Hariankripto – Seorang pria asal Inggris berhasil mendapatkan kembali 61 Bitcoin yang sempat hilang selama 12 tahun. Aset kripto yang ia beli dengan modal awal £1.500 pada 2011 tersebut kini memiliki nilai sekitar £3,3 juta atau hampir US$5 juta.
Kisah ini kembali menjadi perhatian setelah entrepreneur sekaligus investor Bitcoin, Lark Davis, membagikan cerita tersebut melalui akun X miliknya. Ia menyebut kejadian ini sebagai salah satu kisah pemulihan Bitcoin yang menarik karena pemiliknya harus menunggu lebih dari satu dekade untuk mengakses aset digital tersebut.
Pria bernama Chris membeli Bitcoin pada 2011 melalui Intersango, salah satu bursa kripto pertama di Inggris. Saat itu, ia mengeluarkan dana sekitar £1.500 untuk membeli 61 Bitcoin.
61 Lost Bitcoins Retrieved!
— Lark Davis (@LarkDavis) August 30, 2026
A British guy bought £1,500 of Bitcoin in 2011 through Intersango, the UK's first crypto exchange, then it collapsed in 2014 with his coins frozen inside.
In 2018 the founders emailed him to claim his funds and he deleted it thinking it was a scam.… pic.twitter.com/aNUvvcUNS7
Pada periode tersebut, Bitcoin masih berada dalam tahap awal perkembangan. Banyak orang belum melihat aset digital ini sebagai instrumen investasi bernilai tinggi seperti sekarang.
Namun, situasi berubah ketika Intersango mengalami masalah dan berhenti beroperasi pada 2014. Akibat kondisi tersebut, Bitcoin milik Chris tidak dapat ia akses karena tersimpan di dalam platform tersebut.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2018, pendiri Intersango menghubungi Chris melalui email untuk membantu proses pengambilan kembali asetnya. Akan tetapi, Chris mengira pesan tersebut merupakan penipuan sehingga ia menghapus email tersebut.
Sementara itu, harga Bitcoin terus meningkat. Chris hanya dapat melihat perkembangan harga Bitcoin dari waktu ke waktu tanpa bisa mengambil kembali aset miliknya.
Pada beberapa periode, harga Bitcoin bahkan hampir mencapai £94 ribu per koin. Kondisi tersebut membuat Chris menyaksikan potensi nilai asetnya meningkat hingga jutaan pound.
Setelah bertahun-tahun kehilangan akses, istri Chris akhirnya meyakinkannya untuk mencari bantuan hukum. Ia kemudian menghubungi CEL Solicitors untuk membantu proses pemulihan aset tersebut.
Tim hukum tersebut melakukan penelusuran terhadap dokumen pengadilan di Amerika Serikat yang berkaitan dengan kasus Intersango. Setelah proses berjalan selama empat bulan, seluruh 61 Bitcoin akhirnya berhasil masuk kembali ke dompet digital Chris.
Dengan nilai Bitcoin saat ini, aset tersebut mencapai sekitar £3,3 juta atau sekitar US$5 juta. Jumlah ini menunjukkan perubahan besar dibandingkan investasi awalnya yang hanya £1.500.
Setelah mendapatkan kembali Bitcoin miliknya, Chris berencana menggunakan sebagian dana tersebut untuk membeli rumah keluarga yang lebih besar. Selain itu, ia juga memilih mempertahankan sebagian Bitcoin sebagai investasi jangka panjang.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Chris masih melihat potensi Bitcoin untuk masa depan. Ia tidak langsung menjual seluruh aset yang baru saja berhasil ia pulihkan setelah penantian panjang.
Saat ini, Bitcoin berada di sekitar harga US$78.699 per BTC. Harga tersebut menunjukkan kenaikan kecil dalam 24 jam terakhir di tengah pergerakan pasar kripto yang terus berubah.
Kisah Chris menjadi pengingat bahwa penyimpanan aset digital membutuhkan perhatian besar. Kehilangan akses terhadap dompet atau platform penyimpanan dapat membuat pemilik aset menghadapi proses panjang untuk mendapatkannya kembali.
Meski begitu, perjalanan 61 Bitcoin miliknya membuktikan bahwa aset kripto yang dibeli sejak awal perkembangan industri dapat memiliki nilai yang sangat besar dalam jangka panjang.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.