Hariankripto – Kebocoran data Coinbase menambah panjang daftar insiden keamanan di industri kripto pekan ini. Peretas berhasil mencuri informasi kontak lebih dari 70.000 pengguna bursa asal Amerika Serikat tersebut.
Namun, sumber masalahnya tidak berada di sistem Coinbase. Celah keamanan justru muncul di Amplitude, vendor analitik data pihak ketiga yang bekerja sama dengan bursa itu.
Kabar ini pertama kali mencuat lewat unggahan 23pds, Chief Information Security Officer (CISO) SlowMist. Ia mengonfirmasi adanya kebocoran data yang melibatkan Coinbase. Meski begitu, 23pds belum bisa memastikan apakah peretas juga mengakses kata sandi atau dana pengguna.
Third-Party Analytics Vendor Amplitude Suffers Security Incident, Leaking Contact Info for a Small Subset of Coinbase Users SlowMist CISO 23pds posted that a data leak involving Coinbase has been confirmed, though it remains unconfirmed whether passwords or funds were compromised. The hacker obtained contact information for more than 70,000 users. Subsequently, Coinbase Support clarified that Coinbase itself did not experience a data breach. The incident originated from a security breach at third-party data analytics vendor Amplitude, which affected several of its clients, including Coinbase, leading to the leak of contact details for a small subset of Coinbase users. Coinbase stated that it found no evidence of unauthorized access to its internal systems, that customer funds remain entirely unaffected, and that it is notifying affected users and relevant regulatory authorities in accordance with legal requirements.
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) October 28, 2026
Tak lama kemudian, Coinbase Support memberikan klarifikasi. Tim tersebut menegaskan bahwa Coinbase sendiri tidak mengalami pembobolan data.
“Coinbase tidak mengalami kebocoran data. Amplitude, sebuah vendor analitik, mengalami insiden keamanan yang berdampak pada sebagian kecil data kontak pelanggan Coinbase, selain pelanggan Amplitude lainnya. Kami tidak menemukan bukti akses tanpa izin ke sistem Coinbase, dan dana pelanggan tetap aman. Kami sedang memberi tahu pelanggan yang mengalami dampak serta lembaga regulator sesuai kewajiban hukum kami,” tulis Coinbase Support.
Artinya, peretas hanya mengambil data kontak, bukan aset kripto. Insiden ini juga menimpa klien Amplitude lain di luar Coinbase.
Coinbase ternyata tidak sendirian. Dalam dua hari terakhir, empat platform melaporkan kebocoran data. Selain Coinbase, daftar itu mencakup Bithumb, bursa kripto terbesar kedua di Korea Selatan. Dua lembaga keuangan Korea Selatan, Mirae Asset Global Investments dan Daishin Securities, juga masuk daftar korban.
Bithumb menemukan akses ilegal ke sistem groupware seluler internalnya pada 27 Oktober. Sementara itu, Daishin Securities mengungkap kebocoran data pribadi dan informasi kredit milik 38.490 nasabah. Financial Supervisory Service (FSS) Korea Selatan kini menyelidiki rangkaian insiden tersebut.
Pola ini memperlihatkan satu hal penting. Peretas tidak selalu menyerang sistem utama sebuah platform. Mereka juga mengincar vendor, sistem internal karyawan, hingga titik lemah lain di sekitar perusahaan.
Merespons rentetan insiden ini, pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), membagikan panduan keamanan bagi pengguna. “Anda tidak bisa mencegah kebocoran, tetapi Anda bisa melindungi diri sendiri,” tulisnya.
Menurut CZ, pelaku biasanya memanfaatkan data bocor untuk phishing, SIM swap, dan rekayasa sosial. Data itu meliputi nama, email, nomor telepon, alamat, dokumen identitas, hingga riwayat transaksi. Karena itu, ia menyarankan beberapa langkah berikut.
Jika sebuah platform mengumumkan kebocoran, CZ menyarankan lima langkah cepat. Pertama, ganti kata sandi bursa dan akun lain yang memakai kata sandi sama. Kedua, cek alamat email Anda di haveibeenpwned.com. Selanjutnya, cabut API key dan sesi aktif, lalu tinjau penarikan terbaru serta pengaturan keamanan. Terakhir, waspadai email dan SMS phishing yang menyinggung kebocoran tersebut, sebab penipu biasanya bergerak cepat setelah insiden seperti ini.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.