Hariankripto – Industri aset kripto kembali mencatatkan sejarah baru dalam adopsi arus utama. Integrasi infrastruktur keuangan tradisional dengan teknologi blockchain kini bergerak semakin cepat. Langkah besar Visa dan regulasi ketat di Eropa menjadi pendorong utama perubahan peta kekuatan stablecoin global.
Visa resmi mengintegrasikan stablecoin USDC ke dalam jaringan Visa Direct. Langkah ini memungkinkan bisnis melakukan pendanaan awal untuk pembayaran internasional secara near-real-time di lebih dari 180 negara. Inyo Global menjadi mitra pertama yang memanfaatkan inovasi ini untuk mempercepat arus kas lintas negara.
🚨NEW: Visa officially launches USDC-powered payments through Visa Direct across 180+ countries. With Inyo Global as the first enabler, businesses can now prefund global payouts using USDC, tapping Visa Direct’s network spanning 180+ countries. The rollout expands USDC’s role in mainstream payments, enabling near-real-time funding for international payouts with less reliance on traditional bank funding.
— Coin Bureau (@coinbureau) October 17, 2026
Penggunaan USDC menghapus ketergantungan pada sistem perbankan konvensional yang sering kali lambat dan berbiaya tinggi. Perusahaan kini bisa mengirimkan dana global dengan efisiensi tinggi tanpa hambatan jam kerja bank. Inovasi ini memperluas peran USDC sebagai alat pembayaran sah di skala internasional.
Otoritas Perbankan Eropa resmi menetapkan USDC milik Circle sebagai stablecoin signifikan pertama di bawah regulasi MiCA. Keputusan ini membedakan USDC dari 45 token uang elektronik lainnya di kawasan Eropa. Pengakuan ini memberikan kepastian hukum yang sangat kuat bagi para pengguna dan investor.
Langkah ini menyusul imbauan ketat dari ESMA kepada penyedia layanan kripto terdaftar. Regulator meminta semua platform menghentikan layanan yang melibatkan stablecoin tidak patuh aturan, termasuk USDT. Keputusan tersebut makin memperkuat posisi Circle sebagai pemimpin pasar yang taat hukum di Eropa.
Circle membeberkan struktur pendapatan perusahaan untuk menjawab kritik para pesaing. Dari setiap satu dolar pendapatan, Circle hanya mengambil keuntungan bersih sebesar 7 sen. Perusahaan menyalurkan 59 sen untuk komisi mitra serta biaya transaksi, sementara 34 sen sisanya dialokasikan untuk lisensi, likuiditas, dan kepatuhan hukum.
Transparansi ini menjadi jawaban atas model bisnis pesaing seperti Open USD yang membagikan seluruh hasil imbal hasil cadangan. Circle memperingatkan bahwa model membagikan seluruh pendapatan tanpa menyisakan dana operasional sangat membahayakan ekosistem.
Menariknya, pemegang saham utama Open USD seperti Coinbase dan BlackRock juga memegang peran sentral dalam pengelolaan cadangan dana USDC.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.