirmasi dukungan untuk Bitcoin, Dogecoin, atau aset digital lain. Meski begitu, ada beberapa petunjuk yang membuat pasar terus memperhatikan arah pengembangannya.
X baru saja merekrut Benji Taylor sebagai kepala desain. Taylor dikenal sebagai pendiri wallet self-custody Family yang kemudian diakuisisi oleh Aave, dan ia juga pernah memimpin desain di jaringan Base milik Coinbase. Selain itu, kepala produk X, Nikita Bier, pernah menyatakan bahwa alat perdagangan kripto dan saham akan hadir melalui fitur Smart Cashtags, walau X tidak akan bertindak sebagai broker.
Semua hal itu memang belum membuktikan integrasi kripto ke X Money. Namun, langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa peluang itu masih terbuka. Karena itu, unggahan video anime Bitcoin dari Musk mungkin bukan sinyal bullish yang disengaja. Meski begitu, pasar tetap sulit mengabaikannya karena ia punya sejarah panjang dalam menggerakkan sentimen hanya lewat satu unggahan.
Pada akhirnya, jawaban paling jujur adalah ini. Video tersebut kemungkinan besar hanya demo Grok yang kebetulan memakai tema Bitcoin. Namun, ketika yang mengunggah adalah Elon Musk, pasar akan selalu mencoba membaca lebih jauh. Pertanyaannya sekarang bukan apakah unggahan itu bullish, melainkan apakah unggahan berikutnya akan membawa pesan yang lebih jelas.























