Taking too long? Close loading screen.
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
hariankripto.id
Rabu, Juni 17, 2026
No Result
View All Result
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
    CPI AS

    CPI AS Bulan Mei Bisa Guncang Pasar Kripto, Bitcoin Siap Uji Level $55.000

    Bitcoin

    CZ Ingatkan Pasar Jangan Panik Saat Bitcoin Turun di Bawah $61.500

    Bitcoin, Ethereum, dan Solana

    3 Koin Kripto Ini Bisa Cetak Jutawan Di Tahun 2027

    Bitcoin Dump

    Bitcoin Jatuh ke Area $67.000 Setelah Strategy Jual BTC

    Bitcoin

    Strive Siapkan 4,2 Miliar Dolar AS untuk Borong Bitcoin

    FBI dan Bitcoin

    FBI Sita 127 Ribu Bitcoin, Cadangan BTC AS Makin Besar

  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
      Bitcoin Dump

      Bitcoin Jatuh ke Area $67.000 Setelah Strategy Jual BTC

      Analisis dan Prediksi Harga Ethereum

      Whale Ethereum Borong ETH Saat Harga Lemah Apakah Sinyal Rebound Mulai Terlihat?

      Prediksi Kapan Bitcoin Bottom

      Siklus Bitcoin 2026 Mulai Terbaca, Analis Ini Sebut Bottom Belum Terjadi!

      Brian Dixon Ungkap Dampak Besar CLARITY Act untuk Bitcoin

      Prediksi Harga Bitcoin dan XRP

      Pemegang IQ Tertinggi Dunia Prediksi Bitcoin dan XRP Siap Reli Besar Juni Ini

      Analisis Harga Bitcoin

      Bitcoin Masih Rapuh Sinyal SOPR dan Pola Wedge Ancam Turun ke $60.000

    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
    CPI AS

    CPI AS Bulan Mei Bisa Guncang Pasar Kripto, Bitcoin Siap Uji Level $55.000

    Bitcoin

    CZ Ingatkan Pasar Jangan Panik Saat Bitcoin Turun di Bawah $61.500

    Bitcoin, Ethereum, dan Solana

    3 Koin Kripto Ini Bisa Cetak Jutawan Di Tahun 2027

    Bitcoin Dump

    Bitcoin Jatuh ke Area $67.000 Setelah Strategy Jual BTC

    Bitcoin

    Strive Siapkan 4,2 Miliar Dolar AS untuk Borong Bitcoin

    FBI dan Bitcoin

    FBI Sita 127 Ribu Bitcoin, Cadangan BTC AS Makin Besar

  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
      Bitcoin Dump

      Bitcoin Jatuh ke Area $67.000 Setelah Strategy Jual BTC

      Analisis dan Prediksi Harga Ethereum

      Whale Ethereum Borong ETH Saat Harga Lemah Apakah Sinyal Rebound Mulai Terlihat?

      Prediksi Kapan Bitcoin Bottom

      Siklus Bitcoin 2026 Mulai Terbaca, Analis Ini Sebut Bottom Belum Terjadi!

      Brian Dixon Ungkap Dampak Besar CLARITY Act untuk Bitcoin

      Prediksi Harga Bitcoin dan XRP

      Pemegang IQ Tertinggi Dunia Prediksi Bitcoin dan XRP Siap Reli Besar Juni Ini

      Analisis Harga Bitcoin

      Bitcoin Masih Rapuh Sinyal SOPR dan Pola Wedge Ancam Turun ke $60.000

    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja
No Result
View All Result
hariankripto.id
No Result
View All Result
Home Analisis

Kenapa Harga Bitcoin Melemah di 2025? Ini Kata Michael Saylor dan Analis Kripto Lainnya

harian kripto by harian kripto
28/12/2025
in Analisis, Bitcoin, Investasi, Kripto
0
Bitcoin di Tahun 2025

Harga Bitcoin di 2025 sempat turun hampir 10% meski ada ETF spot dan adopsi institusi. Apa kata Michael Saylor dan analis kripto soal ini? Baca analisa lengkapnya di sini.

388
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariankripto – Tahun 2025 merupakan tahun yang optimis dan menantang untuk para trader kripto, khususnya trader Bitcoin. Investor, analis, dan perusahaan besar sama-sama menantikan lonjakan harga Bitcoin. Mereka membayangkan Bitcoin akan mencetak rekor baru secara berkala. Namun kenyataannya justru mengejutkan. Bitcoin menutup tahun dengan penurunan hampir 10%.

