Hariankripto – Serangan terhadap Tectonic membuat jaringan Cronos menghadapi salah satu insiden keamanan terbesar di ekosistemnya. Hacker mengeksploitasi protokol pinjaman tersebut dan menguasai aset dengan nilai yang diperkirakan mencapai US$75 juta.
Someone emptied Tectonic's vault this morning.
— Awoo! – The new realm (@awoocronos) August 30, 2026
About $120 million borrowed against collateral genuinely worth a few hundred thousand. It took eleven minutes. Two hours later, Cronos stopped producing blocks.
Here's what happened, in plain English.
Tectonic is a pawnbroker. You… https://t.co/lNYc4drgd2 pic.twitter.com/VLGCuqkUhi
Namun, hacker tidak berhasil membawa seluruh dana keluar dari Cronos. Data Lookonchain menunjukkan hacker hanya sempat memindahkan sekitar US$6,29 juta ke Ethereum. Sementara itu, sekitar US$68,7 juta masih berada di jaringan Cronos.
Tim Cronos menghentikan produksi blok ketika serangan berlangsung. Langkah itu membatasi pergerakan dana sekaligus menghentikan seluruh aktivitas jaringan untuk sementara.
Lookonchain melacak pergerakan dana setelah eksploitasi Tectonic terjadi. Menurut pemantauan tersebut, hacker telah membawa sekitar US$6,29 juta dari Cronos menuju Ethereum.
Setelah dana masuk ke Ethereum, hacker menukarnya menjadi sekitar 2.592 ETH.
Perpindahan tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari total aset yang terkait dengan serangan. Sekitar US$68,7 juta masih berada di Cronos Network ketika Tim Cronos menghentikan aktivitas perpindahan aset oleh hacker.
Kondisi itu membuat kasus Tectonic berbeda dari eksploitasi DeFi yang biasanya berakhir dengan dana cepat berpindah ke banyak blockchain. Kali ini, penghentian jaringan oleh Tim Cronos Network mempersempit ruang gerak hacker sebelum sebagian besar aset keluar dari Cronos.
Serangan bermula dari token TONIC yang memiliki likuiditas tipis pada sejumlah pool. Jeremy, Co-Founder GlydeGG, melalui akun X miliknya menjelaskan bahwa hacker mendorong harga sebuah token hingga sekitar 100 kali lipat hanya dalam waktu 20 menit.
Lonjakan ekstrem tersebut kemudian mengubah nilai jaminan yang terbaca oleh protokol Tectonic. Hacker memasukkan TONIC dengan harga yang sudah melonjak sebagai agunan. Setelah itu, hacker menggunakan nilai jaminan tersebut untuk meminjam aset lain dari Tectonic.
A hacker just drained $75 MILLION from a lending protocol so they shut down the entire blockchain to stop him
— Jeremy (@Jeremybtc) August 30, 2026
The attacker pumped a token's price 100x in 20 minutes, then borrowed against the fake value to drain everything
Cronos, the chain built by Crypto com, froze all… pic.twitter.com/OLLsLEzkG0
Aset yang menjadi sasaran mencakup USDC, USDT, Bitcoin, Ether, dan CRO. Dengan cara itu, hacker mengubah kenaikan harga TONIC yang bersifat sementara menjadi akses terhadap aset yang memiliki nilai pasar lebih stabil.
Ketika harga TONIC kembali turun, nilai jaminan tidak lagi sebanding dengan aset yang telah keluar dari protokol.
Estimasi awal menempatkan nilai aset yang terkait dengan eksploitasi pada kisaran US$75 juta. Angka tersebut berasal dari berbagai aset yang hacker pinjam setelah memanfaatkan harga TONIC yang telah melonjak.
Namun, jumlah aset yang hacker kuasai tidak sama dengan jumlah dana yang berhasil keluar dari Cronos. Lookonchain mencatat sekitar US$6,29 juta telah mencapai Ethereum. Sementara itu, sekitar US$68,7 juta masih berada di Cronos Network.
Perbedaan itu menjadi bagian penting dalam kasus ini. Hacker berhasil menjalankan eksploitasi, tetapi penghentian jaringan menghambat proses pemindahan mayoritas aset. Karena itu, perhatian kini beralih pada langkah yang akan Cronos ambil ketika jaringan kembali berjalan.
Tim Cronos Network mengumumkan bahwa mereka menemukan eksploitasi pada Tectonic ketika insiden berlangsung. Setelah mengidentifikasi masalah tersebut, tim menghentikan jaringan Cronos. Akibatnya, blockchain tidak lagi memproduksi blok dan seluruh transaksi berhenti.
