Hariankripto – Di panggung XRP Australia Sydney 2026 pada 27 Februari, Ripple membawa pesan yang terdengar sederhana, tetapi dampaknya besar. CTO Ripple David Schwartz menilai industri sedang berada di ambang gelombang adopsi institusi yang kuat. Ia percaya gelombang ini akan membuka jalan bagi adopsi retail secara massal.
Schwartz tidak bicara sekadar teori. Ia menekankan bahwa blockchain harus terhubung dengan sistem keuangan yang sudah ada. Nilai terbesar ada di sana, bukan di ekosistem baru yang dibangun terpisah.
Ripple Sudah Tanam 550 Juta USD di XRPL Sejak 2017
CEO Ripple Brad Garlinghouse menyorot investasi Ripple sekitar 550 juta USD ke proyek-proyek XRPL sejak 2017. Ia memakai angka itu untuk menunjukkan bahwa XRPL tidak hanya hidup dari narasi pasar. Ripple mendorong proyek yang berorientasi pemakaian nyata, terutama untuk pembayaran dan tokenisasi aset.
Garlinghouse juga menyampaikan rencana pendanaan yang lebih dipimpin komunitas mulai tahun depan. Ia menyebut model seperti DAO sebagai salah satu arah yang ingin dibuka. Skema ini bisa memberi komunitas jalur pendanaan yang lebih mandiri.
Di saat yang sama, Garlinghouse mengakui kritik soal desentralisasi XRPL masih sering muncul. Ia tidak menepis kritik itu. Namun ia tetap optimistis XRPL akan relevan, terutama untuk use case yang butuh kecepatan dan kepastian seperti pembayaran dan tokenisasi.
Kenapa Adopsi Institusi Harus Datang Dulu Menurut David Schwartz
Schwartz mengatakan banyak orang di kripto dulu mengira retail adalah gelombang terbesar. Ia melihat urutannya berbeda. Ia menilai adopsi institusi justru menjadi prasyarat sebelum retail benar-benar masuk.
Ia menjelaskan alasannya dengan logika yang mudah dipahami. Anda tidak bisa membangun sistem keuangan baru dari nol sambil mengabaikan sistem yang sekarang, karena semua uang dan nilai nyata berada di sana. Ada triliunan USD nilai di sistem keuangan eksisting. Blockchain harus “datang ke tempat nilai itu berada”.
Schwartz juga menyinggung janji industri seperti banking the unbanked. Ia ingin janji itu benar-benar terjadi, bukan sekadar slogan. Orang yang tidak punya akses bank tetap harus bisa memakai uangnya untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka perlu bisa belanja, bayar tagihan, dan memakai layanan yang terhubung luas. Karena itu, konektivitas institusional menjadi kunci.
Schwartz melihat satu sampai dua tahun ke depan sebagai fase penting. Ia yakin gelombang adopsi institusi ini akan menyiapkan jalur agar retail bisa ikut masuk tanpa hambatan besar.
Momen Gedung Putih dan Sinyal Regulasi yang Mulai Berubah
Garlinghouse membagikan cerita yang membuat suasana semakin ramai. Ia mengaku pernah di acara di Gedung Putih dan seorang pejabat AS menghampiri lalu meminta maaf karena dulu meragukan Ripple. Penonton berspekulasi sosok itu adalah mantan Ketua SEC Gary Gensler, tetapi Ripple tidak mengonfirmasi hal itu.
Terlepas dari identitasnya, cerita ini memperkuat pesan bahwa persepsi institusi dan regulator bisa berubah. Garlinghouse juga menyinggung kemenangan regulasi dan kemajuan utilitas. Ia ingin menunjukkan bahwa Ripple merasa posisinya semakin kuat daripada beberapa tahun sebelumnya.
Namun, faktor penentunya tetap ada pada eksekusi. XRPL harus membuktikan manfaatnya di dunia nyata. Ripple juga perlu menjaga kepercayaan komunitas, terutama saat isu desentralisasi kembali menjadi pembahasan.

























