Hariankripto – User Ethereum boleh bernapas lega! Jaringan blockchain favorit kedua ini baru saja mengaktifkan upgrade yang membuat transaksi makin lancar dan biaya gas lebih bersahabat di kantong.
Ethereum resmi mengaktifkan hard fork Blob Parameter-Only (BPO) kedua yang menaikkan blob limit dari 15 menjadi 21. Tim developer Ethereum juga menaikkan blob target dari 10 menjadi 14. Dengan upgrade ini maka dampaknya langsung terasa bagi jutaan pengguna yang selama ini frustrasi dengan biaya transaksi tinggi dan jaringan yang sering macet.
Tim developer Ethereum meningkatkan kapasitas data jaringan tanpa harus melakukan perombakan protokol besar-besaran. Hasilnya? Layer-2 rollup populer seperti Arbitrum, Optimism, Base, dan Mantle kini punya ruang lebih luas untuk memproses transaksi dengan efisien dan murah.
Blob Limit Naik dan Ethereum Kini Tampung Lebih Banyak Data
Blob merupakan wadah data sementara yang Ethereum perkenalkan melalui upgrade sebelumnya. Wadah ini memungkinkan jaringan layer-2 rollup mengemas ribuan transaksi di luar mainnet Ethereum, lalu mempublikasikan hasilnya ke jaringan utama secara efisien.
Cara kerja blob cukup sederhana untuk dipahami. Bayangkan Ethereum seperti jalan tol utama yang sering macet karena semua kendaraan harus melewatinya. Blob hadir sebagai jalur khusus yang memungkinkan kendaraan besar (rollup) mengangkut banyak penumpang (transaksi) sekaligus tanpa memenuhi jalur utama.
Setiap blob mampu menampung 128 kilobyte data. Dengan limit baru 21 blob per blok, Ethereum kini bisa mengangkut hingga 2.688 KB atau sekitar 2,7 MB data blob dalam satu blok. Kapasitas ini melonjak signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 1,9 MB.
Developer Ethereum menetapkan blob target di angka 14 sebagai panduan operasional normal. Angka ini menjadi metrik krusial yang harus dipantau terus-menerus. Jika jaringan konsisten mencapai limit maksimal 21 blob, bandwidth dan penyimpanan node berpotensi mengalami tekanan berlebihan. Target 14 memberikan buffer yang sehat untuk mengakomodasi lonjakan aktivitas tanpa membebani infrastruktur jaringan.
Biaya Gas Stabil dan Pengguna Ethereum Makin Diuntungkan
Peningkatan blob limit langsung memberikan dampak positif di mainnet Ethereum. Data menunjukkan biaya gas tetap stabil sejak akhir tahun lalu dan merupakan pencapaian yang sangat dinantikan komunitas kripto.
Sebelum era blob, setiap transaksi layer-2 harus berebut ruang di mainnet Ethereum. Situasi ini menciptakan kemacetan parah dan mendorong biaya gas melonjak tidak terkendali saat jaringan sedang ramai. Banyak pengguna terpaksa membayar biaya fantastis hanya untuk menyelesaikan transfer sederhana atau swap token.
Blob mengubah dinamika tersebut secara radikal. Rollup kini menyimpan data transaksi di blob yang terpisah dari ruang eksekusi utama Ethereum. Data blob bersifat sementara dan sistem otomatis menghapusnya setelah periode tertentu. Mekanisme ini memastikan blob tidak membebani penyimpanan jangka panjang jaringan.
Max Blobs per Block on Ethereum has increased from 15 to 21 thanks to the BPO-2 fork.
— Tom Wan (@tomwanhh) January 8, 2026
On the 7th of Jan, ~1.5% of the blocks have > 15 blobs in a block.
Ethereum continues to scale. pic.twitter.com/rf0oN0IEa0
Dengan kapasitas baru 21 blob per blok, Ethereum menyediakan ruang buffer lebih besar untuk menyerap lonjakan aktivitas. Jaringan bisa mengakomodasi peningkatan transaksi mendadak tanpa langsung memicu kenaikan biaya. Pengguna kini bisa menerka biaya transaksi dengan lebih akurat dan sesuatu yang sangat penting untuk keperluan bisnis maupun penggunaan sehari-hari.
Ethereum Siapkan Upgrade Besar untuk Masa Depan
Tim developer Ethereum tidak berhenti di pencapaian ini saja. Roadmap pengembangan sudah mencakup serangkaian upgrade besar yang akan membawa jaringan ke level performa yang jauh lebih tinggi.
Rencana upgrade ini mencakup kenaikan gas limit secara signifikan. Developer Ethereum menargetkan peningkatan dari level saat ini menuju kisaran 80 hingga 200 juta. Lonjakan drastis ini akan memungkinkan setiap blok memproses komputasi dan transaksi dalam jumlah yang jauh lebih besar dari sekarang.
Tim pengembang juga sedang mengerjakan implementasi parallel processing. Teknologi ini memungkinkan jaringan mengeksekusi beberapa operasi secara bersamaan alih-alih memproses satu per satu secara berurutan. Kombinasi gas limit tinggi dan pemrosesan paralel berpotensi melipatgandakan kecepatan dan efisiensi Ethereum secara eksponensial.
Upgrade BPO ini membuktikan Ethereum untuk menjadikan jaringan layer 2 nya menjadi lebih efisien dengan transaksi murah. Setiap peningkatan kecil membangun fondasi kokoh untuk lompatan besar berikutnya. Bagi pengguna dan developer, sinyal ini sangat positif sehingga ekosistem Ethereum akan terus berkembang menjadi infrastruktur blockchain yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih mampu menangani adopsi massal di masa depan.



