Para investor bertanya-tanya: Apa yang salah? Bukankah peluncuran ETF spot dan masuknya institusi besar seperti BlackRock seharusnya mendorong harga naik?

Michael Saylor, salah satu pendukung Bitcoin, langsung angkat bicara. Saylor meyakinkan bahwa kondisi ini bukan tanda kegagalan. Sebaliknya, ia melihat 2025 sebagai tahap awal dari siklus pertumbuhan baru Bitcoin.

Ekspektasi Tinggi di Tahun 2025 untuk Bitcoin

Sepanjang akhir 2024, para pelaku pasar kripto membanjiri media sosial dengan spekulasi bullish. Mereka mengklaim bahwa tahun 2025 akan menjadi titik balik bagi Bitcoin. Ada tiga alasan utama yang memicu euforia ini, yaitu:

  1. Peluncuran ETF Bitcoin Spot
    Komisi Sekuritas dan Bursa AS akhirnya menyetujui ETF Bitcoin spot yang telah ditunggu selama bertahun-tahun. Banyak investor percaya bahwa ETF ini akan membuka pintu masuk bagi dana triliunan dolar dari institusi global.
  2. Institusi Keuangan Besar Mulai Masuk
    BlackRock, Fidelity, dan raksasa Wall Street lainnya memproklamasikan dukungannya terhadap Bitcoin. Perusahaan-perusahaan ini bukan hanya bicara; mereka membeli BTC dalam jumlah besar.
  3. Perhatian Politik Meningkat
    Politisi di AS dan Eropa mulai berbicara lebih terbuka tentang regulasi kripto. Beberapa bahkan mengkampanyekan legalisasi aset digital sebagai bagian dari visi ekonomi masa depan.

Ketiga faktor ini membuat banyak investor percaya bahwa harga Bitcoin akan naik drastis. Namun kenyataanya menunjukkan sebaliknya.

Harga Bitcoin Justru Sempat Turun Hampir 10%, Apa yang Terjadi?

Bitcoin sempat mencetak harga tertinggi (ATH) pada bulan Oktober 2025 mencapai $126.000. Namun di bulan November harga Bitcoin sempat terjun menuju $82000 yang turun hampir 10% akibat kebijakan politik di Amerika Serikat dan kejadian tak terduga lainnya. Grafik yang seharusnya naik ke atas, malah bergerak ke bawah. Pasar yang awalnya optimis berubah menjadi cemas.

Investor mulai mempertanyakan keputusan mereka. Beberapa bahkan menjual dengan kerugian besar. Volume perdagangan menurun, dan platform-platform kripto mencatat penurunan traffic signifikan.

Penurunan ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah narasi bullish selama ini hanya sekadar ilusi?

Michael Saylor: 2025 Bukan Kegagalan, Tapi Persiapan Gelombang Kenaikan Baru

Michael Saylor, pendiri MicroStrategy dan pembeli Bitcoin, menjelaskan pandangannya dalam sebuah podcast terkenal. Ketika moderator bertanya bertanya, “Kenapa harga Bitcoin justru turun padahal fundamentalnya kuat?”, Saylor menjawab dengan sangat tenang:

“Ini pasar bebas paling murni di dunia. Orang-orang tidak menyadari bahwa 85% Bitcoin masih dipegang oleh crypto OG, bukan institusi seperti BlackRock. Mereka yang menggerakkan harga.” Kata Saylor

Saylor menambahkan bahwa pasar derivatif, bukan spot market, yang memimpin arah harga. Trader derivatif menggunakan leverage hingga 30x. Mereka bisa memutar arus hanya dengan perubahan kecil dalam sentimen.

Baca Juga:  8 Altcoin Ini Bersaing Mendapatkan Lampu Hijau ETF Spot dari SEC AS

Saylor percaya bahwa pasar sedang salah membaca sinyal. Menurutnya, investor seharusnya melihat fundamental industri, bukan hanya fluktuasi harga jangka pendek.

Pasar Derivatif Menggerakkan Harga Lebih dari Pasar Spot

Sebagian besar orang berpikir bahwa harga Bitcoin naik jika orang membeli BTC di bursa seperti Binance. Tapi itu hanya setengah dari cerita. Nyatanya, pasar derivatif seperti perpetual futures jauh lebih berpengaruh.

