Hariankripto – Grayscale mengambil langkah baru dalam strategi ETF kripto dengan menarik tiga pengajuan ETF altcoin. Perusahaan mencabut pendaftaran ETF Cardano, Hedera, dan Polkadot pada 7 Agustus melalui pengajuan Form RW kepada SEC.
Langkah tersebut membuat pasar bertanya mengenai alasan penghentian proses ETF tersebut. Namun, Grayscale tidak memberikan alasan komersial maupun regulasi secara khusus terkait keputusan itu.
Grayscale memilih tidak melanjutkan tiga produk tersebut. Sebaliknya, Grayscale ingin fokus pada aset yang memiliki permintaan institusional lebih kuat, likuiditas lebih tinggi, dan peluang pasar yang lebih besar.
Grayscale Menghentikan ETF yang Sudah Lama Terhenti
Berdasarkan dokumen SEC, Grayscale mengajukan Form RW untuk menarik tiga dokumen registrasi S-1. Produk yang dihentikan meliputi Grayscale Cardano Trust ETF, Grayscale Hedera Trust ETF, dan Grayscale Polkadot Trust ETF.
Grayscale Withdraws Registration Applications for ADA, HBAR and DOT ETFs
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) August 10, 2026
According to SEC filings, Grayscale filed three Form RW submissions on August 7, withdrawing the S-1 registration statements for the Grayscale Cardano Trust ETF, Grayscale Hedera Trust ETF and Grayscale… pic.twitter.com/haXOpqcOuE
Ketiga pengajuan tersebut berhenti dalam waktu sekitar 190 detik setelah Grayscale mengirim permintaan pencabutan. SEC tidak menolak pengajuan tersebut. Perusahaan memilih mengakhiri proses secara sukarela.
Selain itu, ketiga ETF tersebut sebenarnya belum mencapai tahap peluncuran. Sebuah ETF membutuhkan dua proses utama. Pertama, perusahaan harus menyelesaikan registrasi produk melalui S-1. Kedua, bursa harus mendapatkan persetujuan pencatatan melalui pengajuan 19b-4.
Dalam kasus Cardano, Hedera, dan Polkadot, proses pencatatan bursa sudah kehilangan momentum. Akibatnya, dokumen S-1 yang tersisa tidak lagi memiliki perkembangan berarti.
Karena itu, keputusan Grayscale lebih menunjukkan pembersihan produk yang tidak aktif. Perusahaan tidak menghentikan ETF yang siap masuk pasar.
Aktivitas Onchain Menjadi Faktor Penilaian Institusi
Menurut influencer kripto di X, Mars_DeFi, Selain proses regulasi, aktivitas jaringan juga menjadi pertimbangan penting dalam perkembangan ETF kripto. Nilai kapitalisasi pasar tidak selalu menggambarkan kekuatan ekosistem sebuah aset.
Cardano memiliki kapitalisasi pasar sekitar $7,2 hingga $7,4 miliar. Namun, aktivitas DeFi Cardano masih berada di kisaran $70 juta TVL. Ekosistem staking tetap menjadi keunggulan utama jaringan tersebut.
Sementara itu, Hedera memiliki kapitalisasi pasar sekitar $3 miliar. Aktivitas DeFi Hedera berada di sekitar $22 hingga $25 juta TVL. Jaringan ini lebih fokus pada penggunaan perusahaan, tokenisasi aset, dan sektor Real World Asset.
Di sisi lain, Polkadot memiliki kapitalisasi pasar sekitar $1,37 hingga $1,4 miliar. Namun, nilai TVL pada ekosistem relay chain masih relatif rendah. Polkadot tetap mengandalkan konsep interoperabilitas dan parachain sebagai daya tarik utama.
Perbedaan antara kapitalisasi pasar dan aktivitas onchain menjadi perhatian bagi investor institusi. Mereka tidak hanya melihat ukuran pasar. Mereka juga mempertimbangkan penggunaan jaringan, likuiditas, serta pertumbuhan ekosistem.
Grayscale Menerapkan Standar Baru untuk ETF Kripto
Keputusan Grayscale menunjukkan perubahan pendekatan dalam memilih aset untuk produk institusi. Perusahaan tidak meninggalkan pasar altcoin. Grayscale hanya meningkatkan standar sebelum menawarkan produk investasi baru.
ETF kripto membutuhkan beberapa faktor penting. Likuiditas tinggi, permintaan investor, kedalaman pasar, dan jalur regulasi yang jelas menjadi faktor utama.
Selain itu, kapitalisasi pasar besar tidak lagi menjadi satu-satunya indikator. Institusi mulai memperhatikan aktivitas nyata dalam jaringan blockchain sebelum memberikan akses investasi.
Grayscale masih memiliki beberapa pengajuan ETF altcoin lain. Produk seperti Bittensor dan Aave masih berada dalam tahap awal pengembangan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap mengeksplorasi pasar aset digital.
Namun, Grayscale belum menjelaskan alasan resmi pencabutan tiga ETF tersebut. Oleh karena itu, pandangan bahwa perusahaan semakin selektif masih menjadi analisis pasar, bukan pernyataan langsung dari perusahaan.






















