Hariankripto – Pasar kripto kembali menghadapi tekanan pada November 2026. Bitcoin (BTC) sempat turun dari atas US$80.000 hingga menyentuh area US$74.700. Penurunan tersebut ikut menyeret sejumlah altcoin dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kelanjutan tren pasar.
Meski demikian, koreksi harga tidak selalu menghilangkan peluang investasi. Sejumlah proyek kripto masih menunjukkan perkembangan fundamental, mulai dari infrastruktur keuangan institusional, kecerdasan buatan (AI), hingga tokenisasi aset dunia nyata.
Melihat kondisi tersebut, Tim HarianKripto menyediakan rekomendasi altcoin yang bisa dibeli di tengah crypto crash pada November 2026 ini. Rekomendasi tersebut mengacu pada perkembangan fundamental proyek dan analisis yang dibagikan analis kripto Tim Warren dalam siaran terbarunya.
Dalam pembahasannya, Tim Warren mengungkap lima altcoin yang sedang ia akumulasi secara bertahap, yaitu Canton Network (CC), NEAR Protocol (NEAR), Ondo Finance (ONDO), Bittensor (TAO), dan Chainlink (LINK).
Selain kelima aset tersebut, Zcash (ZEC) juga menarik perhatian setelah Tim menyoroti performanya ketika sejumlah altcoin mulai menghijau. Beberapa proyek lain seperti Solana, Ethereum, Uniswap, dan Morpho turut masuk dalam diskusi para analis.
Lantas, apa yang membuat altcoin tersebut menarik di tengah ketidakpastian pasar? Berikut pembahasan fundamental, alasan di balik pilihan analis, serta risiko yang perlu diperhatikan investor.
Pergerakan Bitcoin masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pasar altcoin. Ketika BTC mengalami tekanan jual, sebagian besar aset kripto alternatif cenderung mengikuti pergerakan tersebut.
Dalam siaran terbarunya, Tim Warren menjelaskan bahwa Bitcoin sempat turun dari atas US$80.000 hingga mencapai US$74.700. Setelah penurunan tersebut, BTC bergerak dalam pola kanal menurun (falling channel).
Tim melihat dua kemungkinan dari pola tersebut. Skenario pertama mengarah pada pembentukan bear flag yang dapat membawa Bitcoin menuju area US$73.000. Sementara itu, skenario kedua membuka peluang pemulihan apabila BTC mampu menembus resistance di sekitar US$76.000.
Ia juga memperhatikan area US$73.200 yang berdekatan dengan 200-day moving average sebagai salah satu support penting. Namun, Tim menegaskan bahwa penurunan di bawah level tersebut belum tentu langsung menandakan terbentuknya harga terendah baru.
Ketidakpastian ini membuat investor perlu lebih selektif ketika memilih altcoin. Sebab, proyek dengan fundamental menarik sekalipun masih dapat mengalami tekanan harga ketika Bitcoin melanjutkan koreksi.
Dalam siaran tersebut, Tim Warren menyampaikan lima aset yang sedang ia akumulasi menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Strategi ini memungkinkan investor membeli aset secara bertahap tanpa harus menebak satu titik harga terendah.
Berikut lima altcoin yang masuk dalam daftar pembeliannya.
Canton Network menjadi pilihan pertama Tim Warren. Proyek ini menarik perhatian karena mengembangkan infrastruktur blockchain yang berfokus pada kebutuhan institusi keuangan.
Canton mengutamakan privasi dan interoperabilitas dalam transaksi aset digital. Kedua aspek tersebut relevan bagi lembaga keuangan yang membutuhkan sistem transaksi terhubung tanpa harus membuka seluruh informasi kepada pihak lain.
Potensi Canton juga berkaitan dengan perkembangan tokenisasi aset keuangan. Institusi membutuhkan infrastruktur yang mampu menghubungkan berbagai sistem dan mendukung transaksi aset digital dengan kebutuhan privasi yang sesuai.
