Hariankripto – Seorang pemilik dompet kripto baru saja merugi hingga 1,65 juta dolar. Insiden ini bermula saat ia menghubungkan dompetnya ke sebuah exchange palsu. Pemilik dompet kripto tersebut tanpa sadar menandatangani sebuah kontrak scam. Kasus scam kontrak kripto ini menjadi peringatan keras bagi semua investor.
Kronologi Hilangnya Uang Jutaan Dolar
Kejadian bermula ketika korban mengunjungi sebuah situs pertukaran. Platform tersebut tampil sangat meyakinkan. Korban kemudian mengaitkan dompet kripto miliknya ke situs tersebut. Sistem platform itu meminta korban menandatangani sebuah transaksi.
A wallet holder lost $1.65M after connecting to a fake exchange and signing a malicious contract. The approval gave attackers unlimited access, enabling an automated sweeper to drain funds. Always verify contracts and revoke unused token approvals. pic.twitter.com/i5yLdFdCJt
— Secure Trace Lab (@SecureTrace_Lab) June 17, 2026
Korban menyetujui permintaan tersebut tanpa pikir panjang. Persetujuan ini justru memberi akses penuh kepada peretas. Pelaku langsung menguasai seluruh aset milik korban. Uang senilai jutaan dolar berpindah tangan dalam sekejap.
Cara Kerja Pelaku Menguras Dompet Kripto
Peretas memanfaatkan fitur persetujuan token tanpa batas. Fitur ini memungkinkan peretas mengambil saldo korban kapan saja. Pelaku memasang program sweeper otomatis pada jaringan tersebut. Program ini bekerja sangat cepat menguras dana korban.
Uang dalam dompet lenyap hanya dalam hitungan detik. Teknik scam kontrak kripto ini menargetkan pengguna yang kurang teliti. Pelaku selalu mencari celah kelengahan investor saat mengonfirmasi transaksi. Mereka menjebak korban lewat tampilan situs yang menipu.
Langkah Penting Mengamankan Aset Kripto Kamu
Untuk menghindari kejadian tersebu, berikut caranya!. Pertama, cabut izin token yang tidak kamu gunakan lagi. Kamu bisa memakai alat bantu seperti situs Revoke cash. Opsi lain adalah memakai fitur pengecek izin token dari Etherscan.
Jangan pernah menyetujui transaksi yang tidak kamu mengerti sepenuhnya. Berhenti sejenak jika sebuah situs meminta kamu memverifikasi sesuatu lewat tanda tangan digital. Periksa alamat kontrak pintar itu terlebih dahulu. Kamu wajib melindungi dompet kamu dari ancaman scam kontrak kripto yang makin marak.
