Di pasar derivatif, trader tidak benar-benar membeli Bitcoin. Mereka hanya berspekulasi tentang harga, sering kali dengan leverage tinggi. Dengan modal kecil, mereka bisa membuka posisi besar yang memicu lonjakan atau penurunan harga.

Menurut Saylor, pasar derivatif mengelola sekitar $1,7 triliun likuiditas. Pelaku pasar bisa melipatgandakan posisi mereka hingga 30 kali lipat. Satu langkah salah bisa mengguncang seluruh ekosistem kripto dalam hitungan menit.

85% Bitcoin Dipegang oleh “Crypto OG”

Menariknya, meskipun banyak diberitakan bahwa institusi besar mulai membeli Bitcoin, faktanya 85% dari supply Bitcoin masih berada di tangan para “crypto OG”. Siapa mereka? Mereka adalah para investor awal yang membeli Bitcoin sejak harganya masih di bawah $1. Banyak dari mereka anonim, tidak dikenal, dan cenderung tidak aktif di media.

Karena mereka memiliki jumlah besar, aksi jual atau hold dari kelompok ini bisa sangat mempengaruhi pasar. Namun karena mereka tidak mudah dilacak, pasar jadi tidak transparan. Ketika OG ini menjual, pasar bisa panik. Sebaliknya, jika mereka diam saja, harga bisa stagnan meski ada pembelian dari institusi.

Nico: Bitcoin Adalah Termometer Likuiditas

Sementara Saylor berbicara soal dinamika pasar, analis kripto Nico memberikan sudut pandang berbeda yang tak kalah menarik. Ia menyebut Bitcoin sebagai “liquidity thermometer” alias termometer likuiditas.

Baca Juga:  TVL DeFi Cardano (ADA) Cetak Rekor, Berhasil Capai Lebih Dari 5.800 Miliar Di Tahun 2023

Menurut Nico:

“Easy money, it goes up. Tight money, it goes down.”

Artinya, saat likuiditas global melimpah, biasanya ketika bank sentral menurunkan suku bunga dan mencetak uang, lalu Bitcoin cenderung naik. Tapi saat kondisi uang ketat (tight money), seperti saat suku bunga tinggi dan inflasi melonjak, permintaan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin turun.

Pandangan ini sejalan dengan kondisi global saat ini. Di tahun 2025, bank sentral di banyak negara masih menjaga suku bunga tinggi demi mengendalikan inflasi. Akibatnya, investor menjadi lebih konservatif, dan aset berisiko seperti Bitcoin kehilangan daya tariknya.

Mengapa Harga Bisa Menyimpang dari Fundamental?

Ketidaksesuaian antara harga dan fundamental bukan hal baru dalam dunia investasi. Di pasar saham pun, hal ini sering terjadi. Tapi di kripto, gap-nya bisa lebih lebar karena:

  • Volatilitas tinggi akibat perdagangan leverage
  • Kurangnya investor institusi di pasar spot
  • Spekulasi jangka pendek yang terlalu dominan
  • Berita dan sentimen negatif yang memperburuk keadaan

Harga Bitcoin bisa turun meski ada kabar baik, hanya karena trader derivatif melakukan short besar-besaran. Ini membuat investor ritel sering bingung, kenapa kok berita bagus tidak bikin harga naik?

Fundamental Kuat, Tapi Harga Tidak Mencerminkan

Ironisnya, meskipun harga turun, banyak pakar menyebut bahwa fundamental Bitcoin sebenarnya sangat kuat sepanjang 12 bulan terakhir. Michael Saylor bahkan menyebutnya sebagai “12 bulan terbaik dalam sejarah industri ini”.

Beberapa pencapaian penting tersebut meliputi:

  • Adopsi Bitcoin oleh institusi global
  • Regulasi yang mulai memberikan kejelasan di berbagai negara
  • Inovasi teknologi seperti Lightning Network dan integrasi Web3
  • Keterlibatan perusahaan publik seperti Tesla, MicroStrategy, dan bahkan negara seperti El Salvador

Namun, hal-hal ini belum terefleksi di harga. Kenapa? Karena harga di pasar kripto sering kali tertinggal dari fundamental, terutama ketika pasar dikuasai oleh emosi dan spekulasi jangka pendek.