Dari sisi teknikal, Tim Warren mengakui bahwa harga CC sempat mengecewakan. Ia sebelumnya mulai membeli pada area US$0,11 hingga US$0,12, tetapi harga kemudian turun di bawah US$0,10.
Meski begitu, ia melihat area US$0,09 sebagai support yang menarik. Tim juga memperhatikan peningkatan volume perdagangan ketika harga kembali menguji zona tersebut.
Menurutnya, alasan utama mempertahankan minat terhadap Canton bukan hanya pergerakan grafik. Ia juga melihat perkembangan fundamental dan ekosistem proyek sebagai faktor yang mendukung prospek jangka panjang.
Hal yang perlu diperhatikan investor
Risiko utamanya terletak pada kecepatan adopsi. Kerja sama institusional tidak selalu langsung menghasilkan permintaan terhadap token CC.
NEAR Protocol menjadi pilihan kedua Tim Warren. Proyek ini menarik karena mengembangkan infrastruktur blockchain sekaligus memperluas fokusnya pada teknologi kecerdasan buatan.
NEAR membangun jaringan yang berorientasi pada skalabilitas dan pengalaman pengguna. Proyek ini juga mengembangkan NEAR Intents untuk mempermudah transaksi lintas blockchain.
Melalui pendekatan tersebut, pengguna dapat melakukan pertukaran aset dari berbagai jaringan tanpa harus mengelola seluruh proses teknis secara manual.
Selain itu, perkembangan AI membuka peluang baru bagi NEAR. Integrasi antara agen AI dan blockchain dapat mendukung berbagai aktivitas digital, termasuk transaksi otomatis dan layanan berbasis agen.
Tim Warren menilai koreksi harga NEAR sebagai peluang untuk melakukan akumulasi. Dalam analisisnya, ia menyebut area US$3,70 sebagai target pembelian awal. Ia juga memperhatikan area US$3,22 apabila harga kembali mengalami penurunan.
Dari sisi indikator teknikal, Tim melihat munculnya sinyal beli harian dan perbaikan RSI. Namun, ia tidak memastikan bahwa NEAR telah mencapai titik terendah.
Hal yang perlu diperhatikan investor
NEAR menghadapi persaingan ketat dari berbagai blockchain dan proyek AI. Karena itu, perkembangan teknologi perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan penggunaan jaringan.
Ondo Finance menjadi pilihan ketiga dalam daftar akumulasi Tim Warren. Proyek ini berfokus pada tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA).
Melalui tokenisasi, aset keuangan tradisional dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital pada jaringan blockchain. Pendekatan tersebut membuka peluang pengembangan produk investasi yang menghubungkan pasar keuangan tradisional dengan ekosistem aset digital.
Ondo mengembangkan produk berbasis aset keuangan, termasuk instrumen yang berkaitan dengan surat utang pemerintah. Sektor ini menarik perhatian karena semakin banyak pelaku industri yang mengeksplorasi penggunaan blockchain dalam pengelolaan aset.
Tim Warren menilai Ondo memiliki posisi menarik dalam perkembangan RWA. Ia bahkan menyampaikan pandangan optimistis terhadap pertumbuhan pasar tokenisasi aset dalam jangka panjang.
Namun, Tim juga mengakui bahwa tokenomics ONDO memiliki risiko. Pembukaan token secara bertahap dapat meningkatkan suplai beredar dan menekan potensi kenaikan harga.
Dari sisi teknikal, ia menyebut area US$0,38 sebagai target pembelian yang sebelumnya ia incar. Ia juga memperhatikan pola falling wedge, RSI, dan histogram MACD sebagai indikasi awal perubahan momentum.
Hal yang perlu diperhatikan investor
ONDO memiliki peluang dari pertumbuhan sektor RWA, tetapi investor tetap perlu menghitung dampak peningkatan suplai terhadap nilai token.
