Hariankripto – UNI sempat melonjak hampir 10% dan menyentuh $4,25 dalam sepekan ini. Pemicu utamanya bukan sekadar ikut-ikutan pasar, tetapi karena Uniswap membawa dua proposal governance ke tahap on-chain. Proposal ini membahas perluasan protocol fee switch ke delapan jaringan Layer 2.
Setelah lonjakan itu, harga UNI memang turun lagi ke sekitar $3,75 . Namun, yang penting bukan hanya harga hari ini. Voting ini bisa menjadi langkah besar karena berhubungan langsung dengan value accrual untuk token UNI melalui mekanisme burn.
Apa yang Sedang Divoting di Uniswap?
Uniswap menargetkan ekspansi fee switch ke Arbitrum, Base, OP Mainnet, Celo, Soneium, Worldchain, X Layer, dan Zora. Biaya dari pool V2 dan V3 di setiap jaringan akan dikumpulkan lewat kontrak TokenJar. Setelah itu, dana tersebut akan di-bridge ke Ethereum mainnet untuk membiayai burn UNI.
Uniswap juga membawa upgrade teknis penting bernama v3OpenFeeAdapter. Upgrade ini membuat governance tidak perlu menyalakan fee satu per satu di setiap pool. Sistemnya berjalan otomatis berdasarkan tier. Pool stablecoin akan mengambil potongan 10%, sedangkan pool lain berada di kisaran 15% sampai 25% sesuai fee tier. Pool baru juga akan aktif fee switch secara default.
Karena GovernorBravo membatasi maksimal 10 aksi on-chain per proposal, ekspansi ini dipecah menjadi dua proposal. Proposal 94 mencakup sisa pool V3 di Ethereum mainnet, serta Base, OP Mainnet, dan Arbitrum. Votingnya dimulai 26 Februari dan berakhir 4 Maret. Proposal 95 menangani Celo, Soneium, Worldchain, X Layer, dan Zora, dan dijadwalkan dibuka 27 Februari.
Kenapa Ini Penting untuk Holder UNI?
Selama bertahun-tahun, kritik terbesar terhadap UNI terdengar sederhana. Uniswap memproses volume trading yang besar, tetapi token UNI tidak merasakan manfaat ekonomi yang jelas. Holder hanya punya hak governance dan itu sering dianggap belum cukup.
Situasi mulai berubah sejak akhir 2025 saat proposal UNIfication lolos dengan dukungan hampir total. Proposal itu mengaktifkan fee switch di Ethereum mainnet dan memperkenalkan burn UNI yang berjalan programatik. Sejak saat itu, Uniswap sudah membakar lebih dari 5,5 juta USD nilai UNI.
Jika dua proposal ekspansi ini lolos, estimasinya ada tambahan sekitar 27 juta USD pendapatan tahunan yang masuk ke aliran burn. Perkiraan burn tahunan saat ini berada di kisaran 22,21 juta sampai 34 juta USD, tergantung tracker yang dipakai. Jika digabung, laju burn berpotensi berada di rentang sekitar 49 juta sampai 61 juta USD per tahun.
Ini yang membuat narasi “value accrual” UNI terdengar lebih nyata. Mekanismenya tidak bergantung pada janji. Mekanismenya ditaruh di kontrak, berjalan otomatis, dan diperluas lintas jaringan.
Reaksi Pasar dan Risiko yang Harus Holder UNI Pantau
Kenaikan UNI sempat mengungguli pergerakan Bitcoin dan Ether pada periode yang sama. Volume spot juga naik tajam dan open interest futures ikut meningkat. Kondisi seperti ini biasanya menunjukkan ada posisi baru yang masuk, bukan sekadar pantulan sementara.
Namun, ada risiko yang paling jelas, yaitu quorum dan partisipasi voting. Proposal 94 membutuhkan 40 juta UNI untuk mencapai quorum. Angka dukungan awal terlihat positif, tetapi jumlahnya masih jauh dari target. Jika holder tidak ikut voting, ekspansi bisa tertunda walau sentimen pasar sudah terlanjur tinggi.
Risiko berikutnya adalah dampak ke liquidity provider. Saat protokol mengambil potongan dari fee LP, sebagian market maker yang sensitif terhadap biaya bisa pindah ke kompetitor, apalagi di Layer 2 persaingan makin ketat. Data awal dari aktivasi fee switch di mainnet sempat menunjukkan TVL tidak turun dan justru tumbuh, tetapi itu tidak otomatis berarti hasilnya akan sama di delapan jaringan lain.
Ada juga perdebatan yang kemungkinan terus muncul di komunitas. Sebagian orang ingin Uniswap memberi payout langsung ke holder, bukan hanya burn. Burn memang mengurangi suplai dan memberi efek nilai secara tidak langsung, tetapi tidak semua orang puas dengan pendekatan itu.
Jika kedua proposal lolos, implementasi bisa berjalan tak lama setelah voting berakhir. Simulasi sudah divalidasi melalui laporan Seatbelt, dan ke depan Uniswap bisa membuat proses ekspansi berikutnya lebih cepat dengan standardisasi kepemilikan kontrak lintas chain. Bagi holder UNI yang menunggu bertahun-tahun, ini terlihat seperti bentuk eksekusi yang konkret.