Psikologi Pasar: Ketika Investor Panik

Satu faktor yang tak kalah penting adalah psikologi pasar. Ketika harga turun dan media memberitakan kabar negatif terus-menerus, kepanikan mulai menyebar. Fenomena ini dikenal sebagai FUD (Fear, Uncertainty, Doubt).

FUD membuat investor menjual dalam kepanikan, yang membuat harga turun lebih jauh, lalu memicu lebih banyak kepanikan. Ini adalah siklus yang bisa menghancurkan kepercayaan pasar dalam waktu singkat.

Baca Juga:  Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Tembus $125.000 di Akhir Tahun 2026

Sebaliknya, ketika harga mulai naik, FOMO (Fear of Missing Out) bisa memicu rally yang sama ketidakrasional psikologi dari para investor FOMO tersebut.

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Tahun 2025?

Tahun 2025 adalah pengingat bahwa pasar kripto bukan jalan pintas untuk kaya mendadak. Membutuhkan kesabaran, strategi, dan pemahaman mendalam terhadap dinamika pasar. Beberapa pelajaran penting:

  • Jangan terlalu percaya hype pada harga FOMO dan lakukan riset sendiri (DYOR).
  • Gunakan leverage dengan bijak, atau tidak sama sekali.
  • Fokus pada fundamental, bukan hanya harga.
  • HODL bisa menjadi strategi terbaik jika kamu percaya pada masa depan teknologi ini.

Kesimpulan: 2025 Bukan Akhir, Tapi Titik Awal

Tahun 2025 memang bukan tahun terbaik untuk harga Bitcoin, tapi bukan berarti ini akhir dari segalanya. Justru ini bisa jadi fondasi untuk masa depan yang lebih solid. Dengan fundamental yang terus membaik, regulasi yang makin jelas, dan adopsi institusi yang mulai berjalan, masa depan Bitcoin tetap cerah meski jalannya tidak selalu lurus.

Seperti kata Michael Saylor, mungkin pasar sedang “membaca” situasi dengan cara yang salah. Tapi bagi mereka yang bersabar dan memahami esensinya, masa depan Bitcoin bisa sangat menjanjikan.

FAQ

1. Apakah Bitcoin Akan Pulih di Tahun 2026?
Kemungkinan besar, ya. Dengan fundamental yang terus menguat dan adopsi institusi yang mulai berjalan, banyak analis memprediksi rebound di 2026.

2. Bagaimana Peran ETF dalam Meningkatkan Harga BTC?
ETF membuka pintu bagi investor institusi untuk masuk ke pasar kripto. Namun dampaknya cenderung lambat karena proses internal dan regulasi yang ketat.

3. Mengapa Trader Derivatif Bisa Menggerakkan Pasar?
Karena mereka menggunakan leverage tinggi, pergerakan kecil bisa berdampak besar pada harga. Pasar derivatif saat ini lebih berpengaruh daripada pasar spot.

4. Apa Artinya “Crypto OG” dan Mengapa Mereka Berpengaruh?
Crypto OG adalah pemegang Bitcoin awal yang biasanya memiliki jumlah besar. Keputusan mereka untuk jual atau simpan bisa sangat mempengaruhi supply dan harga.

5. Apakah Bitcoin Masih Layak untuk Investasi Jangka Panjang?
Jika kamu percaya pada masa depan teknologi blockchain dan konsep desentralisasi, maka ya—Bitcoin tetap menjadi salah satu aset terbaik untuk jangka panjang.

Tags: 2025BitcoinMichael SaylorPenurunan Harga
Previous Post

Kripto TradFi Mulai Mengejar, Hoskinson Sebut Cardano dan XRP Lebih Siap Rebut Pasar Tokenisasi USD 10 Triliun

Next Post

Kripto Privasi Menuju 2026 Dari Tren Menjadi Kebutuhan

harian kripto

harian kripto

Next Post
Zcash Kripto Privasi 2026

Kripto Privasi Menuju 2026 Dari Tren Menjadi Kebutuhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Berita Terbaru Kripto Minggu Ini

Sengketa Ripple Berakhir, Prediksi ETH $20.000, dan Berita Terbaru Kripto Minggu Ini!