Bittensor menjadi pilihan keempat Tim Warren. Proyek ini mengembangkan jaringan AI terdesentralisasi yang memberikan insentif kepada kontributor berdasarkan kontribusi mereka terhadap jaringan.
Bittensor menggunakan sistem subnet yang memungkinkan pengembang membangun layanan dengan fungsi berbeda. Beberapa fokus pengembangannya mencakup komputasi AI, model pembelajaran mesin, dan layanan digital.
Token TAO berperan dalam mekanisme ekonomi jaringan. Aset ini juga memiliki batas maksimum suplai sebesar 21 juta token.
Karakteristik tersebut membuat Bittensor menarik bagi investor yang mengikuti perkembangan AI dan blockchain. Namun, nilai jangka panjang proyek tetap bergantung pada kualitas layanan serta permintaan terhadap jaringan.
Tim Warren melihat TAO mengalami koreksi sekitar 38% dari level tertingginya pada September. Ia memperhatikan area US$213 sebagai support yang menarik dalam analisis saat video berlangsung.
Ia juga menyoroti RSI yang sempat menyentuh area 30 dan histogram MACD yang mulai bergerak naik. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan indikasi awal melemahnya tekanan jual.
Tim bahkan menyebut TAO sebagai salah satu proyek AI kripto yang paling menarik untuk jangka panjang.
Hal yang perlu diperhatikan investor
Risiko utama Bittensor terletak pada keberlanjutan ekonomi setiap subnet. Tidak semua layanan AI otomatis memiliki pengguna dan permintaan pasar yang cukup.
Chainlink (LINK) menjadi pilihan kelima sekaligus salah satu aset yang paling sering Tim Warren bahas dalam siarannya. LINK mengembangkan jaringan oracle yang memungkinkan smart contract mengakses data dari luar blockchain. Teknologi ini memiliki peran penting karena aplikasi blockchain membutuhkan informasi eksternal untuk menjalankan berbagai fungsi.
Selain oracle, Chainlink juga mengembangkan Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP). Teknologi tersebut mendukung komunikasi dan transfer data maupun aset antarjaringan blockchain.
Perkembangan tokenisasi aset turut membuka peluang bagi Chainlink. Institusi keuangan membutuhkan infrastruktur yang dapat menghubungkan sistem tradisional dengan jaringan blockchain.
Tim Warren melihat LINK sebagai proyek dengan prospek fundamental menarik. Ia menyebut area di bawah US$11 sebagai zona akumulasi yang sebelumnya ia incar.
Dari sisi teknikal, ia memperhatikan pola falling wedge dan perbaikan histogram MACD. Meski begitu, Tim mengakui bahwa sinyal beli yang ia tunggu belum sepenuhnya terkonfirmasi.
Hal yang perlu investor perhatikan
Chainlink memiliki posisi penting dalam infrastruktur blockchain. Namun, pertumbuhan penggunaan jaringan tidak selalu menghasilkan kenaikan harga LINK secara langsung.
Selain lima pilihan utama tersebut, terdapat beberapa altcoin lain yang juga menarik untuk dipantau pada November 2026. Beberapa di antaranya mendapat perhatian langsung dari Tim Warren dan analis lain dalam diskusi pasar.
Zcash (ZEC) menjadi salah satu altcoin yang Tim Warren soroti untuk November 2026. Dalam pembahasannya, ia menyebut Zcash sebagai salah satu koin pilihannya yang menunjukkan performa sangat baik ketika pasar mulai menghijau setelah mengalami tekanan jual.
Zcash memiliki fokus pada privasi transaksi blockchain melalui teknologi Zero-Knowledge Proofs (ZKPs). Fitur Shielded Transactions memungkinkan pengguna menjaga kerahasiaan informasi pengirim, penerima, dan jumlah transaksi. Daya tarik ZEC terletak pada meningkatnya perhatian pasar terhadap teknologi privasi digital. Namun, investor perlu memperhatikan risiko regulasi, likuiditas, dan ketersediaan ZEC di berbagai bursa.
