Hariankripto – Proyek kripto yang terkait dengan keluarga Donald Trump ini menuduh pendiri Tron menyebarkan informasi palsu untuk menjatuhkan harga token WLFI.
Perang hukum di industri kripto kembali memanas setelah World Liberty Finance (WLFI) mengajukan gugatan terhadap Justin Sun. Platform DeFi tersebut menuduh miliarder asal China itu menjalankan kampanye fitnah terkoordinasi untuk merusak reputasi proyek dan menekan nilai tokennya. Langkah hukum ini menambah deretan konflik antara dua pihak yang sebelumnya sudah saling gugat di pengadilan.
WLFI menyampaikan tuduhannya melalui serangkaian postingan di platform X. Tim proyek mengklaim bahwa Sun secara sengaja menyebarkan klaim palsu tentang platform mereka dengan tujuan merusak reputasi dan menurunkan nilai token. Mereka menegaskan bahwa aksi Sun bersifat terkoordinasi, didanai, dan dilakukan secara sengaja dengan melibatkan influencer serta akun bot untuk memperkuat narasi negatif.
Akar Konflik Bermula dari Pembekuan Token di November 2024
Perseteruan ini berawal ketika entitas yang terhubung dengan Sun bernama Blue Anthem membeli sejumlah besar token WLFI pada November 2024. WLFI kemudian menuduh entitas terafiliasi Sun melakukan transaksi terlarang termasuk mentransfer token ke bursa kripto Binance.
Situasi memanas setelah WLFI menggunakan hak kontraktualnya untuk membekukan token tertentu demi melindungi ekosistem. Perusahaan menegaskan bahwa kemampuan pembekuan ini sudah terungkap secara jelas dalam ketentuan layanan dan semua investor menyetujuinya sejak awal.
Alih-alih mencari penyelesaian damai, WLFI mengklaim Sun justru menyerang platform secara publik. Pendiri Tron tersebut dilaporkan menyebut tata kelola WLFI sebagai penipuan dan menuduh proyek memasang backdoor serta mengeksploitasi komunitasnya.
Justin Sun Sebelumnya Sudah Mengajukan Gugatan Lebih Dulu
Menariknya, Justin Sun sebenarnya sudah lebih dulu mengajukan gugatan terhadap WLFI di pengadilan California. Dalam gugatannya, Sun mengklaim pihak WLFI telah membekukan tokennya, mencabut hak suaranya, dan mengecualikannya dari keputusan tata kelola proyek.
Sun menyatakan bahwa ia sudah berusaha menyelesaikan masalah ini secara privat namun tidak mendapat respons positif. Ia akhirnya memilih jalur hukum setelah tim WLFI menolak memulihkan aksesnya ke platform.
Pendiri Tron itu juga mengangkat kekhawatiran tentang aturan tata kelola baru yang terlalu ketat serta dugaan kontrol tersembunyi dalam sistem. WLFI membantah semua tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari kampanye disinformasi.
WLFI Kritik Media Mainstream yang Dianggap Memperkuat Narasi Sun
Perusaahan milik Donald Trump ini tidak hanya menyerang Sun tetapi juga mengkritik media besar termasuk The New York Times. Proyek tersebut menuduh outlet media tersebut memperkuat klaim Sun tanpa verifikasi yang memadai.
Tim WLFI mengingatkan publik bahwa Sun sebelumnya sudah menghadapi pengawasan ketat dari Securities and Exchange Commission Amerika Serikat. Regulator tersebut pernah menuduh Sun melakukan penipuan dalam kasus-kasus terdahulu.
Dalam pernyataannya, WLFI menyinggung bahwa liputan media cenderung bias dan mempunyai niat menarget figur politik. Proyek ini memiliki koneksi dengan keluarga Donald Trump dan Witkoff meskipun tidak menjelaskan secara detail sifat hubungan tersebut.
WLFI menegaskan bahwa gugatan ini bertujuan meminta pertanggungjawaban Sun atas kerusakan reputasi yang terjadi. Platform menyatakan bahwa kasus ini menyangkut integritas keuangan terdesentralisasi secara keseluruhan karena tindakan investor besar dapat merusak kepercayaan di seluruh ekosistem kripto.






















