Hariankripto – Kabar kripto datang dari Singapura. Otoritas Moneter Singapura atau MAS memasukkan Hyperliquid ke Investor Alert List. Langkah ini langsung menarik perhatian pasar kripto karena Hyperliquid kini masuk jajaran aset digital papan atas.
MAS tidak menjatuhkan larangan kepada Hyperliquid. MAS juga tidak mengumumkan tindakan penegakan hukum terhadap HYperliquid. Karena itu, kabar ini memang serius, tetapi tidak sama dengan vonis pelanggaran.
Hyperliquid sendiri langsung memberi penjelasan. Mereka menegaskan bahwa langkah MAS bukan ban, bukan enforcement action, dan tidak memuat tuduhan kesalahan. Selain itu, Hyperliquid juga menulis bahwa ekosistem mereka tetap ingin bekerja sama secara konstruktif dengan regulator dan institusi di berbagai negara. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Hyperliquid ingin menjaga kepercayaan pasar di tengah sorotan regulator.
🚨 Singapore just added Hyperliquid $HYPE to its Investor Alert List.
— Wise Advice (@wiseadvicesumit) June 26, 2026
Hyperliquid says:
• Not a ban
• No enforcement action
• No wrongdoing alleged
Will this impact adoption, or is the market overreacting? 👀 pic.twitter.com/tbwcITilc6
Munculnya kabar Hyperliquid masuk ke dalam Investor Alert List di situs MAS, masih membuat hyperliquid di Top 10 Pasar Kripto Menurut data CoinGeck, Hyperliquid berada di peringkat 10 top kripto dunia. Market cap-nya mencapai sekitar $14,4 miliar, sementara harganya berada di $64,74 dan naik 1,4 persen dalam 24 jam saat artikel ini rilis. Jadi, saat regulator besar seperti MAS menaruh nama Hyperliquid dalam daftar waspada, publik tentu langsung memasang perhatian penuh.
Kenapa MAS Sorot Hyperliquid
MAS memakai Investor Alert List sebagai langkah perlindungan konsumen. Daftar ini memuat entitas yang bisa saja terlihat seolah memiliki lisensi atau pengawasan dari MAS, padahal publik perlu berhati-hati dalam menilai status tersebut. Jadi, daftar ini berfungsi sebagai sinyal kewaspadaan, bukan palu larangan.
Dalam kasus ini, MAS memasukkan situs Hyper Foundation dan aplikasi trading Hyperliquid ke daftar tersebut. Langkah itu muncul pada hari Jumat. Sebelumnya, MAS juga memasukkan Bybit ke daftar yang sama pada 17 Juni. Selain itu, KuCoin dan Bitget juga muncul dalam daftar itu. Pola ini memperlihatkan bahwa MAS sedang meningkatkan perhatian pada pemain kripto global yang menjangkau pengguna luas.
Di sisi lain, pasar tidak boleh salah membaca pesan utama dari regulator. Masuk ke Investor Alert List tidak otomatis berarti proyek itu melanggar hukum. Daftar itu juga tidak otomatis berarti proyek tersebut harus berhenti beroperasi. Namun demikian, daftar itu tetap membawa dampak reputasi yang kuat. Investor ritel sering memandang langkah regulator sebagai alarm awal, apalagi saat nama yang tersorot sudah sangat besar.
Karena itu, sentimen pasar bisa terbelah. Sebagian orang mungkin menganggap kabar ini hanya peringatan administratif. Namun, sebagian lain bisa melihatnya sebagai sinyal bahwa regulator mulai menaruh perhatian lebih dekat pada model bisnis exchange terdesentralisasi, terutama untuk produk perpetuals yang memiliki risiko tinggi. Di sinilah isu ini menjadi viral. Berita ini bukan sekadar soal daftar, tetapi juga soal arah masa depan regulasi untuk platform onchain berkecepatan tinggi seperti Hyperliquid.
Pengawasan kripto Singapura makin ketat
Langkah MAS terhadap Hyperliquid tidak muncul dari ruang kosong. Singapura memang terus memperketat pengawasan industri kripto dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, kabar ini lebih tepat dibaca sebagai bagian dari tren besar, bukan kejutan sesaat.
Pada Mei 2025, MAS memerintahkan perusahaan kripto yang melayani pelanggan luar negeri untuk mengantongi lisensi atau menghentikan operasi. MAS menjelaskan bahwa kebijakan itu bukan perubahan arah mendadak. Sebaliknya, MAS menyebut langkah itu sebagai kelanjutan dari posisi regulasi yang sudah mereka sampaikan sejak lama.
Kebijakan tersebut juga menutup celah yang sebelumnya dimanfaatkan sebagian perusahaan kripto berbasis Singapura. Dulu, beberapa perusahaan menghindari lisensi dengan fokus pada pelanggan luar negeri. Kini, MAS tidak lagi memberi ruang longgar untuk pola seperti itu. Regulator ingin semua pemain mengikuti standar yang jelas dan konsisten.
Selain itu, MAS juga ingin memperkuat perlindungan konsumen. Mereka ingin menyelaraskan kerangka kripto Singapura dengan standar internasional terkait Anti-Money Laundering dan Countering the Financing of Terrorism. Jadi, jika kita melihat langkah terhadap Hyperliquid dalam konteks yang lebih luas, arah ceritanya menjadi jauh lebih jelas. Singapura ingin menjaga reputasinya sebagai pusat keuangan global, tetapi mereka juga ingin menutup setiap celah yang bisa memicu risiko bagi investor.























