Hariankripto – Belakangan ini AI mulai mengambil peran besar dalam pengujian keamanan ekosistem Bitcoin. Tim Bitcoin Red baru saja menyelesaikan pemindaian terhadap 501 proyek open-source dengan bantuan model AI seperti Kimi K3. Hasilnya cukup mengejutkan. Tim tersebut menandai hampir 8.000 potensi kerentanan dan mengategorikan sekitar 1.280 temuan sebagai masalah kritis atau berisiko tinggi.
🚨HUGE: China's Kimi AI just scanned nearly ALL of Bitcoin's open-source code, flagging almost 8,000 flaws.
— Coin Bureau (@coinbureau) August 13, 2026
The Bitcoin Red Team has now covered 501 projects, finding 1,280 critical or high-severity issues, with maintainers validating and patching flaws.
The team leaned on Kimi… https://t.co/AZR6WOb7Ym pic.twitter.com/O5rJjC1gm3
Temuan itu tidak berarti seluruh proyek Bitcoin berada dalam kondisi berbahaya. Maintainer tetap perlu memeriksa setiap laporan untuk memastikan tingkat risiko sebenarnya. Namun, Calle dari Tim Bitcoin Red mengatakan bahwa maintainer telah memvalidasi banyak temuan kritis dan berisiko tinggi.
Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan penting dalam dunia keamanan perangkat lunak. AI kini mampu menelusuri basis kode dalam jumlah besar dengan kecepatan yang sulit ditandingi peneliti manusia.
Di sisi lain, kemampuan yang sama juga dapat membantu penyerang. Karena itu, komunitas Bitcoin mulai melihat AI sebagai alat pertahanan yang perlu mendapat perhatian serius.
Tim Bitcoin Red Temukan Ribuan Masalah dalam Kode Bitcoin
Tim Bitcoin Red lahir setelah insiden Coldcard mendorong sejumlah peneliti untuk meningkatkan pengujian keamanan terhadap proyek Bitcoin. Dalam tahap sebelumnya, tim ini telah menemukan 4.962 potensi masalah keamanan setelah memeriksa ratusan proyek dengan bantuan AI.
Setelah memperluas pemindaian, jumlah proyek yang mereka periksa mencapai 501. Kimi K3 kemudian membantu tim menandai hampir 8.000 potensi masalah. Dari jumlah itu, sekitar 1.280 temuan masuk kategori kritis atau memiliki tingkat keparahan tinggi.
Calle menilai tahap pencarian kerentanan yang paling mudah sekarang mulai selesai. Dengan kata lain, Tim Bitcoin Red telah menemukan banyak celah yang relatif mudah muncul melalui pemindaian awal.
Namun, pekerjaan mereka belum berakhir. Model AI akan terus berkembang. Kemampuan baru dapat membantu peneliti menemukan pola kerentanan yang sebelumnya tidak terlihat.
Selain itu, Calle menyoroti persoalan utang teknis pada proyek open-source. Banyak proyek membawa kode lama yang telah berkembang selama bertahun-tahun. Kode tersebut terkadang menggunakan arsitektur, dependensi, dan bahasa pemrograman yang menyulitkan proses audit.
Bahasa C menjadi salah satu perhatian utama. Tim Bitcoin Red menemukan sejumlah masalah memory safety pada proyek yang menggunakan bahasa tersebut.
Kesalahan pengelolaan memori dapat memicu buffer overflow dan berbagai kerentanan lain. Sejumlah bahasa pemrograman modern dapat mencegah sebagian masalah ini melalui mekanisme keamanan bawaan.
Calle juga menjelaskan perubahan besar dalam proses eksploitasi. Dahulu, seorang peneliti mungkin menemukan buffer overflow tetapi masih membutuhkan keahlian tinggi untuk mengubahnya menjadi eksploitasi lengkap.
why humans should not code in c: we're finding memory-safety vulnerabilities in c projects that are prevented by default in many other languages.
