Hariankripto – Zcash kembali membagikan perkembangan bagus untuk jaringannya. Kali ini, Jaringan full-node Zcash, Zakura memperkenalkan fitur kunci sekali pakai untuk melindungi pengguna dari ancaman kuantum saat melakukan swap. Fitur ini membuat incoming viewing key baru untuk setiap swap melalui NEAR Intents. Dengan begitu, alamat refund yang tampil di blockchain publik hanya mengungkap satu transaksi, bukan seluruh riwayat dompet pengguna.
Zakura merupakan pengembang perangkat lunak full node Zcash. Developer Zakura, Adam Tucker, memaparkan pendekatan baru ini melalui tulisan teknis pada hari Minggu. Lewat cuitannya, Zakura menyebut inovasi tersebut sebagai “post-quantum unlinkable swaps for Zcash.”
Menariknya, solusi ini tidak membutuhkan upgrade jaringan. Fitur tersebut memanfaatkan teknologi private information retrieval (PIR). Teknologi ini memungkinkan dompet menemukan dana refund tanpa membuka data tambahan kepada pihak lain.
Post-quantum unlinkable swaps for Zcash, no network upgrades required. https://t.co/hzBkdo1AHJ
— Zakura (@ZakuraZcash) October 18, 2026
Meski begitu, Tucker mengakui masih ada celah sebelum Tachyon meluncur. Tachyon adalah usulan upgrade skalabilitas Zcash. Para pengembang meyakini upgrade ini juga akan menghadirkan privasi pasca-kuantum secara penuh.
“Sampai Tachyon meluncur, ada celah yang sangat mencolok. Satu alamat shielded yang tampil di publik memungkinkan penyerang kuantum menghubungkan setiap pembayaran yang pernah masuk ke kunci alamat tersebut,” tulis Tucker.
Lantas, mengapa NEAR Intents menjadi sorotan? Menurut Tucker, risiko terbesar justru muncul dari swap melalui layanan cross-chain ini. Setiap kali pengguna menukar ZEC ke aset lain, sistem mencatat salah satu alamat shielded pengguna di blockchain publik NEAR sebagai alamat refund. Proses ini tetap berjalan meski refund tidak pernah terjadi.
Masalahnya, alamat-alamat itu memang tampak berbeda. Namun, semuanya berasal dari akun yang sama. Jika penyerang berhasil membongkar satu alamat, seluruh alamat lain ikut bocor.
INSIGHT: @Zcash developers propose giving every $ZEC swap through NEAR Intents its own private key, closing a gap that a future quantum computer could exploit to piece together a user’s payment history before the January quantum-resistance deadline. https://t.co/CfA4WBemam
— CoinDesk (@CoinDesk) October 19, 2026
Di sinilah kunci sekali pakai memainkan perannya. Karena setiap swap memakai viewing key baru, penyerang hanya bisa melihat satu transaksi. Riwayat dompet lainnya tetap aman.
Komunitas Zcash pun menyambut positif langkah proaktif ini. Di sisi lain, volume swap di NEAR Intents tetap solid hingga saat ini.
Langkah Zakura sejalan dengan peta jalan Zcash menuju ketahanan terhadap ancaman kuantum. Nic Carter bahkan memuji roadmap tersebut karena kekuatannya. Kini, Zcash menjadi kripto terbaru yang bersiap menghadapi serangan kuantum yang kian nyata.
Rencana konkret juga mulai bermunculan. Dalam sesi Privacy di Consensus Miami pada hari Kamis, pendiri sekaligus CEO Zcash Open Development Lab, Josh Swihart, membagikan targetnya. Swihart menyebut dompet quantum-recoverable untuk Zcash akan meluncur dalam satu bulan. Selanjutnya, Zcash menargetkan status pasca-kuantum penuh dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.
Dari sisi pasar, sentimen positif ini ikut mewarnai pergerakan harga. Berdasarkan data CoinGecko, harga Zcash (ZEC) berada di level $1.140, naik 2,35% dalam 24 jam terakhir saat artikel ini rilis.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.