Hariankripto – Circle resmi meluncurkan USDCx pada hari Jumat 27 Februari 2026. USDCx merupakan sebuah stablecoin native di Cardano yang didukung 1:1 oleh USDC. Peluncuran ini langsung menyita perhatian karena Circle membawa konsep yang lebih minim kepercayaan. Circle memakai smart contract non-custodial dan tidak mengandalkan bridge pihak ketiga.
Efeknya terlihat cepat. Program subsidi biaya dari Input Output Global (IOG) selama 10 hari pertama membuat banyak pengguna langsung mencoba. Adopsi awal ini ikut mendorong kapitalisasi pasar stablecoin Cardano menembus 34 juta USD dan memperkuat likuiditas DeFi di ekosistemnya.
Apa Itu USDCx dan Kenapa Ramai Dibicarakan?
USDCx adalah stablecoin di jaringan Cardano yang nilainya mematok 1:1 dengan USDC. Circle menyatakan setiap USDCx didukung oleh USDC yang disimpan di xReserve. Ini membuat narasinya jelas, karena tokennya punya cadangan yang terukur.
Yang membuat USDCx ramai adalah klaim “seamless” untuk akses likuiditas lintas chain. Circle ingin pengguna bisa membawa USDC dari jaringan lain ke Cardano dengan proses yang lebih sederhana. Circle juga menekan risiko yang sering muncul dari bridge pihak ketiga, karena mekanismenya dibuat trust-minimized.
USDCx bukan hanya untuk disimpan. Pengguna bisa memakainya untuk pembayaran, trading, lending, borrowing, dan menyediakan likuiditas. Stablecoin yang likuid biasanya menjadi bahan bakar utama DeFi, jadi wajar kalau komunitas melihat ini sebagai langkah besar.
Cara Kerja USDCx di Cardano yang Perlu Anda Tahu
Prosesnya berjalan dengan pola deposit lalu mint. Pengguna deposit USDC dari chain lain untuk kemudian mint USDCx di Cardano. Ketika pengguna ingin kembali, mereka bisa redeem USDCx menjadi USDC lewat Cross-Chain Transfer Protocol (CCTP) milik Circle.
Di tahap peluncuran, USDCx langsung mendapat dukungan dari aplikasi DeFi Cardano. Integrasi awalnya mencakup Liqwid Finance, MinswapDEX, dan SundaeSwap. Ini penting karena stablecoin baru akan cepat hidup jika langsung bisa holder Cardano pakai di DEX dan platform lending untuk semua ekosistem Cardano.
IOG juga menanggung semua biaya selama 10 hari pertama untuk menjembatani USDC menjadi USDCx di Cardano. Insentif ini mengurangi gesekan. Pengguna bisa mencoba lebih cepat tanpa takut biaya awal.
Dampaknya untuk DeFi Cardano dan Apa yang Harus Dipantau
Masuknya USDCx berarti Cardano mendapat tambahan stablecoin yang lebih likuid dan lebih mudah holder Cardano pakai. Ini bisa memperbaiki pengalaman trading di DEX, memperkuat pasar pinjam-meminjam, dan menambah opsi bagi penyedia likuiditas. Tokoh Cardano seperti Charles Hoskinson juga menyambutnya sebagai dorongan untuk likuiditas DeFi dan stabilitas on-chain.
Kenaikan market cap stablecoin Cardano melewati 34 juta USD menunjukkan ada respons nyata dari pengguna. Likuiditas stablecoin sering menentukan apakah ekosistem DeFi bisa tumbuh atau tidak. Saat stablecoin bertambah, volume dan aktivitas biasanya ikut meningkat.
Namun, Anda tetap perlu memantau fase setelah subsidi berakhir. Saat biaya kembali normal, pengguna akan menilai apakah proses mint dan redeem tetap terasa mudah. Kedalaman likuiditas di DEX dan peluang imbal hasil di lending juga akan menentukan apakah USDCx bertahan sebagai alat utama di Cardano, atau hanya ramai di awal saja.
Jika integrasi bertambah dan penggunaan stabil, USDCx bisa menjadi salah satu pendorong utama kebangkitan DeFi Cardano. Ini bukan sekadar rilis token baru. Ini adalah upaya membawa likuiditas USDC lintas chain masuk ke Cardano dengan cara yang lebih aman dan lebih praktis.























