Hariankripto – Polymarket kembali jadi sorotan besar di pasar kripto. Kali ini, sorotan itu datang dari kabar buruk. Platform pasar prediksi tersebut mengakui adanya breach pada vendor pihak ketiga yang membuka jalan bagi peretas untuk menguras aset pengguna.
Kabar ini langsung menyebar cepat karena nilainya tidak kecil. Berdasarkan temuan on-chain dan laporan analis blockchain, pelaku menggasak aset senilai sekitar 2,94 juta dolar AS hingga 3 juta dolar AS. Selain itu, kasus ini juga menyentuh kepercayaan pengguna karena serangan masuk lewat frontend situs, area yang langsung dipakai user saat login dan bertransaksi.
Polymarket menyebut tim mereka sudah menemukan sumber masalah, menutup celah, dan menghapus dependency yang terdampak. Setelah itu, tim Polymarket juga menyatakan mereka akan mengganti seluruh dana pengguna yang terkena dampak. Meski begitu, insiden ini tetap memicu pertanyaan besar tentang seberapa aman sistem pihak ketiga yang menopang platform kripto besar.
Breach vendor pihak ketiga bikin pengguna Polymarket panik
Polymarket menjelaskan bahwa vendor pihak ketiga mereka mengalami kompromi. Setelah itu, pelaku menyisipkan script berbahaya ke frontend situs untuk sebagian pengguna. Dari titik inilah serangan berkembang dan mulai mengincar aset user.
Serangan itu tidak menyapu seluruh akun. Namun, dampaknya tetap besar karena nilai dana yang hilang sangat tinggi. Analisis on-chain menunjukkan kurang dari 15 akun terdampak. Di saat yang sama, analis blockchain lain menyebut pelaku menguras dana dari lebih dari 11 dompet korban yang menyimpan pUSD.
Setelah menguasai aset itu, pelaku menukar pUSD hasil curian menjadi ETH. Lalu, pelaku menggabungkan hasilnya ke beberapa alamat tertentu. Salah satu alamat utama yang muncul dalam pelacakan ialah 0xe65b1C586757c5510B60F998Eebb14C1eF71E1eD. Sementara itu, analis juga menyorot beberapa alamat lain yang diduga ikut menampung hasil serangan.
It appears there may be a phishing attack targeting Polymarket users, with estimated losses of $2.94M so far.
— Specter (@SpecterAnalyst) June 25, 2026
The attacker has drained funds from 11+ victim wallets holding PUSD, swapped the stolen assets for ETH, and consolidated the proceeds into the following address:… pic.twitter.com/6WfS0JhdDG
Kabar dari Polymarket muncul hampir bersamaan dengan laporan PeckShield. Firma pemantau blockchain itu mengungkap adanya kampanye phishing yang membidik pengguna Polymarket. Jadi, publik tidak hanya melihat satu sumber informasi. Mereka juga melihat kecocokan antara pengakuan platform dan temuan pihak pemantau independen.
Karena itu, rasa panik pun cepat menyebar. Banyak pengguna kripto paham bahwa serangan frontend sangat berbahaya. User bisa merasa aman saat membuka situs resmi, padahal script berbahaya sudah lebih dulu masuk ke halaman yang mereka percaya.
Kerugian hampir USD 3 juta dan keluhan korban bikin kasus ini viral
Nilai kerugian membuat insiden ini langsung viral. Analis blockchain memperkirakan total kerugian sudah menyentuh sekitar 2,94 juta dolar AS. Angka ini mendekati 3 juta dolar AS, sehingga banyak akun kripto besar di X ikut membahasnya.
Salah satu laporan yang paling menarik perhatian datang dari akun X bernama @qihu00. Ia mengaku baru saja kehilangan sekitar 500 ribu dolar AS di Polymarket lewat dua akun. Ia juga menyebut posisi dalam akunnya terjual dan dana keluar ke dompet eksternal. Unggahan seperti ini biasanya cepat membakar perhatian publik karena orang melihat dampak serangan secara langsung dari sudut pandang korban.
Selain itu, detail serangan juga membuat cerita ini terasa lebih serius. Pelaku tidak hanya mengambil aset, tetapi juga bergerak cepat mengonversi dana curian ke ETH. Langkah ini sering muncul dalam kejahatan kripto karena pelaku ingin memudahkan perpindahan dana sekaligus mengaburkan jejak.
Polymarket janji ganti rugi penuh
Polymarket bergerak cepat untuk meredam kekhawatiran. Dalam pernyataan resminya, tim menyatakan mereka sudah mengendalikan masalah, menghapus dependency yang terdampak, dan menghubungi pengguna yang terkena serangan. Yang paling penting, Polymarket berjanji akan mengganti dana korban secara penuh.
Salah satu anggota growth team Polymarket juga menegaskan bahwa perusahaan akan mengganti kerugian pengguna sepenuhnya. Menurut tim, pengguna yang terdampak tidak akan menanggung kerugian akhir. Pernyataan ini tentu memberi rasa lega, terutama bagi korban yang kehilangan dana besar.
We are refunding affected users in whole, there are no user "losses"https://t.co/xaYD7666EG
— LeGate (@williamlegate) June 25, 2026
























