Hariankripto – Peretasan Bithumb kembali mengguncang industri kripto Korea Selatan. Bursa kripto terbesar kedua di negara itu mengonfirmasi bahwa pihak luar tanpa izin berhasil membobol sistem internalnya. Insiden ini membuat sejumlah data pribadi bocor. Selain itu, kasus ini muncul di tengah gelombang serangan siber yang juga menghantam beberapa lembaga keuangan besar di Korea Selatan.
Menurut laporan media Korea Selatan, Yonhap, Bithumb menemukan insiden tersebut pada 27 Oktober. Peretas menembus sistem groupware seluler milik bursa. Sistem ini berfungsi sebagai sarana komunikasi dan kolaborasi internal bagi karyawan.
Akibat akses ilegal itu, sejumlah data pribadi mengalami kebocoran. Saat ini, Bithumb masih menyelidiki apakah informasi nasabah ikut bocor. Bursa juga belum mengungkap jumlah maupun jenis data yang hilang.
Detail tersebut penting bagi pengguna. Pelaku kejahatan siber kerap memanfaatkan data pribadi untuk melancarkan serangan phishing lanjutan. Di sisi lain, Bithumb punya riwayat keamanan yang cukup panjang. Bursa ini pernah mengalami pencurian aset kripto bernilai puluhan juta dolar AS pada 2018 dan 2019.
Bithumb ternyata tidak sendirian. Pada hari yang sama, Mirae Asset Global Investments dan Daishin Securities juga mengalami intrusi siber. Daishin Securities bahkan mengungkap kebocoran data pribadi dan informasi kredit milik 38.490 nasabah.
Rentetan serangan ini sebenarnya bermula sehari sebelumnya. Pada 26 Oktober, Mirae Asset Life lebih dulu melaporkan insiden serupa. Setelah itu, daftar korban terus bertambah. Kini, hampir seluruh sektor keuangan utama Korea Selatan, kecuali perusahaan kartu kredit, merasakan dampak gelombang peretasan ini.
South Korea’s Second-Largest Crypto Exchange Bithumb Confirms Security Breach According to Yonhap News Agency, South Korea’s second-largest cryptocurrency exchange, Bithumb, confirmed that an unauthorized external party accessed its internal mobile groupware system, resulting in a personal data leak. The exchange discovered the incident on October 27 and is investigating whether customer information was compromised. Two other South Korean financial institutions, Mirae Asset Global Investments and Daishin Securities, were also confirmed to have suffered cyber intrusions. Daishin Securities disclosed that the personal and credit information of 38,490 customers had been leaked. South Korea’s Financial Supervisory Service (FSS) is investigating the incidents.
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) October 28, 2026
Menanggapi situasi tersebut, Financial Supervisory Service (FSS) Korea Selatan langsung bergerak. Regulator keuangan itu kini menyelidiki seluruh insiden yang menimpa bursa kripto dan lembaga keuangan tersebut.
Kepala FSS, Lee Chan-jin, menyinggung kasus ini dalam rapat rutin bersama dewan direksi delapan perusahaan induk perbankan. Ia mengakui bahwa serangan siber menimpa sejumlah lembaga keuangan utama sehari sebelumnya. Lee pun kembali menyerukan penguatan keamanan teknologi informasi (TI) di sektor keuangan.
“Dengan kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi alat peretasan, peretas akan mudah menemukan celah keamanan dan serangan serentak akan menjadi hal biasa,” ujarnya.
Lee juga meminta dewan direksi mengambil peran utama. “Keamanan TI merupakan tugas kunci untuk melindungi aset, informasi nasabah, serta kepercayaan finansial. Karena itu, dewan direksi harus memimpin upaya peningkatan kemampuan keamanan TI,” tegasnya.
Bagi trader dan investor kripto, insiden ini menjadi pengingat penting. Pengguna Bithumb sebaiknya mewaspadai email, SMS, atau telepon yang mengatasnamakan bursa. Langkah berikutnya, segera ganti kata sandi, aktifkan autentikasi dua faktor (2FA), dan pantau aktivitas akun secara rutin. Kebiasaan sederhana ini mampu menekan risiko jika data pribadi benar-benar jatuh ke tangan yang salah.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.