Hariankripto – Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) merilis Consultation Paper 392 pada 15 Oktober 2026 untuk memperketat pengawasan platform aset digital. Melalui dokumen tersebut, regulator menjelaskan skema integrasi bursa kripto dan penyedia layanan kustodian teratokenisasi ke dalam sistem jasa keuangan nasional.
🇦🇺 BREAKING: Australia has released draft legislation mandating cryptocurrency transaction reporting and international tax information sharing. Crypto service providers would be required to report qualifying transactions involving Australian residents starting July 2027. https://t.co/M6dkatK0WU
— Generation Infinity (@Genfinity) October 15, 2026
Selain itu, langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem kripto yang transparan. Sebagai langkah awal, pelaku industri dapat memberikan masukan publik hingga 27 November 2026 sebelum aturan resmi berlaku penuh.
ASIC menempatkan perlindungan aset nasabah sebagai prioritas paling mendasar dalam kerangka kerja baru ini. Oleh karena itu, platform bursa kripto harus menerapkan standar tata kelola kustodian yang jauh lebih ketat, termasuk manajemen kunci privat (private keys). Kebijakan ini bertujuan menekan risiko kerugian pengguna apabila bursa mengalami krisis keuangan. Selain mengamankan kunci privat, aturan baru mewajibkan penyedia platform menyusun dokumen keterbukaan informasi dan aturan operasional yang jelas.
Langkah ini memberikan kepastian hukum serta transparansi operasional bagi seluruh investor. Komisaris ASIC, Alan Kirkland, menegaskan orientasi regulasi tersebut secara langsung.
“Pendekatan kami berlandaskan pada prinsip ‘kegiatan sama, risiko sama, hasil regulasi sama’ untuk menyelaraskan Australia dengan standar regulasi luar negeri.” — Alan Kirkland, Komisaris ASIC
Area krusial berikutnya mencakup praktik perdagangan yang adil dan bebas dari manipulasi. Sebagai bagian dari pengawasan aktif, ASIC mewajibkan bursa memantau seluruh aktivitas transaksi guna mendeteksi kecurangan pasar. Selanjutnya, regulasi baru ini melarang keras penyedia platform melakukan transaksi melawan nasabah mereka sendiri.
Larangan bertransaksi melawan nasabah tersebut secara efektif menghapus potensi konflik kepentingan di dalam internal bursa. Di samping itu, aturan ini memaksa pelaku industri menjalankan bisnis secara jujur dan kompetitif. Hasilnya, trader pemula maupun profesional mendapatkan jaminan ekosistem perdagangan yang seimbang.
| Tanggal Penting | Tahapan Regulasi ASIC | Membuka draft aturan pengawasan bursa & kustodian. |
| 15 Oktober 2026 | Penerbitan Consultation Paper 392 | Membuka draft aturan pengawasan bursa & kustodian. |
| 27 November 2026 | Batas Akhir Masukan Publik | Industri memberikan saran perbaikan kerangka kerja. |
| Maret 2027 | Penerbitan Panduan Akhir ASIC | ASIC memfinalisasi syarat teknis dan lisensi. |
| 08 April 2027 | Pelaksanaan Kerangka Lisensi | Pendaftaran resmi lisensi AFSL mulai dibuka. |
| 07 Oktober 2027 | Tenggat Transisi Operator Lama | Bursa wajib menyelesaikan proses perizinan penuh. |
Selain keamanan teknis dan keadilan pasar, ASIC menekankan pentingnya ketahanan modal bagi setiap pelaku usaha. Regulator menetapkan standar aset berwujud bersih (net tangible assets) yang wajib dipenuhi oleh bursa sesuai skala operasional mereka. Bahkan, beberapa operator besar harus menyediakan modal bersih hingga A$14 juta. Guna memberikan masa transisi yang memadai,
ASIC telah menyusun alur waktu pelaksanaannya secara bertahap. Regulator Australia tersebut berencana menerbitkan panduan akhir pada Maret 2027, sebelum kerangka lisensi resmi berjalan pada 8 April 2027. Sementara itu, pelaku bisnis yang sudah beroperasi memiliki kesempatan mengajukan lisensi Australian Financial Services Licence (AFSL) hingga 7 Oktober 2027.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.