Hariankripto – Iran mulai membuka ruang lebih besar bagi penggunaan aset kripto dalam aktivitas perdagangan. Langkah ini muncul setelah pemerintah melonggarkan aturan valuta asing untuk membantu perusahaan melakukan transaksi di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat.
Iran mulai melonggarkan aturan valuta asing sebagai langkah untuk membantu perusahaan tetap menjalankan perdagangan internasional di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat. Pemerintah Iran mendorong perusahaan agar membawa kembali pendapatan dari luar negeri melalui berbagai jalur, termasuk penggunaan aset kripto.
Menurut laporan Financial Times, perusahaan Iran kini dapat menggunakan aset digital seperti USDT dan Bitcoin untuk melakukan penyelesaian transaksi lintas negara melalui bursa kripto lokal. USDT menjadi pilihan yang paling banyak digunakan karena memiliki nilai yang mengikuti dolar Amerika Serikat.
🇮🇷 Iran's central bank is quietly steering traders toward crypto to outrun U.S. sanctions.
— Mario Nawfal (@MarioNawfal) September 9, 2026
Businesses can now settle cross-border trade in Tether and bitcoin instead of going through the government's official exchange system.
TRM Labs estimates almost $10 billion in crypto… pic.twitter.com/Heqvi9B3K6
Langkah ini muncul karena perusahaan Iran menghadapi kesulitan dalam menggunakan sistem perbankan internasional akibat pembatasan ekonomi. Dengan memanfaatkan kripto, pelaku usaha memiliki alternatif untuk mengirim dan menerima pembayaran tanpa bergantung sepenuhnya pada lembaga keuangan tradisional.
Selain itu, data TRM Labs menunjukkan bahwa volume transaksi kripto di Iran mendekati $10 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan penggunaan aset digital dalam aktivitas ekonomi negara tersebut.
Perubahan aturan ini memberikan keuntungan besar bagi eksportir dan importir Iran. Perusahaan yang memperoleh pendapatan dari pasar luar negeri kini memiliki lebih banyak pilihan untuk membawa dana kembali ke dalam negeri.
Sebelumnya, pelaku usaha harus melalui sistem valuta asing yang berada dalam pengawasan pemerintah. Kini, mereka dapat menggunakan aset kripto melalui bursa domestik untuk menyelesaikan transaksi tertentu.
Selain menerima pembayaran ekspor, perusahaan juga dapat menggunakan dana tersebut untuk membeli bahan baku dan barang impor. Cara ini membantu bisnis mengurangi ketergantungan terhadap jalur pembayaran internasional yang sulit mereka akses.
Di sisi lain, penggunaan USDT memberikan pilihan penyimpanan nilai yang lebih stabil dibandingkan rial Iran yang mengalami tekanan akibat kondisi ekonomi. Bagi sebagian pelaku usaha, stablecoin menjadi alat pembayaran yang lebih praktis dalam transaksi global.
Meskipun kripto membantu aktivitas perdagangan Iran, penggunaan aset digital juga menarik perhatian regulator Amerika Serikat. Pemerintah AS melihat jalur kripto sebagai salah satu kemungkinan cara untuk menghindari dampak sanksi ekonomi.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menyampaikan bahwa aset digital dapat menjadi perhatian dalam kebijakan pengawasan ekonomi yang lebih luas. Selain itu, Departemen Keuangan AS memberikan sanksi kepada Nobitex, salah satu bursa kripto terbesar di Iran, karena dugaan membantu aktivitas terkait penghindaran sanksi.
Situasi ini menciptakan tantangan bagi Iran. Di satu sisi, kripto memberikan alternatif pembayaran ketika akses perbankan internasional terbatas. Namun, semakin besar penggunaan aset digital juga dapat meningkatkan pengawasan dari regulator global.
Karena itu, perusahaan kripto dan layanan keuangan yang terhubung dengan Iran berpotensi menghadapi risiko tambahan apabila aktivitas tersebut dianggap melanggar aturan internasional.
Kebijakan baru Iran menunjukkan bahwa negara dapat menggunakan teknologi blockchain sebagai bagian dari strategi ekonomi. Kripto tidak hanya berfungsi sebagai aset investasi, tetapi juga mulai digunakan sebagai alat transaksi dalam kondisi tertentu.
Namun, penggunaan kripto dalam perdagangan internasional tetap menghadapi berbagai tantangan. Regulasi global, risiko pembatasan tambahan, serta pengawasan transaksi menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Perkembangan ini juga menunjukkan peran besar stablecoin seperti USDT dalam ekonomi yang mengalami keterbatasan akses ke sistem keuangan global. Dengan nilai yang mengikuti dolar, stablecoin menawarkan solusi pembayaran yang lebih fleksibel bagi sebagian pengguna.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.