Hariankripto – Klaim viral tengah menghebohkan media sosial X dan Telegram. Banyak komunitas kripto mempercayai bahwa China akan meluncurkan “Chinese Bitcoin” yang lebih murah dan lebih cepat. Namun, apakah klaim ini benar atau hanya rumor belaka? Mari kita telusuri faktanya.
Siapa yang Menyebarkan Klaim Ini?
Seorang influencer kripto di China bernama Wei Zhao membuat pernyataan mengejutkan di postingan X. Zhao mengklaim China akan meluncurkan “Chinese Bitcoin” yang 10x lebih murah dan 10x lebih cepat daripada Bitcoin asli. Postingan itu langsung menyebar seperti api. Ribuan orang membagikannya tanpa memeriksa kebenarannya. Sayangnya, Wei Zhao tidak menyertakan bukti atau pengumuman resmi dari pemerintah China.
Apakah Klaim ini Fakta atau Rumor Belaka?
Ketika postingan klaim dari Wei Zhao viral, Bank Sentral China (People’s Bank of China) tidak pernah mengumumkan peluncuran “Chinese Bitcoin”. Proyek blockchain yang China dukung juga tidak mengeluarkan pernyataan serupa. Klaim ini hanya beredar di media sosial dan berasal dari influencer, bukan dari pemerintah China itu sendiri.
Pemerintah China sudah menetapkan larangan ketat terhadap mata uang kripto sejak lama. China menyatakan semua transaksi kripto ilegal. Aktivitas penambangan, perdagangan, dan pertukaran kripto dilarang total. Dengan kebijakan ini, sangat tidak mungkin China meluncurkan alternatif Bitcoin yang bersifat desentralisasi.
China memang mengembangkan mata uang digital sendiri bernama digital yuan atau e-CNY. Namun, ini adalah CBDC (Central Bank Digital Currency) yang terpusat. Bank Sentral China mengeluarkan dan mengontrol sepenuhnya digital yuan. Ini sangat berbeda dari Bitcoin yang desentralisasi dan tidak dapat pemerintah mana pun kontrol.
Mengapa “Chinese Bitcoin” Tidak Mungkin Ada?
Pemerintah China mempercayai sistem yang terpusat dan dapat melacaknya dengan mudah. China ingin kontrol penuh atas mata uang digital. Bitcoin dirancang sebagai mata uang desentralisasi yang bebas dari kendali pemerintah. Filosofi ini bertentangan dengan prinsip China. Jika China meluncurkan koin seperti Bitcoin, mereka tidak bisa melacak transaksi atau mengendalikan aliran uang. Ini tidak masuk akal mengingat kebijakan ketat mereka terhadap kripto.






















