Hariankripto.id – Cardano berpotensi mendapatkan keuntungan besar dari perkembangan sektor AI dan kripto yang pesat di Korea Selatan. Korea Selatan menawarkan peluang besar berkat dukungan kebijakan pemerintah yang jelas, dana AI senilai $70 miliar, serta adopsi blockchain yang semakin berkembang. Dengan ini, Cardano bisa memanfaatkan momentum tersebut. Selain itu, solusi Midnight, yang berfokus pada privasi, sangat cocok untuk sektor-sektor seperti kesehatan, GovTech, dan stablecoin yang semakin berkembang.
Mengapa Cardano Bisa Berkembang di Korea Selatan?
Korea Selatan menarik bagi integrasi AI dan kripto karena kebijakan publik yang kuat serta kesiapan sektor swasta. Pertama, pemerintah negara ini berencana menggelontorkan dana sebesar $70 miliar untuk infrastruktur AI, yang menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap teknologi ini. Selain itu, perusahaan-perusahaan besar seperti Samsung telah mengintegrasikan dompet kripto ke perangkat konsumen mereka, yang menandakan kesiapan pasar untuk adopsi teknologi blockchain. Berdasarkan data terbaru, sekitar 25% orang dewasa di Korea Selatan sudah memiliki kripto, yang menambah potensi adopsi Cardano.
Oleh karena itu, dengan semua dukungan ini, Cardano memiliki peluang besar untuk berkembang lebih cepat di pasar Korea Selatan. Dengan Midnight yang fokus pada privasi, Cardano dapat memperkenalkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang semakin berkembang.
Midnight: Solusi Cardano untuk Privasi bagi Sektor Kesehatan dan Stablecoin
Midnight, solusi Layer-2 dari Cardano, berfokus pada privasi yang tinggi sambil tetap mematuhi regulasi yang ada. Ini memungkinkan transaksi yang terproteksi dalam sektor-sektor yang membutuhkan privasi, seperti kesehatan dan stablecoin. Charles Hoskinson, pendiri Cardano, menjelaskan bahwa Midnight “menjembatani privasi dengan kepatuhan, memungkinkan penggunaan stablecoin yang aman dan teratur.” Dengan demikian, Midnight bisa menjadi jawaban untuk kebutuhan data yang terproteksi namun tetap mematuhi regulasi di sektor-sektor tersebut.
DABA: Undang-Undang yang Akan Menyokong Penggunaan Aset Digital di Korea Selatan
Digital Asset Basic Act (DABA) bertujuan untuk memberikan kejelasan hukum mengenai aset digital dan stablecoin, yang dapat mengurangi ketidakpastian regulasi di sektor ini. Dengan adanya regulasi yang jelas, Cardano akan lebih mudah diterima oleh sektor publik dan swasta. Kejelasan aturan ini akan meningkatkan partisipasi institusional dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap blockchain. Karena itu, ini akan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi solusi seperti Midnight untuk diterapkan dalam proyek-proyek sektor publik dan swasta.
Cardano Siap Mendukung Aplikasi AI Skala Besar
Cardano tidak hanya siap untuk mendukung aplikasi AI kecil, namun aplikasi AI berskala besar. Dengan arsitektur bertingkat dan solusi L2 seperti Midnight, Cardano dapat menangani data yang diperlukan oleh AI, seperti pelatihan model privat atau rekam medis pasien yang harus dilindungi. Dengan cara ini, Cardano dapat memenuhi ekspektasi regulasi mengenai perlindungan data pribadi sambil memungkinkan inovasi berbasis blockchain yang aman.
Potensi Cardano di Pasar Kripto Korea Selatan
Meski aktivitas DeFi Cardano masih memerlukan waktu untuk pulih, Korea Selatan dapat mempercepat pemulihan ini dengan kebijakan yang mendukung penggunaan stablecoin dan GovTech yang diatur. Jika adopsi kebijakan semakin cepat, TVL (Total Value Locked) dan aktivitas on-chain Cardano dapat meningkat. Cardano dapat memanfaatkan pertumbuhan sektor ini lebih cepat, sehingga memperkuat posisinya di pasar kripto.
Saat ini aktivitas DeFi Cardano mengalami penurunan. Berdasarkan DeFiLlama Total Value Locked (TVL) turun dari 531 juta ADA menjadi 429 juta ADA, yang mencerminkan pertumbuhan DeFi yang lambat hingga tahun 2025.
Pandangan Ahli: Charles Hoskinson Menyoroti Peluang di Korea Selatan
Charles Hoskinson menyoroti pentingnya regulasi dan kolaborasi pemerintah untuk mendukung pengembangan blockchain. Ia mengungkapkan, “Beberapa proyek di Korea sangat menarik bagi kami, dan kami melihat potensi besar untuk blockchain berinteraksi dengan mereka. Ini adalah peluang besar bagi blockchain dan AI untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.” Hoskinson juga mencatatkan bahwa langkah Samsung yang mengintegrasikan dompet kripto pada perangkat Galaxy mereka menunjukkan kesiapan ekosistem.























