Hariankripto – Indodax, bursa kripto terbesar di Indonesia, menghentikan sementara layanan deposit dan penarikan. Bursa ini mengambil langkah tersebut setelah tim keamanannya mendeteksi peningkatan upaya serangan siber. Kabar ini langsung menarik perhatian komunitas kripto, apalagi Indodax pernah mengalami peretasan besar pada September 2024.
DeFi Wayne menyoroti keputusan ini dalam laporannya. Ia mencatat bahwa peretas menguras sekitar USD 22 juta dari hot wallet Indodax pada September 2024. Kini, Indodax kembali membekukan dua layanan utamanya karena ancaman serupa.
Co-Founder Indodax, William Sutanto, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
“Saat ini Indodax menghentikan sementara deposit dan penarikan sebagai langkah pengamanan karena kami mendeteksi peningkatan upaya serangan siber. Tim kami sedang melakukan evaluasi dan mitigasi.”
Saat ini Indodax menghentikan sementara deposit dan penarikan sebagai langkah pengamanan karena kami mendeteksi peningkatan upaya serangan siber. Tim kami sedang melakukan evaluasi dan mitigasi. Deposit dan penarikan akan kami buka kembali setelah dipastikan aman. Aset member aman dan tidak ditemukan penarikan tidak sah maupun kebocoran data. Maaf atas ketidaknyamanannya. Kami akan terus memberikan update melalui kanal resmi Indodax. Keamanan aset dan data member selalu menjadi prioritas kami.
— William Sutanto (@WilliamSutanto) October 29, 2026
William menegaskan bahwa Indodax akan membuka kembali kedua layanan itu setelah tim memastikan sistem benar-benar aman. Ia juga menyatakan aset member tetap aman. Menurutnya, tim tidak menemukan penarikan tidak sah maupun kebocoran data. William turut meminta maaf atas ketidaknyamanan ini dan berjanji terus membagikan update melalui kanal resmi.
Sejalan dengan pernyataan itu, Indodax juga memberikan kabar terbaru melalui akun X resminya. Bursa tersebut menyampaikan bahwa pemeliharaan sistem deposit dan penarikan masih berlangsung. Tim Indodax juga terus menjalankan pengecekan sistem secara berkala. Bagi member yang memiliki pertanyaan, Indodax membuka jalur komunikasi lewat DM ke akun resminya.
Pembekuan kali ini mengingatkan banyak trader pada insiden September 2024. Saat itu, peretas berhasil menguras dana dari hot wallet Indodax hingga sekitar USD 22 juta.
Bagi trader pemula, hot wallet adalah dompet kripto yang selalu terhubung ke internet. Bursa memakai dompet ini untuk memproses penarikan secara cepat. Namun, koneksi yang terus aktif juga membuka celah bagi peretas.
Meski begitu, situasi saat ini memiliki perbedaan penting. Pada 2024, Indodax bereaksi setelah dana keluar dari dompetnya. Kali ini, Indodax mengambil langkah pencegahan sebelum tim mendeteksi kerugian apa pun. Langkah preventif seperti ini memang mengganggu aktivitas trading jangka pendek. Di sisi lain, langkah tersebut menunjukkan bahwa tim keamanan memilih bertindak lebih awal.
Pasar tetap akan menilai Indodax dari kecepatan pemulihan layanan dan transparansi informasinya. Semakin lama layanan berhenti, semakin besar tekanan terhadap kepercayaan pengguna.
Indodax tidak menghadapi ancaman ini sendirian. Menurut DeFi Wayne, rangkaian serangan bermula dari pengurasan hot wallet Prabang. Setelah itu, serangan menjalar ke berbagai bursa lain. Bithumb mengalami kebocoran data sistem internal, sementara CoinDCX kehilangan dana dari dompet lama yang sudah tidak aktif. Bitonic juga menghadapi celah keamanan pada file PDF. Terbaru, Coinbase mengalami paparan data melalui pihak ketiga.
Pola ini menunjukkan bahwa peretas tidak hanya mengincar dompet. Mereka juga memburu data pengguna, sistem internal, hingga celah pada mitra pihak ketiga.
Lalu, apa yang perlu trader lakukan? Trader pemula sebaiknya tidak panik dan hanya mengikuti informasi dari kanal resmi Indodax. Waspadai juga pesan atau tautan yang mengatasnamakan Indodax, karena penipu sering memanfaatkan momen seperti ini untuk menjalankan aksi phishing. Selain itu, aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) dan ganti kata sandi secara berkala.
Sementara itu, trader profesional perlu mencermati selisih harga antara Indodax dan bursa global. Saat deposit dan penarikan berhenti, peluang arbitrase tertutup sehingga harga lokal bisa bergerak menjauh dari harga global. Untuk aset jangka panjang, menyimpan kripto di dompet pribadi (self-custody) tetap menjadi pilihan yang lebih aman.
Ke depan, insiden beruntun ini menjadi pengingat penting bagi seluruh industri. Keamanan bursa kini sama pentingnya dengan likuiditas dan pilihan aset.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.