— calle 🟥 (@callebtc) August 13, 2026
in the past, finding a simple buffer overflow wasn't enough. you'd need a highly skilled hacker to turn the vulnerability into a… https://t.co/QlsQvmElWm
Sekarang AI dapat mempercepat tahapan tersebut secara drastis.
Karena itu, masalah sederhana dalam kode lama dapat menimbulkan risiko lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu.
Lightning Network juga menarik perhatian Tim Bitcoin Red. Kompleksitas arsitektur Lightning menciptakan lebih banyak kemungkinan kesalahan implementasi. Calle menilai kondisi tersebut membuat sejumlah proyek Lightning membutuhkan pemeriksaan yang lebih intensif.
Situasi menjadi lebih serius ketika sebuah proyek tidak lagi memiliki maintainer aktif. Tidak ada pihak yang rutin memperbarui dependensi, meninjau kode, atau menangani laporan keamanan.
Oleh sebab itu, Calle menyarankan komunitas memperlakukan proyek yang tidak terawat sebagai proyek berisiko sampai audit membuktikan sebaliknya.
Meski begitu, temuan ribuan kerentanan tidak otomatis menunjukkan bahwa Bitcoin semakin lemah. Justru sebaliknya, pengembang sekarang memiliki kesempatan untuk menutup masalah sebelum penyerang memanfaatkannya.
BTCPay Server Rilis Pembaruan Setelah Laporan Keamanan
Temuan Tim Bitcoin Red mulai menghasilkan tindakan nyata dari pengembang. BTCPay Server menjadi salah satu proyek yang bergerak cepat. Pada 14 Agustus 2026 waktu Indonesia, tim BTCPay Server mengumumkan v2.4.3-rc4 sebagai pembaruan keamanan yang menangani kerentanan dari Tim Bitcoin Red, Project Loupe, Magic Grants, Premai, serta sejumlah peneliti independen.
Tim BTCPay Server mengembangkan pembaruan tersebut setelah beberapa hari melakukan perbaikan, peninjauan, dan pengujian secara intensif. Mereka menggunakan repositori keamanan privat sementara untuk mengerjakan patch sebelum membuka pembaruan kepada publik.
Versi v2.4.3-rc4 masih berstatus release candidate. Artinya, pengguna masih mungkin menemukan bug.
Namun, BTCPay Server tetap meminta pengguna segera melakukan upgrade karena pembaruan tersebut membawa perbaikan keamanan penting. Tim menyediakan proses pembaruan standar melalui menu pemeliharaan server maupun skrip pembaruan melalui command line.
Pembaruan tersebut juga membawa beberapa perubahan perilaku. Tim membuat NFC menjadi fitur opt-in. Selain itu, plugin Phoenixd untuk sementara belum kompatibel dengan release candidate tersebut.
Today, we are releasing BTCPay Server v2.4.3-rc4, a security update addressing vulnerabilities reported by the Bitcoin Red Team, @ProjectLoupe, @MagicGrants, @Premai_io, and independent researchers.
— BTCPay Server (@BtcpayServer) August 13, 2026
This release follows several days of nonstop work, review, and testing. It was… pic.twitter.com/PWEQJ9ejFN
Jika pengguna tidak melaporkan masalah besar, tim berencana menetapkan kandidat tersebut sebagai versi 2.4.3 dan membuka kode perbaikannya secara penuh dalam waktu sekitar 48 jam setelah pengumuman. Respons cepat BTCPay Server memperlihatkan manfaat nyata dari audit berbasis AI.
Tim Bitcoin Red dapat menelusuri kode dalam skala besar. Peneliti kemudian memvalidasi laporan. Maintainer lalu memperbaiki masalah yang memiliki dampak nyata. Proses itu memperpendek waktu antara penemuan kerentanan dan penerapan patch.
Respons komunitas kripto juga cenderung melihat perkembangan ini dari sisi positif.
Stake Pool Operator Cardano bernama Dave menyampaikan apresiasi terhadap pendekatan Tim Bitcoin Red. Ia menilai ekosistem Cardano dapat memperoleh manfaat jika memiliki tim defensif yang memakai AI untuk mencari kerentanan secara proaktif.