XRP juga layak masuk radar investor yang tertarik pada sektor pembayaran lintas negara. Tim Warren menilai area US$1,20 menarik dalam analisisnya dan menyebut US$1,13 sebagai area support berikutnya jika tekanan jual berlanjut.
Ethereum (ETH) tetap relevan sebagai aset utama dalam ekosistem smart contract. Shrum memasukkan ETH ke dalam lima pilihan akumulasinya karena ekosistemnya memiliki posisi kuat dalam DeFi dan infrastruktur blockchain.
Uniswap (UNI) menarik perhatian karena perkembangan mekanisme ekonomi token dan aktivitas protokol DeFi. Namun, investor perlu memeriksa implementasi kebijakan pembelian kembali dan pembakaran token serta dampaknya terhadap nilai UNI.
Morpho (MORPHO) juga layak dipantau karena beroperasi dalam sektor pinjaman DeFi. Pertumbuhan pengguna, nilai pinjaman, pendapatan protokol, dan kualitas manajemen risiko menjadi indikator penting.
Kondisi pasar yang tidak menentu membutuhkan strategi pembelian yang disiplin. Investor sebaiknya tidak menghabiskan seluruh modal hanya karena harga altcoin terlihat lebih murah.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Dollar Cost Averaging (DCA). Strategi ini membagi modal menjadi beberapa pembelian sehingga investor tidak bergantung pada satu titik masuk.
Tim Warren menggunakan pendekatan tersebut untuk mengakumulasi lima altcoin pilihannya. Ia tidak langsung menghabiskan seluruh modal dalam satu transaksi, tetapi menambah posisi ketika harga mendekati area yang menurut analisisnya menarik.
Trader aktif dapat menggunakan pendekatan berbeda. Mereka dapat menunggu penembusan resistance, peningkatan volume, serta konfirmasi indikator momentum sebelum membuka posisi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli altcoin:
Investor juga perlu membedakan strategi trading jangka pendek dengan investasi jangka panjang. Proyek yang memiliki fundamental menarik belum tentu menghasilkan keuntungan dalam waktu dekat.
Pasar kripto pada November 2026 masih menghadapi ketidakpastian. Namun, sejumlah proyek tetap menunjukkan perkembangan yang menarik dari sisi teknologi dan ekosistem.
Lima pilihan utama Tim Warren mencakup Canton Network, NEAR Protocol, Ondo Finance, Bittensor, dan Chainlink. Kelimanya mewakili sektor berbeda, mulai dari infrastruktur keuangan institusional hingga AI dan tokenisasi aset.
Di luar daftar tersebut, Zcash juga menarik perhatian karena performanya ketika pasar mulai menghijau. Solana, Ethereum, Uniswap, dan Morpho melengkapi daftar altcoin yang masuk dalam diskusi para analis.
Bagi investor pemula, strategi DCA dapat menjadi pendekatan untuk mengelola pembelian secara bertahap. Sementara itu, trader berpengalaman dapat memperhatikan konfirmasi teknikal dan perubahan volume untuk menentukan momentum masuk.
Namun, tidak ada altcoin yang menjamin keuntungan selama pasar mengalami koreksi. Investor tetap perlu mengevaluasi fundamental, likuiditas, tokenomics, dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan ajakan, rekomendasi investasi resmi, atau perintah untuk membeli maupun menjual aset kripto tertentu. Seluruh aset kripto yang dibahas merupakan pilihan dan pandangan analis berdasarkan kondisi pasar serta informasi pada saat pembahasan. Pasar kripto memiliki risiko volatilitas tinggi dan dapat menyebabkan kerugian, termasuk kehilangan seluruh modal investasi.
Setiap pembaca bertanggung jawab atas keputusan investasinya sendiri. Lakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.