Hariankripto – Perkembangan ekosistem Ethereum kembali menjadi perhatian komunitas kripto setelah Ethereum dan Base memilih jalur berbeda dalam pengembangan standar Account Abstraction (AA). Perbedaan arah ini muncul setelah upaya menyatukan dua proposal teknis, yaitu EIP-8130 milik Base dan EIP-8141 Frame Transactions dari Ethereum, tidak mencapai kesepakatan bersama.
Account Abstraction menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem blockchain karena teknologi ini memungkinkan pengguna mengelola akun kripto dengan pengalaman yang lebih sederhana. Melalui bagian tersebut, dompet digital dapat menghadirkan fitur seperti pemulihan akun, transaksi otomatis, hingga sistem pembayaran yang lebih mudah digunakan oleh pengguna baru.
Base and Ethereum are no longer trying to build the same account abstraction standard.@decentrek, ZeroDev founder, says talks to reconcile Base-led EIP-8130 with Ethereum's EIP-8141 ended last week. Both remain drafts in the EIP registry.
— The Defiant (@DefiantNews) September 14, 2026
The split leaves wallets to absorb it:…
Namun, perbedaan tujuan antara Ethereum sebagai jaringan utama Layer 1 (L1) dan Base sebagai jaringan Layer 2 (L2) membuat kedua pihak mengambil pendekatan berbeda. Ethereum ingin menjaga prinsip desentralisasi, keamanan, privasi, serta ketahanan terhadap penyensoran. Sementara itu, Base lebih berfokus pada skalabilitas, fleksibilitas, dan kebutuhan bisnis yang membutuhkan solusi khusus.
Menurut peneliti Ethereum Derek Chiang, kolaborasi antara pengembang EIP-8130 dan EIP-8141 sebelumnya bertujuan menciptakan standar Account Abstraction yang dapat digunakan oleh jaringan L1 maupun L2. Namun, setiap solusi teknis yang muncul tetap membutuhkan kompromi dari salah satu pihak.
Pada akhirnya, Ethereum memilih mempertahankan identitas teknologinya, sedangkan Base ingin mengembangkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan ekosistemnya sendiri. Keputusan tersebut membuat kedua jaringan berjalan dengan standar masing-masing.
Perbedaan strategi antara Ethereum dan Base mencerminkan tantangan besar dalam membangun ekosistem blockchain yang luas. Ethereum memiliki tanggung jawab menjaga fondasi jaringan utama yang mengutamakan keamanan dan keterbukaan. Karena itu, setiap perubahan pada protokol harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap seluruh pengguna.
Di sisi lain, Base sebagai jaringan Layer 2 memiliki ruang lebih besar untuk melakukan eksperimen. Jaringan ini dapat menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan aplikasi, perusahaan, dan pengguna yang membutuhkan transaksi cepat dengan biaya lebih rendah. Derek Chiang menjelaskan bahwa perbedaan tersebut tidak selalu menjadi hasil negatif. Menurutnya, memaksakan seluruh jaringan menggunakan standar yang sama dapat mengurangi kemampuan masing-masing blockchain untuk menyelesaikan masalah spesifik yang mereka hadapi.
Meski Ethereum dan Base menggunakan pendekatan berbeda, keduanya masih memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan adopsi teknologi blockchain. Perbedaannya terletak pada cara masing-masing jaringan mencapai tujuan tersebut.
Peristiwa ini juga menarik perhatian sejumlah tokoh industri kripto. Gabriel Shapiro, CorpSec Attorney yang kini mengembangkan tokenisasi perusahaan melalui MetaLeX Labs, menyampaikan pandangan kritis mengenai peran Layer 2 dalam strategi Ethereum.
Menurut Shapiro, perkembangan L2 seperti Base memberikan manfaat besar bagi industri kripto dan pihak yang mengoperasikan sequencer. Namun, ia menilai Ethereum perlu semakin memperkuat nilai uniknya tanpa terlalu bergantung pada pertumbuhan jaringan Layer 2.
it begins
— gabriel shapiro (@lex_node) September 14, 2026
the story that L2s are a great strategy for Ethereum will get less and less plausible. L2s are great—for the crypto industry and for people who own the sequencer! Not for Ethereum per se. For Ethereum, they are just kinda like "less bad" than competing L1s.
Ethereum… https://t.co/vVQeVDTeNK
Shapiro juga menyebut bahwa Vitalik Buterin telah melihat perubahan arah tersebut dan mulai mendorong Ethereum untuk memperkuat keunggulan utama jaringan, bukan hanya mengandalkan strategi skalabilitas melalui L2.
Perbedaan standar Account Abstraction antara Ethereum dan Base membuat dompet kripto memiliki peran semakin penting. Wallet tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan aset, tetapi juga menjadi penghubung antara pengguna dengan berbagai jenis teknologi blockchain.
Derek Chiang menjelaskan bahwa setelah standar AA berkembang secara berbeda, tanggung jawab untuk menyederhanakan pengalaman pengguna akan berpindah kepada pengembang wallet dan aplikasi. Mereka perlu membangun sistem yang mampu memahami berbagai jenis transaksi tanpa membuat pengguna memahami kompleksitas teknis di belakangnya.
Pendekatan tersebut membuka peluang baru bagi pengembang aplikasi kripto. Wallet yang mampu memberikan pengalaman lintas jaringan dengan mudah dapat memiliki keunggulan kompetitif karena pengguna tidak perlu memikirkan perbedaan teknis antara L1 dan L2.
Sementara itu, peneliti Ethereum Binji memberikan apresiasi terhadap kontribusi Derek Chiang dalam diskusi tersebut. Ia menyebut Chiang sebagai penulis yang luar biasa dan menjadi bagian penting dalam perkembangan Ethereum. Binji juga mengingatkan bahwa perusahaan sebelumnya yang didirikan Chiang, ZeroDev, telah mendukung banyak aplikasi kripto besar melalui penerapan Account Abstraction.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masa depan blockchain kemungkinan tidak hanya bergantung pada satu standar yang sama untuk semua jaringan. Sebaliknya, ekosistem dapat berkembang melalui berbagai inovasi yang saling terhubung melalui infrastruktur pendukung.
Bagi pengguna kripto pemula, perbedaan antara Ethereum dan Base mungkin terlihat sebagai konflik teknologi. Namun, bagi pengembang dan komunitas blockchain, kondisi tersebut menunjukkan proses alami dalam menemukan desain terbaik untuk kebutuhan yang berbeda.
Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya menciptakan teknologi baru, tetapi memastikan teknologi tersebut tetap mudah digunakan. Ethereum dan Base mungkin memilih jalan berbeda, tetapi keberhasilan keduanya tetap bergantung pada kemampuan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.