Hariankripto – Harga Bitcoin kembali melemah menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pada Selasa (27/10/2026), BTC bergerak di kisaran USD 79.000 hingga USD 79.500. Aset kripto terbesar ini sempat mencoba menembus USD 81.000, tetapi gagal bertahan di level itu. Kini pelaku pasar memilih menahan diri sambil menunggu hasil rapat FOMC.
Kegagalan di USD 81.000 memicu tekanan jual baru. Akibatnya, BTC turun ke bawah level psikologis USD 80.000. Meski begitu, ETF spot Bitcoin AS masih mencatat arus masuk sekitar USD 110 juta pada 26 Oktober. BlackRock memimpin arus masuk itu.
Namun, data mingguan menunjukkan gambaran berbeda. Sepanjang pekan, ETF spot mencatat arus keluar hingga ratusan juta dolar AS. Data Coinbase juga mengindikasikan aksi jual dari investor institusi. Di sisi lain, porsi keuntungan holder jangka pendek (short-term holder) kini menyusut ke 70%. Kondisi ini menandakan euforia pasar mulai mereda.
BREAKING: Bitcoin’s Coinbase Premium shows selling pressure intensifying to levels even HIGHER than at the Bitcoin bear market bottom. US institutions are selling like CRAZY. https://t.co/DtEPI8ubpJ
— Crypto Rover (@cryptorover) October 27, 2026
Secara teknikal, trader memantau support kunci di area USD 78.000–79.000. Sementara itu, resistance terdekat berada di USD 81.000.
Analis kripto Lennaert Snyder menilai BTC masih berada dalam fase konsolidasi pra-FOMC. Menurutnya, harga kemungkinan bergerak sempit sampai The Fed mengumumkan keputusannya besok. “Bitcoin sedang membangun likuiditas di kedua sisi. Kondisi seperti ini sering menjebak trader yang tidak sabar,” tulis Snyder.
Snyder menyiapkan dua skenario. Jika harga menyapu level terendah (sweep the low), ia mengincar posisi long di area USD 78.300–79.000 setelah muncul konfirmasi. Targetnya adalah buy-side liquidity (BSL) di USD 82.000. Sebaliknya, jika pasar naik lebih dulu, ia akan mencari peluang short di area POI yang sama seperti hari sebelumnya. Ia juga mengingatkan bahwa rilis FOMC yang mengejutkan bisa menyeret BTC lebih dalam. Karena itu, ia memilih menunggu dengan alert yang sudah aktif.
Pandangan serupa datang dari Michaël van de Poppe. Ia mencatat bahwa kegagalan menembus USD 81.000 membuat harga terus melemah. “Hampir selalu ada koreksi sebelum rapat FOMC, dan harga biasanya mencapai dasar pada akhir Selasa,” ujarnya.
Weakness remains in the markets on #Bitcoin. Price couldn’t break through $81,000 and therefore, we continue to fall. Not unusual, almost always there’s a correction prior to a FOMC meeting that bottoms at the end of Tuesday. Wouldn’t be surprised that we’re seeing a sweep here towards $78,500ish and a quick bounce upwards after that. I remain short-term bearish, but I also remain to be rational that this correction is such a phenomenal opportunity to scoop up a position for the long-term.
— Michaël van de Poppe (@CryptoMichNL) October 27, 2026
Van de Poppe memperkirakan BTC bisa menyapu area USD 78.500 sebelum memantul cepat. Meski bias jangka pendeknya bearish, ia melihat koreksi ini sebagai peluang emas untuk mengakumulasi posisi jangka panjang.
Selain FOMC, pasar juga menghadapi agenda makro yang padat pekan ini. Rex, pakar NFT dan kripto, menyoroti tiga agenda utama. Ketiganya adalah keputusan suku bunga The Fed, keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ), dan data inflasi PCE AS. Agenda ini berpotensi menggerakkan selera risiko investor global.
Menurut Rex, Bitcoin tetap mampu mempertahankan zona support USD 79.000–80.000. Padahal, arus modal keluar dari pasar AS cukup besar dan ketidakpastian terus meningkat. Di sisi lain, dominasi BTC masih menekan pergerakan altcoin.
Rex menilai penutupan harian yang konsisten di atas USD 88.000 bisa memicu reli kuat di pasar altcoin. Ia juga mengajak komunitas tetap sabar setelah melewati kerugian besar, gelombang FUD, dan masa penuh ketidakpastian. “Kita sudah melewati rasa sakitnya. Semoga kini saatnya menikmati keuntungan,” tulisnya.
Bagi trader pemula maupun profesional, pekan ini menuntut disiplin ekstra. Volatilitas harga Bitcoin bisa melonjak tajam begitu The Fed merilis keputusannya. Oleh karena itu, manajemen risiko dan konfirmasi sinyal tetap menjadi kunci sebelum membuka posisi.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi, bukan saran investasi. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan trading.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.