Hariankripto – Visa baru saja memperluas jaringan blockchainnya dengan dukungan pilot stablecoin-nya. Kini, Visa mendukung total sembilan jaringan blockchain, yang memungkinkan penyelesaian transaksi stablecoin yang lebih cepat dan efisien. Apa saja keuntungan dari perkembangan ini dan bagaimana hal ini memengaruhi dunia kripto dan pembayaran global? Mari kita bahas lebih dalam.
Apa Saja Jaringan Blockchain yang Didukung oleh Visa?
Awalnya, program pilot stablecoin Visa mendapat dukungan dari empat jaringan blockchain yaitu Ethereum, Solana, Avalanche, dan Stellar. Namun, per 29 April 2026, Visa telah menambahkan lima jaringan blockchain baru ke dalam daftar dukungan mereka. Jaringan baru ini adalah Base (dari Coinbase), Polygon, Canton Network, Arc (dari Circle), dan Tempo (didukung oleh Stripe).
Jaringan yang Sudah Ada:
- Ethereum
- Solana
- Avalanche
- Stellar
Penambahan Jaringan Baru Oleh Visa:
- Base (dari Coinbase): Untuk penyelesaian stablecoin yang cepat dan biaya rendah.
- Polygon: Infrastruktur berkapasitas tinggi untuk pembayaran global.
- Canton Network: Khusus bagi pasar modal yang terregulasi dan penggunaan institusional dengan kontrol privasi.
- Arc (dari Circle): Blockchain Layer-1 yang rancangannya untuk uang terprogram dan aktivitas ekonomi on-chain.
- Tempo (didukung oleh Stripe): Fokus pada pergerakan likuiditas stablecoin yang lebih cepat dan lebih pribadi.
Setiap jaringan ini memiliki tujuan dan segmen pasar yang berbeda, mulai dari penyelesaian institusional hingga aplikasi fintech yang membutuhkan volume transaksi tinggi dengan biaya rendah.
Mengapa Visa Memperluas Pilot Penyelesaian Stablecoin?
Visa memperluas program pilot stablecoin-nya karena mitra-mitranya sudah beroperasi di berbagai blockchain. Untuk memenuhi kebutuhan mitra yang beroperasi dalam lingkungan multi-chain, Visa menyediakan infrastruktur penyelesaian yang dapat mengakomodasi berbagai jaringan. Rubail Birwadker, Kepala Global Produk Pertumbuhan dan Kemitraan Strategis Visa, menjelaskan bahwa mitra menginginkan opsi yang mencerminkan kenyataan multi-chain yang mereka bangun.
Birwadker menyatakan, “Memperluas program pilot penyelesaian stablecoin kami ke lebih banyak blockchain berarti mitra kami dapat memilih jaringan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, sambil mengandalkan Visa untuk menyediakan lapisan penyelesaian umum di semua jaringan tersebut.”
Dengan demikian, program ini memungkinkan mitra Visa untuk beroperasi lebih efisien tanpa perlu mengonversi atau menjembatani aset antara blockchain yang berbeda.
Perbedaan Penyelesaian Stablecoin dengan Sistem Tradisional
Salah satu keunggulan utama penyelesaian stablecoin di blockchain dengan sistem pembayaran tradisional adalah kecepatannya. Pembayaran lintas negara melalui sistem perbankan tradisional dapat memakan waktu satu hingga tiga hari kerja. Sebaliknya, penyelesaian stablecoin melalui infrastruktur blockchain berlangsung hampir secara real-time dengan menggunakan stablecoin seperti USDC, tanpa menunggu transfer antarbank selesai.
Visa memfasilitasi penyelesaian langsung antara penerbit dan pengakuisisi menggunakan stablecoin, yang mengurangi ketergantungan pada sistem tradisional yang lebih lambat, setidaknya pada sebagian proses penyelesaian.enjadi jembatan menuju peluncuran testnet AIVM, yang akan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan teknologi ini.
Seberapa Besar Program Penyelesaian Stablecoin Visa?
Program pilot stablecoin Visa kini telah mencapai angka $7 miliar dalam volume tahunan penyelesaian stablecoin. Angka ini meningkat sebesar 50% daripada kuartal sebelumnya. Program ini mencakup penyelesaian USDC yang terhubung dengan lebih dari 130 program kartu stablecoin di lebih dari 50 negara.
Visa juga menyebutkan bahwa program ini berkembang melalui uji coba langsung dan peluncuran regional di berbagai kawasan seperti Amerika Latin, Karibia, Eropa, Asia-Pasifik, serta Timur Tengah, Eropa Tengah, dan Afrika. Baru-baru ini, penyelesaian USDC juga telah diperluas ke bank-bank di Amerika Serikat.
Kesimpulan
Visa kini mendukung sembilan jaringan blockchain dalam program pilot stablecoin mereka, yang memproses $7 miliar dalam volume tahunan dan mendukung program kartu di lebih dari 50 negara. Dengan menambahkan Base, Polygon, Canton, Arc, dan Tempo, Visa memberikan lebih banyak pilihan jaringan bagi mitra institusional dan fintech, sambil tetap menjaga Visa sebagai lapisan penyelesaian umum di seluruh jaringan tersebut. Perluasan ini semakin memperkuat posisi Visa dalam dunia kripto dan pembayaran global yang semakin berkembang.
