Cronos menggunakan sistem proof-of-authority. Dalam mekanisme ini, kelompok validator memiliki peran penting dalam menjaga proses produksi blok. Keputusan untuk menghentikan jaringan membuat hacker kehilangan kesempatan untuk segera memindahkan seluruh dana ke blockchain lain.
Jeremy menyebut penghentian tersebut menjebak lebih dari US$60 juta aset hasil eksploitasi di Cronos. Meski demikian, langkah tersebut juga membawa persoalan baru bagi validator.
Setelah jaringan berhenti, validator harus menentukan cara untuk mengaktifkan Cronos kembali. Menurut Jeremy, terdapat pertanyaan besar mengenai transaksi dan aset yang sudah terkait dengan eksploitasi sebelum jaringan berhenti.
Salah satu kemungkinan ialah validator melanjutkan jaringan dari kondisi terakhir. Dalam skenario itu, transaksi yang sudah tercatat tetap menjadi bagian dari riwayat blockchain.
Kemungkinan lain dapat melibatkan perubahan terhadap kondisi jaringan sebelum eksploitasi. Namun, langkah tersebut dapat memunculkan perdebatan mengenai finalitas transaksi dan tata kelola blockchain.
Jeremy menyampaikan kemungkinan itu sebagai pandangannya terhadap situasi Cronos. Tim Cronos sendiri belum mengumumkan keputusan akhir berdasarkan informasi yang tersedia saat insiden terjadi.
Karena itu, proses pemulihan jaringan akan menjadi bagian penting dari perkembangan kasus Tectonic.
Tectonic Finance juga mengeluarkan peringatan setelah insiden keamanan tersebut muncul. Melalui akun X resminya, tim Tectonic meminta seluruh pengguna mencabut token approval yang sebelumnya mereka berikan kepada kontrak protokol.
Tim juga meminta pengguna menghindari Tectonic selama investigasi masih berlangsung.
Token approval memberi izin kepada smart contract untuk mengakses sejumlah token di dompet pengguna. Karena itu, izin lama dapat menambah risiko ketika sebuah protokol sedang menghadapi masalah keamanan.
Tectonic juga memperingatkan bahwa dana milik pengguna yang pernah berinteraksi dengan protokol dapat menghadapi risiko. Langkah mencabut approval menjadi tindakan pencegahan sambil menunggu hasil investigasi lebih lengkap.
Hubungan Cronos dengan ekosistem Crypto.com membuat insiden tersebut ikut menarik perhatian pengguna platform. Founder dan CEO Crypto.com, Kris Marszalek, mengatakan tim Cronos tengah menyelidiki eksploitasi dengan bantuan tim keamanan Crypto.com.
Namun, ia menegaskan bahwa insiden Tectonic tidak memengaruhi aplikasi dan exchange Crypto.com. Menurut Marszalek, kedua layanan tersebut tetap beroperasi seperti biasa. Ia juga menyatakan dana pengguna Crypto.com tetap aman.
There has been a security breach on a Cronos lending protocol Tectonic. Cronos team is investigating, with assistance from https://t.co/JNeHyErmqH security team. https://t.co/JNeHyErmqH app and exchange were not affected and are operating as usual. All funds are safe.
— Kris (@kris) August 30, 2026
I will…
Marszalek mengatakan tim akan memberikan pembaruan setelah memperoleh informasi tambahan. Crypto.com juga berencana menyampaikan laporan lengkap setelah investigasi selesai. Dengan demikian, dampak langsung insiden saat ini berpusat pada Tectonic dan jaringan Cronos, bukan pada layanan utama Crypto.com.
Kasus Tectonic kembali menunjukkan risiko yang muncul ketika protokol DeFi memakai harga dari pasar dengan likuiditas rendah. Harga token pada pool tipis lebih mudah bergerak ketika pelaku memasukkan modal dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menjadi berbahaya ketika protokol lending memakai harga itu untuk menghitung nilai jaminan.
Dalam kasus Tectonic, hacker memanfaatkan kenaikan harga TONIC untuk menciptakan nilai agunan yang jauh lebih tinggi. Setelah itu, hacker menggunakan agunan tersebut untuk mengakses aset lain.
Serangan tersebut memperlihatkan bahwa keamanan protokol lending tidak hanya bergantung pada smart contract. Mekanisme oracle, kedalaman likuiditas, batas pinjaman, dan pengelolaan agunan juga menentukan ketahanan sistem. Kini, pasar menunggu hasil penyelidikan dari Tectonic dan Cronos.
Nasib sekitar US$68,7 juta yang masih berada di jaringan juga menjadi perhatian utama. Selain itu, keputusan validator ketika Cronos kembali beroperasi akan menentukan babak berikutnya dari insiden ini.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.
© 2024 HarianKripto.id - Berita Harian Penting Bitcoin, Cryptocurrency, Blockchain, Teknologi WEB3.