Hariankripto – Kabar baik untuk para investor kripto! Prediksi risiko government shutdown atau penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) kini turun signifikan menjadi hanya 28%. Angka ini jauh lebih rendah daripada bulan lalu yang sempat menyentuh 40 – 48%.
Data terbaru dari pasar prediksi Kalshi di awal Januari 2026 menunjukkan bahwa peluang kesepakatan anggaran tercapai tepat waktu kini mencapai 71%. Kabar ini tentu menjadi kabar baik untuk pasar kripto yang sempat terpuruk akibat ketidakpastian politik di AS.
Alasan Kenapa Turunnya Risiko Shutdown
Prediksi turunnya risiko shutdown ini bukan tanpa alasan. Saat ini, Partai Republik mayoritas menguasai pemerintahan AS, baik melalui eksekutif maupun legislatif. Kondisi ini pun membuat kemungkinan terjadinya kebuntuan politik jauh lebih kecil daripada ketika pemerintahan terpecah antara dua partai.
Selain itu, kesepakatan pendanaan yang terjadi pada 2025 sudah mencakup sekitar 85 – 95% total belanja pemerintah hingga September 2026. Artinya, meskipun terjadi shutdown, dampaknya tidak akan separah yang dibayangkan.
Faktor politik juga berperan besar karena para anggota Kongres tidak ikut andil dalam risiko shutdown menjelang pemilu sela 2026. Mereka tahu betul bahwa shutdown selalu meninggalkan kesan buruk di mata publik dan bisa merugikan karier politik mereka.
Dampak Kepanikan Shutdown pada Bitcoin dan Pasar Kripto
Sebelum prediksi ini turun, ketakutan akan shutdown sudah terlanjur membuat pasar kripto goyang dan jatuh. Total kapitalisasi pasar kripto anjlok dari $3,15 triliun menjadi $2,95 triliun, yang berarti sekitar $200 miliar lenyap dalam waktu singkat. Bitcoin sebagai aset kripto terbesar juga tidak luput dari penurunan harga. Bitcoin mengalami penurunan harga dari $93.500 menjadi $87.000.
Ketidakpastian akibat ancaman shutdown membuat para trader bersikap sangat hati-hati. Hal ini terjadi karena shutdown berpotensi menunda rilis data ekonomi penting dan keputusan kebijakan dari pemerintah AS. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi seperti kripto dan memilih untuk menunggu hingga kejelasan muncul.
Bitcoin ETF AS Alami Dampaknya Juga
Produk investasi Bitcoin ETF di Amerika Serikat juga merasakan dampak negatif dari shutdown ini. Dalam kurun waktu dua minggu, tercatat arus dana keluar (outflow) mencapai lebih dari $600 juta dari berbagai produk spot Bitcoin ETF. Aksi jual besar – besaran ini semakin membuat harga Bitcoin jatuh dan menambah sentimen negatif di pasar.
Namun dengan turunnya prediksi risiko shutdown ke level 28%, ada harapan bahwa dana-dana tersebut bisa kembali mengalir masuk ke pasar kripto. Para analis memperkirakan jika kesepakatan anggaran berhasil tercapai sebelum 31 Januari, pasar kripto berpotensi mengalami rebound secara masif. Saat ini harga Bitcoin berdasarkan CoinGecko berada di harga $89.980 naik 1,2% dalam waktu 24 jam sejak artikel ini rilis.





















