Hariankripto – Strategy kembali menjadi perhatian pasar kripto setelah menjual 1.690 Bitcoin untuk meningkatkan cadangan kas dalam bentuk dolar Amerika Serikat. Perusahaan yang menjadi salah satu pemegang Bitcoin terbesar dunia ini menjual aset tersebut dengan harga rata-rata $64.262 per Bitcoin. Hasil penjualan digunakan untuk memperkuat cadangan dolar dan membeli kembali saham preferen STRC.
Langkah ini membuat cadangan USD Strategy mencapai rekor baru sebesar $4,65 miliar. Michael Saylor selaku Chairman dan Founder Strategy mengatakan perusahaan menambah USD Reserve sebesar $650 juta. Selain itu, Strategy juga membeli kembali saham STRC senilai $109 juta.
Strategy increased its USD Reserve by $650M and repurchased $109M of $STRC. This increased USD Duration by 143 days to 2.7 yrs and tightened STRC's BTC Credit by 10 bps. As of 8/9/26, we hold ₿840,447 in our BTC Reserve and $4.65B in our USD Reserve. $MSTR…
— Michael Saylor (@saylor) August 10, 2026
Menurut Saylor, keputusan tersebut meningkatkan USD Duration menjadi 2,7 tahun. Langkah ini juga memperkuat BTC Credit STRC sebesar 10 basis poin. Strategy menyebut strategi tersebut sebagai bagian dari Digital Credit Capital Framework.
Sementara itu, CEO Strategy Phong Le menjelaskan bahwa perusahaan berhasil menambah hampir $3,8 miliar dalam waktu sekitar 2,5 bulan. Ia menilai pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membangun cadangan keuangan jangka panjang.
Strategy Masih Memegang Ratusan Ribu Bitcoin
Meskipun menjual sebagian asetnya, Strategy tetap mempertahankan fokus pada Bitcoin. Hingga 9 Agustus 2026, perusahaan masih menyimpan 840.447 Bitcoin.
Jumlah tersebut membuat Strategy tetap menjadi salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Perusahaan tidak mengubah arah investasinya terhadap Bitcoin. Strategy hanya mengatur kembali komposisi aset agar memiliki likuiditas lebih besar.
Selain itu, perusahaan terus menggunakan model Kredit BTC untuk mengukur kekuatan finansialnya. Perhitungan tersebut menggunakan beberapa asumsi. Di antaranya yaitu Bitcoin Annual Return Rate sebesar 10 persen, volatilitas Bitcoin sebesar 40 persen, dan harga Bitcoin sekitar $64.915.
BREAKING: Strategy sold 1,690 Bitcoin for $108.6 million.
— Bull Theory (@BullTheoryio) August 10, 2026
Company used the proceeds to repurchase $108.6M of its STRC preferred stock.
Strategy has now sold $432 million worth of Bitcoin in 2026 so far.
Strategy hasn’t bought BTC for 7 consecutive weeks, instead focusing on… pic.twitter.com/unldvhzSdk
Dalam enam minggu terakhir, Strategy telah menjual total 6.916 Bitcoin. Nilai penjualan tersebut mencapai sekitar $429,35 juta. Aktivitas ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai menerapkan strategi pengelolaan Bitcoin yang lebih fleksibel.
Kritik Terhadap Penjualan Bitcoin Strategy
Keputusan Strategy tidak lepas dari kritik investor. Peter Schiff menjadi salah satu pihak yang mempertanyakan langkah tersebut. Ia menilai penjualan Bitcoin dapat menurunkan Bitcoin Yield perusahaan.
Menurut Schiff, Bitcoin Yield Strategy turun hingga 87 persen sejak 25 Mei. Ia juga menyebut nilai kuartalan Bitcoin Yield berada di angka minus 6,4 persen.
Schiff mempertanyakan dampak penjualan Bitcoin terhadap pemegang saham MSTR. Menurutnya, pengurangan Bitcoin dapat mengurangi nilai aset Bitcoin per saham.
Namun, Strategy memiliki pandangan berbeda. Perusahaan menilai cadangan USD yang lebih besar dapat memperkuat struktur keuangan. Cadangan tersebut juga membantu perusahaan menghadapi volatilitas pasar kripto.
Pasar tetap memberikan respons terhadap keputusan tersebut. Setelah Strategy menjual Bitcoin, harga Bitcoin turun sekitar 1,4 persen dalam 24 jam. Harga Bitcoin berada di sekitar $64.294.
Dampak Penjualan Bitcoin Strategy Bagi Pasar Kripto
Strategi terbaru Strategy menunjukkan perubahan pendekatan dalam mengelola aset digital. Perusahaan tidak hanya melakukan akumulasi Bitcoin. Strategy juga mulai menjaga keseimbangan antara aset kripto dan cadangan tunai.
Langkah ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ingin menggunakan Bitcoin sebagai aset treasury. Perusahaan perlu mempertimbangkan risiko harga, kebutuhan dana, dan kondisi pasar sebelum membeli Bitcoin dalam jumlah besar.
Di sisi lain, investor perlu melihat keputusan Strategy dari berbagai sisi. Penjualan Bitcoin dapat memberikan tekanan harga dalam jangka pendek. Namun, cadangan USD yang besar dapat memberikan stabilitas finansial.























