Hariankripto – Kabar besar datang dari dunia industri kripto. MetaMask resmi meluncurkan kartu debit kripto di seluruh Amerika Serikat pada 26 Februari 2026. Kartu ini kini tersedia di 49 negara bagian, termasuk New York yang baru pertama kali masuk daftar. Hanya Vermont yang belum kebagian karena kendala regulasi .
MetaMask Card didukung oleh Mastercard dan memungkinkan pengguna belanja langsung dari dompet self-custodial mereka. Kartu ini bisa dipakai di lebih dari 150 juta merchant di seluruh dunia . Menariknya, dana tetap berada di dompet pengguna sampai detik mereka tap atau swipe kartu. Tidak ada pre-loading. Tidak ada pihak ketiga yang menahan token kamu.
Perjalanan Panjang MetaMask Card Sebelum Rilis Nasional
MetaMask tidak langsung meluncurkan kartu ini secara besar-besaran. Mereka memulai dengan pilot terbatas pada Agustus 2024 di Inggris dan beberapa negara Uni Eropa. Saat itu, kartu digital mendukung stablecoin seperti USDC, USDT, dan wETH di jaringan Linea.
Kemudian pada Desember 2024, MetaMask melakukan pilot di AS. Tim terus menyempurnakan produk dan memamerkan hasilnya di ETHDenver 2025. Pendekatan bertahap ini membantu mereka mengumpulkan data pengguna nyata sebelum rilis nasional.
Ale Machado, Staff Product Manager MetaMask, mengatakan pengguna pilot sudah memperlakukan kartu ini seperti kartu biasa di dompet mereka.
“Enam bulan dari sekarang, sukses artinya perilaku itu jadi norma di seluruh pengguna AS kami,” ujar Machado.
Siapa Saja Partner di Balik MetaMask Card?
MetaMask tidak membangun infrastruktur ini sendirian. Ada beberapa mitra kunci yang terlibat.
Mastercard menyediakan jaringan pembayaran global. Monavate (sebelumnya Baanx) menangani penerbitan kartu yang teregulasi. Cross River Bank, bank AS yang diasuransikan FDIC, menerbitkan kartu di Amerika. Sementara Consensys mengembangkan produk dan mengelola ekosistem MetaMask.
Peran Cross River Bank cukup penting. Meski kripto kamu tetap di dompet self-custodial, penerbitan kartu tetap melewati jalur perbankan tradisional. Ini pendekatan hybrid yang dirancang untuk memenuhi regulasi sambil menjaga kontrol pengguna atas aset mereka.
Pilihan Kartu Standard dan Metal dengan Cashback Menggiurkan
MetaMask menawarkan dua opsi kartu. Kartu Standard berbentuk virtual tanpa biaya tahunan. Pengguna mendapat cashback hingga 1% dalam bentuk mUSD, stablecoin native MetaMask yang dikeluarkan oleh Bridge (perusahaan Stripe). Cocok untuk pengguna kasual yang ingin mencoba belanja pakai kripto.
Kartu Metal dibanderol $199 per tahun dan hadir dalam bentuk fisik. Cashback-nya naik jadi 3% pada transaksi pertama $10.000. Kartu ini juga menghapus biaya transaksi luar negeri, memberikan limit ATM lebih tinggi, diskon perjalanan via Entravel, dan akses ke acara eksklusif .
Kenapa Self-Custody Jadi Nilai Jual Utama?
Kebanyakan kartu debit kripto di pasaran mengharuskan pengguna menyetor dana ke akun kustodian terlebih dahulu. Artinya, kamu menyerahkan token ke pihak ketiga dan berharap mereka ada saat dibutuhkan. MetaMask melewatkan langkah itu sepenuhnya.
“Tidak ada penyerahan dana ke orang lain dan berharap mereka ada saat kamu butuh,” kata Machado.
Setelah keruntuhan berbagai platform terpusat dalam beberapa siklus terakhir, pembeda ini punya bobot nyata. Pengguna yang pernah kena imbas kegagalan kustodian pasti paham daya tarik menjaga aset di bawah kendali sendiri sampai detik pembelian .
Untuk memulai, pengguna perlu melewati verifikasi KYC standar. Kartu tersedia di 49 negara bagian AS, dengan Vermont dikecualikan. Selain AS, kartu ini juga sudah aktif di Inggris, Wilayah Ekonomi Eropa, Argentina, Brasil, Kanada, Kolombia, Meksiko, dan Swiss.
Kesimpulan
MetaMask Card resmi hadir di 49 negara bagian AS pada 26 Februari 2026. Kartu debit kripto ini self-custodial dan menggandeng Mastercard yang bisa 150 juta merchant dunia pakai. Ada dua pilihan kartu: Standard (gratis, 1% cashback) dan Metal ($199/tahun, 3% cashback). Peluncuran ini menandai deployment terluas kartu belanja kripto self-custodial hingga saat ini.























