Hariankripto – Prediksi harga Bitcoin terbaru menunjukkan perbedaan pandangan antara optimisme Michael Saylor dan potensi koreksi yang muncul dalam analisis teknikal dari kanal youtube More Crypto Online. Pendiri Strategy tersebut meyakini Bitcoin (BTC) akan kembali menembus $100.000 setelah melewati titik terendah sedikit di bawah $60.000.
Namun, pasar kripto masih menghadapi tekanan jual. Berdasarkan data CoinGecko yang menjadi acuan artikel ini, harga Bitcoin berada di $81.683 setelah turun 2,1% dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu, analis dari kanal youtube More Crypto Online mengidentifikasi dua kemungkinan pergerakan BTC melalui pendekatan Elliott Wave. Analisis tersebut memperlihatkan peluang kenaikan menuju $97.637 sekaligus risiko koreksi hingga $63.326.
Dalam wawancara bersama Bloomberg Television pada 13 Oktober 2026, Michael Saylor menyatakan bahwa Bitcoin telah melewati fase penurunan terdalam. Menurutnya, harga BTC menemukan titik terendah sedikit di bawah $60.000 sebelum kembali bergerak menuju kisaran $80.000.
“Kami mencapai titik terendah sedikit di bawah $60.000. Bitcoin akan terus bergerak maju dari sini,” ujar Saylor.
Saylor juga menyebut Bitcoin telah memasuki tahap awal pasar bullish. Ia memperkirakan aset kripto terbesar tersebut mampu mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 20% hingga 30% selama dua dekade mendatang.
🔥BULLISH: Michael Saylor predicts Bitcoin will move back above $100,000. The Strategy founder forecasts Bitcoin growing “20 to 30% a year” long term. He says the bottom was “slightly below 60,000” and Bitcoin will “march forward from here.” https://t.co/ns7h2X9ziS
— Coin Bureau (@coinbureau) October 13, 2026
Meski demikian, Saylor tidak memberikan batas waktu mengenai kapan Bitcoin akan kembali melampaui $100.000. Saylor lebih menekankan potensi pertumbuhan jangka panjang daripada pergerakan harga harian.
Selain itu, Saylor menyoroti hubungan harga Bitcoin dengan indikator moving average (MA) 200 minggu. Menurutnya, BTC sempat turun melewati indikator tersebut sebelum kembali naik hingga mencapai 25% di atasnya.
Indikator ini membantu trader mengamati arah tren jangka panjang. Namun, posisi harga di atas MA 200 minggu tidak menjamin kelanjutan tren bullish.
Selain menyampaikan proyeksi harga, Saylor mengidentifikasi empat faktor yang berpotensi memperkuat pertumbuhan Bitcoin. Pertama, lingkungan regulasi yang lebih mendukung dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri aset digital.
Kedua, percepatan adopsi Bitcoin oleh sektor perbankan berpeluang membuka akses yang lebih luas bagi investor institusional. Selanjutnya, Saylor menyoroti perkembangan tokenized securities atau sekuritas berbasis token. Teknologi ini memungkinkan pelaku pasar merepresentasikan berbagai instrumen keuangan melalui blockchain.
Faktor keempat berasal dari pertumbuhan jaringan kredit digital. Perkembangan tersebut berpotensi memperluas penggunaan produk keuangan yang memanfaatkan Bitcoin dan teknologi blockchain. Saylor sebelumnya mengakui bahwa kebijakan perdagangan, kebijakan luar negeri, dan kebijakan moneter sempat memberikan tekanan terhadap Bitcoin pada fase awal siklus pasar.
Namun, ia memandang perkembangan regulasi dan infrastruktur keuangan digital dapat menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih besar dalam jangka panjang.
Di tengah optimisme Michael Saylor, Strategy tetap mempertahankan kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar. Berdasarkan laporan yang beredar pada 12 Oktober 2026, Strategy memiliki total 848.250 BTC dengan harga rata-rata pembelian sebesar $75.444 per koin.
