Hariankripto – Changpeng Zhao (CZ), pendiri Binance, memprediksi setiap negara pada akhirnya akan mengadopsi cryptocurrency dalam satu bentuk atau lainnya. Dalam diskusinya bersama Oxford Union, ia menyoroti internet, blockchain, dan kecerdasan buatan (AI) sebagai tiga teknologi fundamental yang akan membentuk masa depan dunia.
Pernyataan tersebut memperlihatkan keyakinan CZ terhadap peran aset digital dalam perkembangan ekonomi global. Ia juga menyinggung keamanan industri kripto, transparansi blockchain, serta peluang integrasi teknologi AI dengan sistem keuangan. Selain itu, perjalanan investasinya di Bitcoin turut memperlihatkan bagaimana keyakinan terhadap teknologi sejak tahap awal dapat mengubah arah karier seseorang.
Dalam sebuah event diskusi di Oxford Union, CZ menyebut internet, blockchain, dan artificial intelligence sebagai tiga teknologi paling fundamental sepanjang hidupnya. Menurutnya, ketiga teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk mengubah berbagai sektor, mulai dari komunikasi hingga sistem keuangan.
CZ menegaskan bahwa setiap negara pada akhirnya akan mengadopsi kripto dalam satu bentuk atau lainnya. Ia bahkan menyampaikan keyakinan bahwa adopsi tersebut hanya menunggu waktu.
Pandangannya berkaitan dengan kemampuan blockchain dalam menghadirkan transparansi transaksi dan meningkatkan efisiensi pembayaran. Teknologi ini memungkinkan pengguna melacak aktivitas transaksi melalui jaringan yang terbuka tanpa harus selalu bergantung pada perantara keuangan tradisional.
Lebih lanjut, CZ mengingatkan pemerintah agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi tersebut. Menurutnya, konvergensi blockchain dan AI akan menciptakan peluang baru bagi infrastruktur digital serta ekonomi global.
Bagi pelaku industri kripto, pernyataan ini menunjukkan bahwa adopsi aset digital tidak hanya bergantung pada minat investor ritel. Dukungan pemerintah, perkembangan regulasi, dan kesiapan infrastruktur juga memegang peranan penting dalam memperluas penggunaan teknologi blockchain.
Selain membahas adopsi global, CZ turut menyoroti tantangan keamanan yang menghadapi industri aset digital. Ia menyinggung insiden keamanan senilai US$6,3 miliar yang tercantum dalam informasi mengenai Binance. Menurut keterangannya, Binance menanggung seluruh kerugian tersebut sehingga tidak ada pelanggan yang kehilangan dana.
CZ juga menyoroti meningkatnya ancaman serangan siber seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan. AI memang membantu industri meningkatkan efisiensi operasional, tetapi teknologi yang sama juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk mengembangkan metode serangan yang semakin kompleks.
Karena itu, CZ mendorong pemerintah dan perusahaan teknologi untuk membangun aliansi keamanan. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat sistem perlindungan aset digital, meningkatkan kemampuan deteksi ancaman, serta mempercepat respons ketika serangan siber terjadi.
Bagi trader dan investor, keamanan menjadi salah satu faktor penting ketika memilih platform perdagangan kripto. Selain memperhatikan likuiditas, biaya transaksi, dan variasi aset, pengguna juga perlu mengevaluasi rekam jejak keamanan bursa serta menerapkan perlindungan akun secara mandiri.
Dengan demikian, perkembangan industri kripto membutuhkan keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan pengguna. Pertumbuhan adopsi tanpa sistem keamanan yang memadai justru dapat meningkatkan risiko bagi seluruh ekosistem.
Keyakinan CZ terhadap masa depan cryptocurrency bukan sekadar pernyataan di hadapan publik. Sebelum mendirikan Binance, ia pernah mengambil keputusan investasi besar yang mengubah perjalanan kariernya.
Pada Januari 2014, CZ menjual apartemennya di Shanghai dengan nilai sekitar US$900.000. Ia kemudian menggunakan dana tersebut untuk membeli Bitcoin. Saat itu, ia mulai mengakumulasi BTC pada kisaran harga US$800 dan US$600, lalu terus membeli ketika harganya turun hingga sekitar US$400.
🚨 IN 2014, CZ SOLD HIS $900,000 APARTMENT TO GO ALL IN ON BITCOIN AT $400. Before founding Binance, Changpeng Zhao made a life changing decision. In January 2014, CZ sold his apartment in Shanghai for approximately $900,000 and used the money to buy Bitcoin. He initially bought BTC around $800 and $600, then continued buying as the price dropped to approximately $400. At the time, he had left his previous job and was betting on an industry that was still in its early stages. Binance didn’t exist yet. Three years later, in 2017, he founded Binance, which would grow into one of the world’s largest cryptocurrency exchanges. Think about it. He sold his apartment when Bitcoin was still around $400. While most people saw uncertainty, CZ saw an opportunity. https://t.co/acRppal4dz
— Mr. Whale (@MrWhale) November 8, 2026
Keputusan tersebut mengandung risiko besar. CZ bahkan sudah meninggalkan pekerjaan sebelumnya ketika industri cryptocurrency masih berada pada tahap awal perkembangan. Binance pun belum berdiri saat ia mengambil langkah investasi tersebut.
Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2017, CZ mendirikan Binance. Platform tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu bursa cryptocurrency terbesar di dunia.
Perjalanan ini memperlihatkan bagaimana CZ mengambil posisi jangka panjang terhadap teknologi yang saat itu belum memperoleh penerimaan luas. Namun, pengalaman tersebut juga menunjukkan bahwa investasi pada aset kripto memiliki risiko tinggi dan tidak selalu menghasilkan keuntungan serupa bagi setiap investor.
Pada akhirnya, pernyataan CZ di Oxford Union memperkuat pandangannya bahwa blockchain dan AI akan memainkan peran penting dalam transformasi ekonomi digital. Meski begitu, masa depan adopsi kripto tetap bergantung pada kesiapan regulasi, keamanan teknologi, dan kepercayaan masyarakat. Bagi investor, memahami perkembangan fundamental industri tetap menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan perdagangan.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.