24/08/2025
Analisis Pasar Kripto: Pertumbuhan Pasar Kripto Semakin Melambat, Peluang Pasar Ada Di Ethereum

Analisis Pasar Kripto: Pertumbuhan Pasar Kripto Semakin Melambat, Peluang Pasar Ada Di Ethereum

26/01/2024
Bitcoin (BTC)

Bitcoin Terjebak di Harga $85K hingga $90K dan Siap Meledak Setelah Natal? Ini Alasan dan Prediksi Lengkapnya!

24/12/2025
Zerebro

Dugaan Mengakhiri Hidup Zerebro Dev, Begini Ceritanya

05/05/2025
Vanguard Hapus Lebih Dari US$7,2 Triliun Bitcoin ETF Dari Platformnya, Harga Bitcoin Melemah

Vanguard Hapus Lebih Dari US$7,2 Triliun Bitcoin ETF Dari Platformnya, Harga Bitcoin Melemah

0
Ceo Blackrock Umpamakan Bitcoin Sebagai Kelas Aset Pelindung & Tidak Beda Jauh Dengan Emas

Ceo Blackrock Umpamakan Bitcoin Sebagai Kelas Aset Pelindung & Tidak Beda Jauh Dengan Emas

0
Outflow Milik Grayscale Mendominasi, Euforia Bitcoin ETF Meredup?

Outflow Milik Grayscale Mendominasi, Euforia Bitcoin ETF Meredup?

0
Resmi! Spot Bitcoin ETF Mulai Diperdagangkan Hari Ini

Resmi! Spot Bitcoin ETF Mulai Diperdagangkan Hari Ini

0
Scam Token Telegram

Jaringan Scam Token Telegram 2024 Pakai Sosok Pavlo dan Rug Pull Ratusan Ribu Member

17/06/2026
Exchange Palsu

Trader Kripto Kehilangan Jutaan Dolar Akibat Scam Kontrak Palsu

17/06/2026
Arthur Hayes

Arthur Hayes Balas ZachXBT dan Bantah Tuduhan Exit Liquidity

17/06/2026
JPMorgan

CEO Ripple Kritik JPMorgan Soal RUU Clarity dan Arah Regulasi Kripto AS

13/06/2026

Recent News

Scam Token Telegram

Jaringan Scam Token Telegram 2024 Pakai Sosok Pavlo dan Rug Pull Ratusan Ribu Member

17/06/2026
Exchange Palsu

Trader Kripto Kehilangan Jutaan Dolar Akibat Scam Kontrak Palsu

17/06/2026
Arthur Hayes

Arthur Hayes Balas ZachXBT dan Bantah Tuduhan Exit Liquidity

17/06/2026
JPMorgan

CEO Ripple Kritik JPMorgan Soal RUU Clarity dan Arah Regulasi Kripto AS

13/06/2026
Info Terbaru Bitcoin, Kripto, dan Prediksi Harga Terpercaya

Ikuti HarianKripto.id untuk berita terkini, analisis pasar cryptocurrency, dan tips investasi terpercaya.

Dapatkan informasi terbaru tentang dunia kripto yang membantu Anda memperoleh pengetahuan baru mengenai dunia kripto.

Kunjungi kami untuk update kripto setiap hari!

Follow Us

Browse by Category

  • Analisis
  • Avalanche
  • Bitcoin
  • Blockchain
  • Cardano
  • Dogecoin
  • Edukasi Kripto
  • Etherium
  • Game
  • Investasi
  • Kripto
  • Metaverse
  • Ragam
  • Shiba Inu
  • Siaran Pers
  • Solana
  • Tech
  • Uncategorized
  • Uncategorized

Recent News

Scam Token Telegram

Jaringan Scam Token Telegram 2024 Pakai Sosok Pavlo dan Rug Pull Ratusan Ribu Member

17/06/2026
Exchange Palsu

Trader Kripto Kehilangan Jutaan Dolar Akibat Scam Kontrak Palsu

17/06/2026
  • Kripto
  • Altcoin
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam

© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.

No Result
View All Result
  • Kripto
    • NFT
    • Blockchain
    • Metaverse
  • Altcoin
    • Ethereum
    • Cardano
    • Solana
    • Avalanche
    • Dogecoin
    • Shiba Inu
  • Bitcoin
  • Edukasi Kripto
  • Tentang Kami
  • Ragam
    • Analisis
    • Investasi
    • Siaran Pers
    • Lowongan Kerja

© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.

You have not selected any currencies to display