Namun, aktivitas akumulasi terbaru menunjukkan perlambatan. Sepanjang periode 5–11 Oktober 2026, Strategy hanya membeli 250 BTC senilai $21,5 juta dengan harga rata-rata $86.194 per koin.
Pembelian tersebut tergolong kecil dibandingkan jumlah Bitcoin yang telah perusahaan kumpulkan. Menariknya, Strategy justru mengalokasikan $192,4 juta untuk membeli kembali saham preferen STRC pada periode yang sama.
Artinya, perusahaan mengeluarkan dana hampir sembilan kali lebih besar untuk pembelian kembali saham preferen daripada untuk menambah kepemilikan Bitcoin. Perbedaan alokasi dana ini menunjukkan bahwa Strategy juga memperhatikan pengelolaan struktur modal perusahaan, selain menjalankan strategi akumulasi BTC.
Sementara itu, harga rata-rata pembelian Strategy sebesar $75.444 menjadi salah satu acuan psikologis bagi pelaku pasar. Meski demikian, level tersebut tidak otomatis membentuk support teknikal ketika Bitcoin mengalami koreksi.
Di tengah optimisme Saylor, kanal analisis kripto More Crypto Online membagikan proyeksi harga Bitcoin melalui pendekatan Elliott Wave. Analisis tersebut mengidentifikasi dua kemungkinan pergerakan pasar. Skenario pertama menggunakan pola oranye atau bullish yang menggambarkan peluang kelanjutan kenaikan BTC.
Dalam skenario ini, analis menggunakan pola 1-2 setup untuk memperkirakan pembentukan gelombang kenaikan ketiga atau wave 3.Melalui pola tersebut, Bitcoin memiliki target kenaikan awal pada kisaran $84.177 hingga $86.232.
Apabila momentum bullish berlanjut, pembentukan gelombang kelima atau wave 5 berpotensi membawa BTC menuju rentang $88.597 hingga $97.637. Namun, More Crypto Online menetapkan $80.393 sebagai level invalidasi skenario bullish. Angka tersebut mengacu pada titik terendah Bitcoin pada 8 Oktober 2026 dalam analisis video.
Artinya, penurunan harga melewati batas tersebut dapat membatalkan pola kenaikan yang menjadi dasar proyeksi bullish. Dengan harga acuan Bitcoin sebesar $81.683, level invalidasi itu berada relatif dekat dengan posisi pasar.
Oleh karena itu, kemampuan BTC mempertahankan area $80.393 menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam skenario bullish tersebut.
Di sisi lain, More Crypto Online juga mengidentifikasi skenario biru atau bearish yang menggambarkan kemungkinan koreksi harga Bitcoin. Berbeda dari skenario bullish, analis menganggap kenaikan Bitcoin saat ini hanya membentuk wave C dalam struktur wave B yang lebih besar.
Berdasarkan pola tersebut, Bitcoin masih memiliki peluang naik sementara menuju zona resistensi $84.956 hingga $85.434. Namun, apabila BTC gagal melewati area tersebut, tekanan jual berpotensi mendorong harga kembali turun.
Dalam skenario bearish, More Crypto Online memperkirakan Bitcoin dapat mengalami koreksi menuju rentang support $63.326 hingga $74.840. Proyeksi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga jangka pendek belum tentu menandakan kelanjutan pasar bullish.
Menariknya, kedua skenario Elliott Wave sama-sama menempatkan area sekitar $85.000 sebagai zona penting bagi pergerakan Bitcoin. Apabila BTC mampu melewati resistensi tersebut dan mempertahankan momentum kenaikan, peluang menuju target bullish berikutnya dapat meningkat.
Sebaliknya, penolakan harga di sekitar $85.000 berpotensi memperkuat skenario koreksi menuju area support yang lebih rendah. Dengan demikian, optimisme Michael Saylor terhadap target $100.000 masih menghadapi tantangan teknikal dalam jangka pendek. Pergerakan harga Bitcoin di sekitar level resistensi dan support akan menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Meski begitu, kedua skenario Elliott Wave tersebut merupakan proyeksi teknikal, bukan kepastian mengenai arah harga Bitcoin.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.