Hariankripto – Wintermute Trading menyiapkan investasi sekitar US$1 miliar dalam lima tahun untuk memperluas bisnis di luar industri kripto. Market maker kripto tersebut akan masuk lebih dalam ke pasar saham, komoditas, valuta asing, hingga pasar prediksi. Selain itu, Wintermute akan memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan dan pusat data untuk mendukung strategi perdagangan berfrekuensi tinggi.
Langkah ini muncul ketika aktivitas perdagangan kripto mengalami perlambatan. CEO Wintermute Evgeny Gaevoy mengatakan volume perdagangan harian rata-rata perusahaan turun dari sekitar US$15 miliar tahun lalu menjadi US$10 miliar tahun ini.
New: @wintermute_t plans to invest about $1 billion in high-frequency trading and AI data center infrastructure over the next five years, as the market maker looks to diversify into traditional markets following a slump in cryptohttps://t.co/1LjQjRNxyJ
— Ryan Weeks (@RyanJamesWeeks) August 12, 2026
Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk mencari sumber pendapatan yang lebih beragam. Saat ini, bisnis nonkripto menyumbang sekitar 10 persen terhadap pendapatan Wintermute. Namun, perusahaan ingin meningkatkan kontribusinya menjadi lebih dari 50 persen pada akhir 2027.
Wintermute berencana membiayai ekspansi tersebut melalui laba yang perusahaan pertahankan. Dengan strategi itu, perusahaan dapat mengembangkan lini bisnis baru tanpa menjadikan pendanaan eksternal sebagai tumpuan utama.
Wintermute Memperluas Bisnis ke Pasar Tradisional
Wintermute ingin mengubah posisinya dari perusahaan yang berfokus pada aset digital menjadi dealer dengan cakupan pasar yang lebih luas. Perusahaan membidik perdagangan saham, opsi saham, komoditas, valuta asing, serta sejumlah instrumen keuangan lainnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, unit Wintermute di Amerika Serikat telah menyelesaikan registrasi sebagai broker-dealer. Registrasi itu membuka jalan bagi perusahaan untuk memperdagangkan saham dan opsi saham. Wintermute juga dapat menyediakan likuiditas melalui bursa maupun pasar over-the-counter.
Selain itu, status tersebut memungkinkan perusahaan menjalankan peran sebagai authorized participant untuk produk yang diperdagangkan di bursa. Langkah ini memberi Wintermute akses yang lebih luas terhadap ekosistem keuangan tradisional di Amerika Serikat.
Ekspansi tersebut juga membawa perusahaan ke arena persaingan yang berbeda. Wintermute kini harus menghadapi perusahaan perdagangan besar seperti Jane Street dan Citadel Securities. Kedua perusahaan itu telah mengembangkan teknologi, sistem perdagangan, dan infrastruktur selama puluhan tahun.
Gaevoy menilai kondisi tersebut menuntut investasi yang besar. Oleh karena itu, Wintermute tidak hanya memperluas jenis aset yang perusahaan perdagangkan. Perusahaan juga meningkatkan kemampuan teknologi agar dapat bersaing dalam pasar yang mengandalkan kecepatan dan efisiensi.
Investasi AI Menjadi Fondasi Strategi Perdagangan
Wintermute tidak hanya mengejar kecepatan eksekusi transaksi. Perusahaan juga ingin meningkatkan kemampuan model kuantitatif melalui kecerdasan buatan. Strategi ini membutuhkan kapasitas komputasi, penyimpanan data, dan jaringan yang jauh lebih besar.
Model perdagangan kuantitatif membutuhkan data pasar dalam jumlah besar. Selanjutnya, sistem AI dapat mempelajari pola dari data tersebut dan membantu perusahaan menyesuaikan strategi perdagangan. Wintermute melihat kemampuan ini sebagai komponen penting dalam persaingan perdagangan modern.
Karena itu, sebagian dari investasi US$1 miliar akan mendukung pembangunan dan pengembangan pusat data AI. Infrastruktur tersebut akan memberikan kapasitas komputasi yang perusahaan perlukan untuk melatih model secara berkelanjutan.
Pada saat yang sama, perdagangan berfrekuensi tinggi menuntut koneksi jaringan yang cepat dan stabil. Perbedaan waktu yang sangat kecil dapat memengaruhi hasil transaksi dalam pasar dengan persaingan ketat. Namun, Gaevoy menegaskan bahwa strategi perusahaan mencakup lebih dari sekadar memangkas waktu eksekusi beberapa mikrodetik.
Wintermute Membidik Pendapatan Nonkripto Lebih Besar
Perubahan strategi Wintermute juga terlihat dari rencana ekspansi tenaga kerja. Perusahaan memiliki sekitar 17 karyawan di New York dan berencana menggandakan jumlah tersebut pada tahun depan. Sementara itu, Wintermute juga ingin meningkatkan jumlah karyawan global sekitar 40 persen.
Penambahan tenaga kerja akan membantu perusahaan mengembangkan aktivitas baru di berbagai kelas aset. Selain itu, langkah tersebut mendukung kebutuhan teknologi, perdagangan kuantitatif, kepatuhan, dan operasional yang muncul seiring ekspansi ke pasar tradisional.
Target pendapatan menunjukkan skala transformasi yang Wintermute inginkan. Bisnis nonkripto saat ini hanya menghasilkan sekitar 10 persen dari total pendapatan. Akan tetapi, perusahaan menargetkan kontribusi lebih dari 50 persen pada akhir 2027.
Strategi tersebut tidak berarti Wintermute meninggalkan aset digital. Sebaliknya, perusahaan melihat hubungan antara kripto dan keuangan tradisional semakin erat.
Wintermute is expanding into traditional financial markets!
— Wintermute (@wintermute_t) August 12, 2026
Our founder and CEO @EvgenyGaevoy spoke to Bloomberg on what is coming next
"There is a future where crypto takes over the world, and there is also a future where it's merging with TradFi one way or another" https://t.co/lM657QoetB
Melalui akun X, Wintermute menyampaikan pandangan bahwa masa depan dapat membawa kripto mengambil peran yang jauh lebih besar. Namun, perusahaan juga melihat kemungkinan kripto dan traditional finance atau TradFi akan bergabung dalam berbagai bentuk.























