Hariankripto – Insiden keamanan besar terjadi pada layer 2 jaringan Bitcoin, Liquid Network, setelah sekitar 4.000 Bitcoin atau lebih dari 320 juta dolar AS keluar dari dompet Federation milik jaringan tersebut. Pelaku mengaku sebagai white-hat hacker atau peretas etis yang menemukan celah keamanan dan mengirim pesan langsung melalui jaringan blockchain.
⚠️ ALERT: Liquid Network drained 4,000 BTC worth over $320 MILLION from its Federation wallet.
— Coin Bureau (@coinbureau) September 7, 2026
The attackers claim to be white-hat hackers, leaving an on-chain message: “we are whitehats. contact us on chain.”
Liquid has paused the sidechain, while Blockstream investigates a… pic.twitter.com/kn01lSFd3h
Kasus ini menarik perhatian industri kripto karena pelaku tidak langsung menjual aset yang mereka ambil. Sebaliknya, mereka berkomunikasi dengan tim pengembang Liquid dan meminta perbaikan celah sebelum mengembalikan sebagian besar dana.
Pada akhir pekan kemarin, Liquid Network menemukan transaksi tidak biasa dari dompet Federation yang menyimpan cadangan Bitcoin untuk operasional jaringan. Dana sekitar 4.000 BTC berpindah melalui mekanisme peg-out menggunakan SideSwap PAK atau Peg-out Authorization Key.
Liquid Network menjelaskan bahwa kunci PAK tersebut tidak mengalami kebocoran. Tim Blockstream yang mengembangkan Liquid juga menyatakan bahwa tidak ada kunci lain yang berhasil diretas dalam insiden tersebut.
Sebagai langkah keamanan, Liquid menghentikan sementara aktivitas sidechain. Langkah ini membuat pengguna tidak dapat melakukan transaksi baru melalui jaringan Liquid hingga tim menyelesaikan pemeriksaan teknis.
Selain itu, sejumlah bursa kripto menerima pemberitahuan terkait kejadian tersebut. Beberapa bursa menghentikan sementara layanan deposit dan penarikan L-BTC untuk mencegah risiko tambahan.
Meski insiden berdampak pada aset Bitcoin di Federation wallet, Liquid menyebut aset lain seperti USDT, DePix, dan aset berbasis real-world assets (RWA) tetap aman.
Di tengah investigasi, pelaku mengirim pesan melalui blockchain dengan tulisan “we are whitehats. contact us on chain.” Pesan tersebut menunjukkan bahwa pelaku mengklaim dirinya sebagai pihak yang membantu menemukan kelemahan sistem, bukan kelompok yang ingin mencuri dana.
Pelaku kemudian meminta Blockstream memperbaiki masalah teknis sebelum mengembalikan Bitcoin yang mereka ambil. Dalam salah satu pesan terenkripsi, pelaku memperingatkan bahwa jaringan masih memiliki risiko jika node belum mendapatkan pembaruan keamanan.
“Please fix the bug first. The chain is under risk at latest commit right now. Make sure every node is patched,” tulis pelaku melalui pesan on-chain.
Update on the @Liquid_BTC incident:
— Samson Mow (@Excellion) September 7, 2026
4:46 AM PDT – Blockstream: "Bridge nodes are patched, safe to return the funds." (PGP-signed; answers the 8:27 PM condition) https://t.co/o33JbBAHBp
5:43 AM PDT – WHH: "plz confirm again that we are sending the coins back to… https://t.co/DhVQWb6HY9
Menanggapi komunikasi tersebut, Blockstream mengirim pesan terenkripsi dengan tanda tangan digital PGP untuk memastikan komunikasi berjalan aman. CEO JAN3, Samson Mow, juga melaporkan bahwa Blockstream telah memperbarui bridge node dan menyatakan jaringan sudah aman untuk menerima kembali dana.
Situasi ini menunjukkan pola berbeda dari serangan kripto pada umumnya. Pelaku tidak hanya mengambil aset, tetapi juga memberikan informasi terkait dugaan celah sistem kepada pengembang.
Setelah Blockstream melakukan pembaruan keamanan, pelaku mulai mengembalikan sebagian besar Bitcoin ke alamat Federation wallet. Dari sekitar 4.000 BTC yang keluar, sekitar 3.400 BTC kembali ke alamat tujuan yang ditentukan.
Berdasarkan catatan transaksi blockchain, pelaku masih menyimpan sekitar 598,5 BTC atau sekitar 15 persen dari total dana yang sebelumnya mereka ambil. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai alasan pelaku mempertahankan sisa aset tersebut.
Liquid Network terus melakukan pemantauan terhadap transaksi dan komunikasi dengan pihak yang mengaku sebagai white-hat hacker. Tim pengembang juga meminta pengguna mengikuti perkembangan terbaru melalui kanal resmi dan data transaksi blockchain.
Kasus Liquid Network menjadi pengingat bahwa keamanan teknologi blockchain tidak hanya bergantung pada kode, tetapi juga pada proses audit, pembaruan sistem, dan kesiapan pengembang menghadapi celah baru. Industri kripto terus berkembang, sehingga pengujian keamanan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pengguna.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.