Really love the Bitcoin Red Teams approach of using frontier AI to proactively hunt down vulnerabilities.
— Dave (@ItsDave_ADA) August 13, 2026
A Cardano blue team doing something similar would be hugely beneficial for the ecosystem. https://t.co/55WbLoFhIC
Investor dan trader kripto VirtualBacon juga menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, proyek yang menemukan lalu memperbaiki kelemahan justru membangun ekosistem yang lebih kuat.
Pandangan tersebut penting karena angka ribuan kerentanan mudah menimbulkan kesan negatif. Padahal, angka temuan hanya menunjukkan hasil proses pemeriksaan. Risiko sesungguhnya bergantung pada jenis kerentanan, validasi teknis, kemampuan eksploitasi, dan kecepatan maintainer memasang patch.
Industri Kripto Mendorong Akses AI yang Lebih Luas
Keberhasilan Tim Bitcoin Red memunculkan persoalan baru tentang akses terhadap model AI paling canggih. Lebih dari tiga lusin perusahaan dan organisasi di industri Bitcoin serta kripto telah meminta laboratorium AI memberikan akses lebih luas kepada peneliti keamanan open-source. Coinbase, Block, BitGo, serta berbagai organisasi lain mendukung seruan tersebut.
Koalisi yang lebih luas juga mencakup lebih dari 40 institusi. Mereka mendorong laboratorium AI menyediakan akses awal ke model frontier, kapasitas komputasi yang memadai, dan lingkungan aman untuk menguji kode sensitif. Mereka memiliki alasan yang jelas. Model AI canggih dapat membantu penyerang menemukan kelemahan dan menyusun metode eksploitasi dengan cepat. Namun, sistem keamanan pada model komersial terkadang membatasi aktivitas yang menyerupai penelitian siber.
JUST IN: @Coinbase, @BitGo and 30+ others sign letter urging AI labs to give security researchers early access to frontier models, arguing attackers already do. pic.twitter.com/8OJyoIQUrI
— CoinDesk (@CoinDesk) August 13, 2026
Pembatasan tersebut memang bertujuan mencegah penyalahgunaan. Akan tetapi, aturan yang terlalu ketat juga dapat menghambat peneliti yang ingin memperbaiki perangkat lunak. Sementara itu, penyerang dapat menggunakan model tanpa pembatasan yang sama. Kondisi tersebut menciptakan ketidakseimbangan.
Karena itu, perusahaan kripto meminta laboratorium AI membuat mekanisme khusus untuk peneliti yang telah melalui proses verifikasi. Mereka ingin tim pertahanan memperoleh kemampuan yang sebanding dengan alat yang mungkin digunakan penyerang.
Perkembangan tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam keamanan Bitcoin baru memasuki tahap awal.
Tim yang mulai membangun sistem audit AI sejak beberapa bulan lalu sekarang memiliki keunggulan. Mereka dapat mengembangkan pipeline pemeriksaan kode, menguji temuan secara otomatis, dan mengarahkan peneliti manusia ke masalah yang paling serius.
Sebaliknya, proyek yang menunda penggunaan teknologi tersebut dapat menghadapi tumpukan kerentanan yang semakin sulit mereka tangani. Tren ini kemungkinan akan menyebar ke seluruh dunia open-source.
Perangkat lunak keuangan, aplikasi pembayaran, sistem cloud, library, dan berbagai proyek publik menghadapi tantangan yang sama. Semua proyek tersebut memiliki kode yang terus berkembang dan kemungkinan membawa utang teknis. AI mempercepat proses pencarian kelemahan.
Namun, AI juga mempercepat proses pertahanan ketika pengembang menggunakannya dengan benar. Karena itu, hampir 8.000 temuan dari Tim Bitcoin Red tidak hanya menjadi peringatan bagi komunitas Bitcoin. Temuan tersebut juga menunjukkan arah baru keamanan perangkat lunak.






















